Bermula dari pengumuman yang tertera di sudut masjid yang membuka kesempatan program tahsin-tahfiz for kids, saya pun tertarik untuk ikut mendaftarkan adik bungsu saya my lovely litle sis Habibah Ummi Asykary
"Kamu mau jadi seperti ustazah qonita, De? Si penghafal qur'an itu? (hhehe, teringat film KCB dimana pemeran Ustazah Qonita dalam cerita sebagai Hafizoh, biasanya anak-anak lebih senang melihat contoh konkretnya)
"Jadi aku ngafalin qur'an gitu, Ka? Tanyanya polos
"Iya, menghafal qur'an tapi sebelum menghafal kamu belajar dulu.."
"Oooh, kan tiap hari aku udah belajar qur'an di bimbel, Ka. Trus di sekolah juga di suruh hapalin surat-surat pendek." Ucapnya kemudian
"Hmm, iya benar sayang.. tapi belajar tahsin-tahfiz ini beda..gimana mau ndak? Kalau mau coba tanya sama kakak di bimbel untuk Les tahsin-tahfiz buka hari apa aja, trus bayar berapa. nanti kakak daftarin deh.. Okeh??" ajakku sedikit memaksa
Beberapa hari kemudian setelah perbincangan itu, usai pulang kantor
"Tadi aku sudah tanya tentang les taksin itu, ka.. (bibah bilang tahsin malah taksin.hehee)
"Oh, iya... terus gimana? apa kata kakaknya? "
Setelah bibah menjelaskan hari apa aja dia harus les tahsin, lengkap dengan uang pembayarannya.
"Kalau waktunya bentrok dengan les di bimbel lebih baik kamu fokus les tahsin aja, Bah. Jadi gimana kamu mau ndak?
"Aku mau jadi calon aja deh, Ka!", ungkapnya
"Hah?! Calon? Maksudnya calon apa, bah?" tanyaku makin penasaran dengan jawabannya
"Iya, kalau ustadzah qonita itu kan udah hafizoh ya, ka? nah aku calon hafizoh aja deh. jadi aku gapapa dong kalau engga ikut les tahsin-tahfiz. hahahaaa", jawabnya sambil tertawa lepas
"Gleeeekkkkk! sambil ikut tersenyum lepas
Awalnya saya agak bingung dengan jawaban Bibah. Tapi rupanya saya paham maksudnya.
Hohoooo..., ternyata maksud dia itu intinya kalau dia sebenarnya belum ingin untuk ikut les tahsin-tahfiz jadi jawaban itu hanya sebagai celetukan kecil aja. Ternyata oh ternyata cara jitu saya kurang ampuh biar si bungsu familiar dengan alqur'an.
Saudara/iku adakah yang ingin berbagi cerita atau sharing pengalaman bagaimana cara jitu yg sering kalian gunakan biar si "kecil" familiar dengan alqur'an, mau belajar alqur'an apalagi sampai tahap senang menghafal alqur'an. ^_^

Assalamu'alaikum..
BalasHapussedikit saran ana..
Caranya.. beri hadiah setiap dia menghafal 1 halaman.. dan ceritakan fadhilah dan keutamaan bagi penghafal Quran (lht di Riyadhus Shalihin).. rutinkan jadwal penyetorannya + di evaluasi..
Awalnya mgkin harus dpaksa atau dijadikan prasyarat untuk si adik melakukan sesuatu(klw d pesantren biasanya masuk ke nilai rapor)
jzklh.
Bismillah...sedikit berbagi. kebetulan 3 adik ane sudah 'berhasil' ane cekokin hapalan.
BalasHapussebenarnya tidak bisa frontal kalo kita ngeliat si kecil belum familiar dengan 'alquran'. jd biarkan si kecil familiar dengan al quran bisa kita tilawah dengan baik dan enak didengar di depan si kecil, pernah juga saya ajak maen ke lingkungan masjid yg lagi lomba2 trus iseng2 saya tantang adik2 sy itu untuk bisa ikut ga, mau gak? jd kita musti dengan bahasa enteng alias bersahabat. pernah juga sy ceritain ada anak kecil yang hapal, setel video nya di rumah, mereka suka... trus sy ngobrol2 bagaimana hapalan di MI/Sd nya... jd perlahan tapi pasti sy nmengiring 'otak'nya untuk menerima bahwa menghapal itu asyik, spesial, gampang, sy juga ajak jalan2 keliling komplek, ragunan sambil muroja'ah...jd kita harus mengerti maunya mereka juga.
Pernah saya tanggap sekilas dari beberapa anak Ust. Muzammil yg gaya dan penerimaan masing2 anaknya beda dalam cepat dan cara menghapal qur'annya. Kadang juga sy ajak ke acara2, trus minta baca ganti2an di depan acara...jd mereka suka, dan tertantang...heheh
Mungkin itu aja. Semoga Sukses.