
Bismillahirrahmanirrahiim.... untuk kalian saudara/i di Jalan Allah
Ketika langit gerak harus selalu dimulai dari atmosfir wacana, tapi "TSABAT" kan kami Rabb untuk terus langkahkan kaki ini...." (Al-Akh)
Tak terasa memasuki tahun ke-4 menginjakkan kaki di kampus Tarbiyah, kampus peradaban. Saat saya menuliskan notes ini jujur saja ada perasaan rindu membuncah kala teringat awal-awal Allah mempertemukan saya dengan kalian.. saudara/i yang selalu berjuang di Jalan Allah.
Entah sudah berapa lama saya tidak 'menjenguk' kampus tercinta..??
Darimana datangnya saya tidak tahu pasti, kini saya merasakan seolah ada yang membakar semangat saya untuk terus berjuang tatkala melihat semangat yang kalian tulis di setiap status-stasus kalian. Setiap torehan kata yang kalian tulis benar-benar melempar saya ke zaman ketika nuansa harakah dan heroisme pergerakan membakar jiwa muda saya (emang sekarang udah tua yah?) hehe..
Ah, saya ingin katakan saya rindu pada kalian saudara/i yang selalu berjuang di Jalan Allah.. saya rindu 'masa-masa itu'... rindu masa dimana keikhlasan dan pergerakan menjadi nafas yang mengaliri setiap amalan-amalan kita.
Ah......kemana masa-masa itu?? setelah lama saya menghilang dari 'peredaran' ingin rasanya saya katakan Saya rindu pada kalian saudara/i saya di Jalan Allah.. dalam kondisi seperti ini saya teringat akan kata-kata seorang al-akh
Sejumput ayat cintaNya mampu menggerakkan seluruh sendi pergerakan. Setiap katanya mampu menggetarkan seluruh bulu roma jiwa juangnya.. semuanya kini bersimbul indah pada rasa seindah mahabbah, dengan segenap kelengkapan definisi yang meluap dari sekedar rasa cinta.
Saya tidaklah lebih lama dari kalian berada diantara lintasan panjang dakwah kampus tercinta, terus terang pemahaman ini baru terasa manisnya ketika saya berada jauh dari kalian lingkaran amal para cucu-cucu mushollah (red:dakwah)
"Allahumma innaka ta'lamu annahaadzihil quluuba qadijtama'at 'alaa mahabbatika 'ini ternyata buka hanya sekedar bait manis dalam buaian kata-kata.... didalamnya ada sebuah tujuan besar yang dibingkai dalam sebuah perasaan yang meluap-luap.
Ukhuwah, Babnya memang selalu menarik untuk membicarakannya. dia merupakan kolaborasi antara ruh dan tali aqidah. Rasa pesatuan itu bukanlah hal yang bisa direkayasa dan dibuat buat, tapi ia lahir dari rasa cinta kepada Sang Penggenggam jiwa, kecintaaan yang lahir dari segenap amalan-amalah hati dan ruh. Kecintaaan itu benar adanya bukan dalam batas nalar saja yang biasanya muncul dari bacaan-bacaan atau perkataan para astatidz atau muwajih dalam daurah-daurah yang diikuti.
Saudaraku...benar apa yang pernah disampaikan Imam Syahid Hasan Albanna "sungguh arena medan amal berbeda dengan arena angan-angan, Arena amal bukanlah arena kata-kata. Medan jihad berbeda dengan medan amal biasa. Orang mudah berangan-angan, tapi tak semua angan mampu diungkapkan dengan kata. Banyak orang yang mampu berkata-kata tapi sedikit yang mampu menerjemahkannya dalam amal..."
Maka itulah yang kini saya rasakan, Medan jihad sangat berbeda dengan medan amal biasa.
Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cinta-Mu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahaya-Mu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami
Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal pada-Mu
hidupkan dengan ma'rifat-Mu
matikan dalam syahid di jalan-Mu
Engkaulah pelindung dan pembela (Rabitah:Izziz)
Ketika langit gerak harus selalu dimulai dari atmosfir wacana, tapi "TSABAT" kan kami Rabb untuk terus langkahkan kaki ini...." (Al-Akh)
Tak terasa memasuki tahun ke-4 menginjakkan kaki di kampus Tarbiyah, kampus peradaban. Saat saya menuliskan notes ini jujur saja ada perasaan rindu membuncah kala teringat awal-awal Allah mempertemukan saya dengan kalian.. saudara/i yang selalu berjuang di Jalan Allah.
Entah sudah berapa lama saya tidak 'menjenguk' kampus tercinta..??
Darimana datangnya saya tidak tahu pasti, kini saya merasakan seolah ada yang membakar semangat saya untuk terus berjuang tatkala melihat semangat yang kalian tulis di setiap status-stasus kalian. Setiap torehan kata yang kalian tulis benar-benar melempar saya ke zaman ketika nuansa harakah dan heroisme pergerakan membakar jiwa muda saya (emang sekarang udah tua yah?) hehe..
Ah, saya ingin katakan saya rindu pada kalian saudara/i yang selalu berjuang di Jalan Allah.. saya rindu 'masa-masa itu'... rindu masa dimana keikhlasan dan pergerakan menjadi nafas yang mengaliri setiap amalan-amalan kita.
Ah......kemana masa-masa itu?? setelah lama saya menghilang dari 'peredaran' ingin rasanya saya katakan Saya rindu pada kalian saudara/i saya di Jalan Allah.. dalam kondisi seperti ini saya teringat akan kata-kata seorang al-akh
"Sejatinya ukhuwah itu mampu membangkitkan semangat untuk selalu berfastabiqulkhairat".
Sejumput ayat cintaNya mampu menggerakkan seluruh sendi pergerakan. Setiap katanya mampu menggetarkan seluruh bulu roma jiwa juangnya.. semuanya kini bersimbul indah pada rasa seindah mahabbah, dengan segenap kelengkapan definisi yang meluap dari sekedar rasa cinta.
Saya tidaklah lebih lama dari kalian berada diantara lintasan panjang dakwah kampus tercinta, terus terang pemahaman ini baru terasa manisnya ketika saya berada jauh dari kalian lingkaran amal para cucu-cucu mushollah (red:dakwah)
"Allahumma innaka ta'lamu annahaadzihil quluuba qadijtama'at 'alaa mahabbatika 'ini ternyata buka hanya sekedar bait manis dalam buaian kata-kata.... didalamnya ada sebuah tujuan besar yang dibingkai dalam sebuah perasaan yang meluap-luap.
Ukhuwah, Babnya memang selalu menarik untuk membicarakannya. dia merupakan kolaborasi antara ruh dan tali aqidah. Rasa pesatuan itu bukanlah hal yang bisa direkayasa dan dibuat buat, tapi ia lahir dari rasa cinta kepada Sang Penggenggam jiwa, kecintaaan yang lahir dari segenap amalan-amalah hati dan ruh. Kecintaaan itu benar adanya bukan dalam batas nalar saja yang biasanya muncul dari bacaan-bacaan atau perkataan para astatidz atau muwajih dalam daurah-daurah yang diikuti.
Saudaraku...benar apa yang pernah disampaikan Imam Syahid Hasan Albanna "sungguh arena medan amal berbeda dengan arena angan-angan, Arena amal bukanlah arena kata-kata. Medan jihad berbeda dengan medan amal biasa. Orang mudah berangan-angan, tapi tak semua angan mampu diungkapkan dengan kata. Banyak orang yang mampu berkata-kata tapi sedikit yang mampu menerjemahkannya dalam amal..."
Maka itulah yang kini saya rasakan, Medan jihad sangat berbeda dengan medan amal biasa.
Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cinta-Mu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahaya-Mu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami
Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal pada-Mu
hidupkan dengan ma'rifat-Mu
matikan dalam syahid di jalan-Mu
Engkaulah pelindung dan pembela (Rabitah:Izziz)

0 komentar:
Posting Komentar