
Entah, kenapa tiba-tiba saja bulir-bulir bening ini berjatuhan....tak ada yang membuncah bagi seorang hamba selain rindu ingin lebih dekat dengan Tuhan-Nya.. Ada deburan yang menghantam jiwa, luapan kerinduan yang membutuhkan muara...
Saya faham rasa apa yang kini berkecambuk dihati.. teringat masa-masa saat semangat menjaga ayat-ayat cintaNya begitu menggelora. tapi kini? Allah.....Allah......Allah.....
Saya ingin berjumpa di telaga kerinduan, orang-orang yang memendam rindu untuk tetap menjaga ayat-ayat cintaMu.. orang-orang yang hatinya terjaga, suci dan Engkau lembutkan...
“Penghafal qur’an” kata itu terus membayangi saya, setiap detik, menit, jam, bahkan setiap harinya selalu terpikir “apa bisa saya menjadi seorang hafidzah? Apa saya pantas menjadi seorang hafidzah? Bukankah Allah sendiri yang telah memilihkan kepada siapa saja Alqur’an itu di pelihara?
Bukankah Allah sendiri yang telah memuliakan mereka dengan hafalan yang mereka miliki? Lantas bagaimana dengan saya? Pertanyaan-pertanyaan itu menyeruak dalam benak saya, bahkan yang saya rasakan sebuah kerinduan dan kesedihan yang teramat sangat ketika kembali di ingatkan akan pengharapan yang sungguh sangat saya inginkan..
Ya, kerinduan yang teramat sangat saya rasakan. Kerinduaan akan kenikmatan yang saya rasakan ketika saya berinteraksi dengan al-qur’an, kerinduan akan janji Allah bahwa Allah akan memuliakan orang-orang yang menghafal qur’an, Allah akan menjaga mereka, Allah yang akan memelihara hafalan mereka. Kerinduan yang tidak bisa tergambarkan dan tak terdefinisikan hanya dengan sebuah ungkapan atau kata yang saya goreskan.
Tak ada yang lebih membuat resah hati seorang hamba saat ia jauh dari Yang Di CintaiNya, Allah.. Allah....
Saya faham rasa apa yang kini berkecambuk dihati.. teringat masa-masa saat semangat menjaga ayat-ayat cintaNya begitu menggelora. tapi kini? Allah.....Allah......Allah.....
Saya ingin berjumpa di telaga kerinduan, orang-orang yang memendam rindu untuk tetap menjaga ayat-ayat cintaMu.. orang-orang yang hatinya terjaga, suci dan Engkau lembutkan...
“Penghafal qur’an” kata itu terus membayangi saya, setiap detik, menit, jam, bahkan setiap harinya selalu terpikir “apa bisa saya menjadi seorang hafidzah? Apa saya pantas menjadi seorang hafidzah? Bukankah Allah sendiri yang telah memilihkan kepada siapa saja Alqur’an itu di pelihara?
Bukankah Allah sendiri yang telah memuliakan mereka dengan hafalan yang mereka miliki? Lantas bagaimana dengan saya? Pertanyaan-pertanyaan itu menyeruak dalam benak saya, bahkan yang saya rasakan sebuah kerinduan dan kesedihan yang teramat sangat ketika kembali di ingatkan akan pengharapan yang sungguh sangat saya inginkan..
Ya, kerinduan yang teramat sangat saya rasakan. Kerinduaan akan kenikmatan yang saya rasakan ketika saya berinteraksi dengan al-qur’an, kerinduan akan janji Allah bahwa Allah akan memuliakan orang-orang yang menghafal qur’an, Allah akan menjaga mereka, Allah yang akan memelihara hafalan mereka. Kerinduan yang tidak bisa tergambarkan dan tak terdefinisikan hanya dengan sebuah ungkapan atau kata yang saya goreskan.
Tak ada yang lebih membuat resah hati seorang hamba saat ia jauh dari Yang Di CintaiNya, Allah.. Allah....
di setiap perjuangan dan langkah yang kutempuh..hadirkan ikhlas, agar ikhtiarku menjadi mahar terbaik yang dapat kupersembahkan dihadapanMu..

0 komentar:
Posting Komentar