Idul Fitri tinggal menghitung hari. Ada yang terasa hilang-jauh dilubuk hati. Menjelang Idul Fitri tahun ini rasanya kok biasa banget, tidak seperti lebaran beberapa tahun lalu, saat saya masih culun.hee
Lebaran versi saya remaja, masa anak-anak : baju baru, sepatu baru, harus ada ketupat, opor ayam, kue biji ketapang, dodol, emm..ndak lupa angpau dari kakak, om, bule, pa'le, bude, tercinta. Merasakan lezatnya kue nastar, manisan sungguh sangat-sangat menghibur. Rasanya seperti dapat hadiah luar biasa karena pool puasa.
Dan, Kini...........................
Sejak beberapa tahun lalu, semua berubah. Kalau saat ini adik-adik, ponakan sibuk minta beliin baju, sepatu, jalan dari satu mall ke mall yang lain. Dari dulu sampai sekarang saya paling males berlama-lama ke pasar, atau sekedar ke mall. Tapi klo berlama-lama ke toko buku hayoooo, saya pantengin sampe selesai satu buku saya rampungkan membacanya.
Lebaran adalah saat-saat yang indah, saat-saat mempertemukan raga yang terpisah. Rumah yang sehari-hari terasa sepi saat lebaran tak ubahnya seperti pasar. Rameh, riweh, ada isang-tangis disana, haru-biru, kangen, rindu..semua terlepaskan begitu saja saat menatap satu persatu wajah orang-orang tercinta, ya..keluarga dekat kita.
Tetangga, teman, sahabat, saudara-saudari saya sibuk mempersiapkan bekal perjalanan, sibuk packing untuk mudik. Saya hanya senyum-senyum aja saat mereka bertanya "Libur idul fitri mudik ke mana?", "Ke Pasming, Jatipadang dan sekitarnya." Jawab saya. Hampir saya tidak pernah menemukan kata, tidak bisa mengekspresikan perasaan kala teman2 menceritakan kisah perjalanan mudiknya. Bagi saya mudik ndak mudik toh sama saja wong keluarga besar saya, orang-orang terdekat kumpul di sini semua.heee
Kadang saya merasa bersyukur alhamdulillah Allah masih berikan kesempatan waktu lebih untuk sering-sering silaturahim dengan keluarga terdekat, sanak family karena memang rumah mereka hanya berkisah dari satu gang ke gang yang lain sejauh-jauhnya paling hanya beda kecamatan. Entah, akankan ini berbeda pada tahun-tahun berikutnya?? Saat kesempatan waktu-jarak tidak bisa lebih lama bersama mereka? Wallahu'alam
Dua hari sebelum lebaran, semua serasa punya hajatan. Semua sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang bikin kue-ada yang cari daun pandan untuk buat ketupat, ada yang ngolah masakan-opor ayam, rendang, ketupat, semur, hmm...mantap deh! nggak ketinggalan sibuk shooping belanja baju dan acsessorisnya.
Saya paham bagaimana rasanya untuk kalian yang tidak bisa pulang menemui sanak saudara, bersua dengan orangtua, adik-kakak tercinta. Ya...pasti ada rasa kehilangan, kebersamaan waktu kecil itu. Semua telah berubah, mereka memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Mungkin ada yang bisa menikmati kebersamaan itu dengan kehidupan yang baru. Namun bagaimana dengan kalian? dengan bapak/ibu yang merindukan kalian?
Apakah mereka telah siap dengan kehilangan-tepatnya hilangnya kebersamaan itu bersama kalian? Tak lagi mendengar canda-tawa kalian, keriuhan kalian. Kemudian saya pun bertanya dalam hati, apakan suatu saat nanti jika itu terjadi pada saya, sudah siapkah? jika satu persatu sibuk dengan kehidupan baru 'mereka', sibuk dengan aktivitas mereka.apakah semua masih akan sama? tentu tidak!
"Kunjungilah keluargamu, sapalah ia dan tanyakan kabarnya walau hanya sesekali saja."
Dari kalian saya belajar tentang kesyukuran, ketegaran, ketabahan, semangat juang yang tak pernah padam hanya untuk mengais setoreh harapan, cita dan peradaban.... satu demi satu diantara kalian pasti akan kembali ke kampung halaman. Semakin sibuk dengan dunia yang baru, dan semakin tersadar bahwa memang semua tak mungkin sama. Karena semua ada masanya.
Bukan begitu??
@Jatipadang, Markaz Pribadi
7 September 2010/28 Ramadhan 1431H
Dedicated To Saudara/iku yang tengah merindukan pertemuan dengan sanak family-nya....

0 komentar:
Posting Komentar