Minggu, 05 September 2010

Pertemuanku Di Detik Terakhir Denganmu, Ramadhan


Dari Ummul Mukminin, Aisyah ra., menceritakan tentang kondisi Nabi SAW ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan: “Jika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, Beliau mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.”





Sabtu 4 September 2010 bertepatan dengan malam ke dua puluh empat Ramadhan untuk seorang mukmin berlomba-lomba meraih malam lailatul qodar salah satunya dengan i'tikaf, tidak terkecuali dengan saya. Saya kemudian merencanakan i'tikaf bersama ukhti fillah, seperti biasa ditahun-tahun sebelumnya jika banyak diantara saudara/i saya yang sedang sibuk membeli baju baru, membuat kue pada malam sepuluh hari terakhir saya lebih memilih untuk i'tikaf itu pun jika orangtua mengizinkan.


Alhamdulillah sabtu pagi setelah meminta izin akhirnya saya diizinkan untuk i'tikaf tapi dengan syarat baru bisa berangkat i'tikaf setelah menyelesaikan pekerjaan rumah antaralain membuatkan makanan untuk anggota sekeluarga yang sedang berpuasa. Ba'da Asyar tepatnya saya sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, alhamdulillah akhirnya rencana i'tikaf kali ini diberi kemudahan.


Banyak hal yang harus saya persiapkan untuk i'tikaf kali ini, mulai dari peralatan sholat, alqur'an, sampai dengan makanan untuk berbuka dan sahur yang sudah saya olah sebelumnya plus dengan perlengkapan khusus kewanitaan.hee.. ya, walau nggak sampai bawa peralatan makeup karena memang saya tidak punya itu tapi yang pasti handuk, sikat gigi,dkk-nya lengkap tersedia dalam tas saya. semua harus prepare nih, niatnya harus pool, biar mantep ngejalanin i'tikafnya. hee



Mengenai tempat, memang banyak sekali pilihan mulai dari masjid dekat rumah yang strategis tempatnya, sampai tempat yang jauh. Nah, disini ada beberapa yang menjadi pertimbangan untuk memilih tempat yang ideal untuk seorang akhwat yang hendak i'tikaf di masjid.


Sebetulnya masjid dekat rumah ada yang memfasilitasi tapi karena satu dan lain hal setelah dipertimbangkan akhirnya saya memilih untuk beri'tikaf di masjid al-hikmah bangka, mampang prapatan Jakarta Selatan. Kenapa saya memilih tempat itu? salah satunya karena pada saat tarawih membaca 1 Juz alqur'an, tidak hanya itu tempatnya aman, nyaman dan kondusif untuk akhwat, tidak jauh juga dari tempat tinggal saya.


Bersama deru fisabilillah saya melaju kencang menerobos kawasan mampang, sore itu sekitar pukul lima tidak begitu macet alhamdulillah saya bisa mengejar waktu agar sampai lebih awal.

sampai disana anak-anak sudah menunggu, setelah absen siapa saja yang sudah datang dan akan datang. waktu menunjukkan pukul setengah enam sore. Saya tanyakan pada mereka apakah mereka sudah membawa bekal untuk berbuka puasa? jika tidak mereka bisa makan bersama saya, atau kalau memang mau mereka bisa membeli lauk untuk berbuka lebih awal karena biasanya warteg, atau warung padang itu penuh dibanjiri orang-orang atau warga sekitar yang hendak berbuka, alamat bisa ndak kehabisan lauk, dan harus mengantri.


Tunggu lanjutan ceritanya yah...! heee



@Jatipadang, 25 Ramadhan 1431H
Merindukan i'tikaf..

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

Republika Online

dakwatuna.com

 
Catatan Bunda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template