Satu hari saya mendapati my litle brother (adikku) disudut kamarnya matanya sudah sembab oleh genangan air, kumpulan kristal yang sontak membuat hatinya bersedih. saya tanya sebab apa ia menangis. (Care tingkat tinggi)hehee
"Emang kalalu lakilaki itu gak boleh nangis y,ka?ucapnya polos. "Ya, ndak gitu..secara umum lakilaki memang lebih kuat dariperempuan makanya (mungkin) dia jarang nangis kali yah atau jarang terlihat nangis dihadapan oranglain,"begitulah jawaban yg saya luncurkan padanya.
Tak lama, sambil merekam kembali perbincangan tempo hari dengan my litle brotherku itu..saya jadi tertarik untuk menuliskan notes ini. Maaf-maaf yah bukan bermaksud apapun, selain maksud untuk menebarkan kebaikan, menyalurkan hobi terpendam, dan menumpahkan segala yang ada dalam pikiran dalam goresan kata! mudah-mudahan bermanfaat, sangat senang bila teman-teman bisa berbagi, berdiskusi kalau ada pendapat yang berbeda dari apa yang saya tuliskan dalam catatan ini.
Boys don't cry. Emmm...secara gramatikal saya lebih suka mengartikan bahwa ini adalah formula empiris yang menyatakan bahwa tidak ada laki-laki yang menangis. Jadi bukan diartikan bahwa lakilaki itu memang ndak boleh menangis. Namun, tentu saja yang saya maksudkan dalam kalimat ini adalah lakilaki dalam tanda kutip. Jadi mohon maaf jika salah menduga, karena yang saya maksud dalam kalimat ini adalah lakilaki pada umumnya.
Boys don’t cry. Dengan demikian kita akan mengetahui bahwa lakilaki yang menangis tidak bisa digolongkan dalam lakilaki dengan tanda kutip.
Mengapa lakilaki dengan tanda kutip tidak menangis? Itu adalah pertanyaan yang begitu menghantui saya beberapa hari setelah my litle brotherku nangis.heee
Ada banyak hal yang menjadikannya begitu misterius bagi saya. Apakah didalamnya terdapat kekuatan yang tidak lebih kuat dari kekuatan persaudaraan? Hingga tak mau cerita sebab apa hatinya sedih? Apakah di dalamnya, dimana ada kekuatan cinta, mampu mengalahkan gejolak jiwa yang begitu menderu di selasela kekuatan angin yang menerpa membadai?
Setidaknya lakilaki dengan tanda kutip berbeda dengan perempuan. Kaum perempuan biasa melampiaskan emosinya dalam airmata yang tertumpah ruah membanjir dari sebilik bening bola matanya. Sementara lakilaki dengan kesan kuat jarang mengekspresikan apa yang terjadi di dalam dirinya. (bener ndak yahh?!)
Gejolak yang menderu di dalam dadanya serasa air tenang menghanyutkan jika dipandang dari luar tubuhnya. Kita tidak bisa melihat api membara yang menguapkan emosi dan mengembun di bola matanya. Lakilaki dengan tanda kutip memang istimewa.
Ikhwan nangis,melancolis, menurut anda??? (sejurus dengan judul notes yang saya tulis kali ini)
@8.25 am
Jatipadang

0 komentar:
Posting Komentar