Silaturahim dengan keluarga besar bukanlah moment yang hanya ada pada saat hari raya Idul Fitri saja, kita harus menjaga baik hubungan silaturahim dengan manusia, orang-orang terdekat.Begitupula yang saya rasakan pada tahun ini. Kalau dulu (beberapa tahun lalu) yang biasa agak malas untuk silaturahim, saat ini dan untuk tahun-tahun berikutnya semua harus dibiasakan. Mengenal lebih dekat saudara-saudara saya. dan sepertinya silaturahim itu sangat indah!
Berinteraksilah dengan lingkungan sekitar
Setiap daerah memiliki kultur yang berbeda dan semua tentu sangat menjunjung tinggi silaturahim. Setahun lalu saat ayah meminta saya untuk mengenal saudara yang berdomisili di daerah lain, saat itu saat hanya mengerutkan kening. "Memang harus ya, Yah?heee. Mungkin karena saya orangnya pendiam, jadi agak sungkan untuk berinteraksi dengan oranglain, harus ngomong apa nanti dengan mereka? mungkin lebih tepatnya orang yang sedikit cuek dan malas kumpul di acara keluarga.
"Biar kamu kenal, oh...ternyata punya sodara juga di Malang-Jawa Timur," Ujarnya
Apa yang membuat saya harus silaturahim ke Malang?" itu yang menjadi dasar pertimbangan saya
"Disana dekat dengan gunung bromo-semeru-tengger, setahu ayah belakang rumah itu kawasan gunung taman nasional, ada tempat wisata yang indah, udaranya sejuk-dingin pokoknya ndak nyesel deh klo liburan sekalian silaturahim disana,"
Rupanya ayah memberikan jawaban yang membuat saya tidak bisa berkata tidak untuk menerima tawarannya. Oke, aku ikut silaturahim ke Malang!" jawab saya dengan bersemangat.
Sampai disana, saya harus menyesuaikan dengan kultur yang ada-bahasa, adat-kebiasaan, terlebih makanan! ada yang lucu waktu silaturahim kerumah saudara di malang mereka tertawa lepas, bercerita dengan bahasa jawa (logat khas jawa timur). saya terdiam, terpojokkan. Hemmm..., rupanya saat di malang saya harus memiliki kamus bahasa jawa nih biar ngerti, biar paham! ndak pernah ngerti apa yang mereka bicarakan, kalau mereka tertawa saya paling hanya bisa senyum getir, ndak jarang juga saya minta di-translate-kan oleh bule yang ngerti bahasa Jawa.
"Itu maksudnya kamu disuruh makan, kalau kurang jangan sungkan nambah." Jawabnya dengan bahasa yang sudah diterjemahkan. heeee...nah klo sudah diterjemahkan saya baru paham.
Entah sejak kapan saya mulai mengurangi intensitas berinteraksi dengan lingkungan, tepatnya mungkin waktu menjelang ujian akhir (8 tahun lalu) waktu duduk di bangku MTS. mereka memang tidak pernah melarang saya untuk saling mengenal teman-teman, berinteraksi dengan teman-teman, ikut bermain dengan teman-teman, mungkin karena saya yang agak males.
Dan, Kini..............................
semua telah berubah.......................
saya harus bisa menikmati silaturahim, dan menjaga baik silaturahim dengan sanak keluarga...........
inilah satu dari sekian banyak proses pendewasaan yang harus saya lalui sebelum pada akhirnya saya benar-benar bisa menikmatinya dengan indah!
4 Syawal 1431h/13 September 2010
- Menikmati silaturahim-

0 komentar:
Posting Komentar