Kamis, 02 September 2010

Gemuruh Ketidakpastian


Kepadamu kukirimkan salam sejahtera para penghuni surga. Salam yang sejuknya melebihi embun pagi, salam hangat sehangat sinar dipagi hari.

Untukmu..ukhti Solehah calon bidadari surga



Di setiap gelombang yang merambat dalam ketidakpastian, apa yang menjadi penentram kecuali keyakinan? dalam rentang waktu yang panjang, semua bergemuruh yang membasahi cukup hilangkan dengan ketenangan.

Siapa yang membuatmu merasa ada? akan hadir semangatnya? dorongannya? langkah kakinya? siapa sejak dulu kau tunggu di senja itu?

Rahasia dariNya-lah sebagai penentu atas ketidakyakinanmu selama rentang waktu. Entah ia yang kau suka, tak suka, biarlah selalu tersimpan dan tetap terjaga, meski kau merasa semua seolah masih samar.

Tidak ada kesempurnaan atas makhluk, yang ada kita hanya berusaha menjadi sempurna dihadapanNya. Teruslah bercahaya agar setiap sudut titik yang buram terlihat bercahaya kembali. Peganglah erat kembali cahaya itu, agar kau menemukan 'kesegaran' melewati hidup yang baru.

Pijakanmu masih jauh, masih panjang...bersama potongan asa harap dan segala mimpi yang masih tercipta biarlah Allah lukiskan dicatatan terindahNya.

Tak perlu kau berkata, karena tiap potongan kata yang kau keluarkan dari isi hati dan pikiranmu Allah tahu. Sebab kebersamaan tidaklah lebih layaknya seorang musafir.

Apa yang kau ketahui tentang ikhlas? Sebab ikhlas tak pernah menuntut balasan, tak pernah mengingat kebaikan yang telah dilakukan.

Biarlah kesejukan itu kembali kau rasai, lembut mengaliri relung-relung hatimu...karena keyakinan yang selalu kau tanam padaNya.. Dia akan gantikan sesuatu yang lebih baik daripadanya.



Untuk ukhti sholehah calon bidadari surga...


Tidak ada pengorbanan yang sia-sia saat kau berjalan di jalan dakwah, lelahmu, kerja keras, resahmu akan menjadi mahar yang menghantarkanmu menuju surgaNya..


Persiapkanlah, ukh.. persiapkanlah..
dengan sebaik-baik bekal yang kau miliki... dengan segala kesabaran yang kau tanam..
di kemudian hari buah itu akan kau rasai manis pada akhirnya..
jika tidak di dunia.. Surga telah menanti 'pengorbananmu' dalam menjaganya, menjaga keistiqomahan yang sesungguhnya tidaklah mudah.


Dalam lautan dzikrullah -
Untuk kalian yang berjuang di dunia berharap pertemuan kembali di JannahNya


0 komentar:

Posting Komentar

Followers

Republika Online

dakwatuna.com

 
Catatan Bunda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template