Selasa, 02 November 2010

Kenangan : Cambuk Motivasi, Kristal Kebaikan

Detik terus berlalu menjelma menjadi menit, jam, hari, bulan dan tahun, terus berputar. Beragam peristiwa silih berganti menghiasi sembaran sejarah kehidupan ini, mulai dari yang semanis gula sampai yang sepahit empedu. Ada tawa dan senyum, kejayaan dan kegagalan,harapan dan ketakutan, sedih dan gelisah yang menghiasi.

Kenangan. Ya, setiap orang pasti mempunyai kenangan. Segala sesuatu yang berlalu dari sebuah perjalanan panjang pengembaraan manusia yang berupa apa saja dan dimana saja. Bila diingat-ingat kadang menciptakan tawa atau senyum, atau mungkin sedih atau kecewa. Ada kenangan yang terekam kuat dalam memori sehingga kita tidak dapat melupakannya atau peristiwa yang hanya sekedar lewat sehingga tidak berbuah kenangan.


Kenangan semenjak panggilan manja ”nak” oleh Bunda atau Ayah tercinta kemudian berubah menjadi ”kakak/abang” oleh adik sampai pada penggilan mesra ” kanda” oleh istri dan mungkin nanti ” ayah” oleh anak-anak kita. Saat panggilan ibu menyuruh pergi mengaji. Suara sang guru memberi pengajaran. Canda-tawa teman-teman saat bermain. Tegur ramah tetangga yang menyentuh kalbu. Lembaran itu bagai tertiup sepoi-sepoi angin. Tak tersadar layar otak sarat dengan puing-puing memori.



Kenangan dapat menjadi cemeti pelecut untuk dapat berbuat lebih baik dan untuk menggapai kesuksesan masa depan. Ia dapat menembus rintangan dinding beton dan kawat berduri yang berdiri kokoh.

Oleh karena itu kenanglah semua kesuksesan masa lalu kita, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Waktu kecil kita berhasil menghafal satu surat Al Quran, puasa Ramadhan satu bulan penuh, juara kelas, lulus kuliah, atau mendapatkan pekerjaan.

Sebaliknya kenangan dapat menjadi bayang-bayang kelam masa depan, menjadi tembok penghalang kesuksesan kita. Kegagalan-kegagalan masa lalu kadang membuat kita menjadi pesimistis, merasa rendah diri, atau merasa tidak mampu melakukan sesuatu, sehingga malas untuk berkarya.

Oleh karena itu putarlah memori otak - tepatnya otak tengah/sistem limbik yang di dalamnya terdapat amigdala yang merupakan bank memori otak, tempat menyimpan semua kenangan untuk mendapatkan kenangan-kenangan terbaik yang menjadi cemeti pelecut untuk kesuksesan kita dan kuburlah dalam-dalam kenangan-kenangan yang dapat menjadi tembok penghalang kesuksesan.

Dalam lingkup yang lebih luas, tak heran kita mulai SD sudah belajar sejarah. Termasuk juga kejayaan masa lalu, majapahit, sriwijaya, dan tentunya kejayaan Islam masa-masa awal kenabian. Itu semua adalah untuk membangkitkan motivasi kita untuk berbuat lebih baik, tentunya.

Maka jadilah pahlawan pembela negara atau mujahid Palestina yang meluluhlantakkan tank-tank Zionis Yahudi atau seorang dermawan yang setiap saat menyedekahkan hartanya atau apapun namanya sehingga ketiadaan kita dicari dan keberadaan kita diharapkan dan dibutuhkan.

Setelah meninggal orang akan mengenang kebaikan kita dan berharap akan muncul generasi seperti kita. Lebih dari itu semua, ada sebuah gelar mulia yang dilahirkan dari sebuah kenangan yang patut dimiliki oleh semua kita. Mardhatillah. Who abaut u? 

disudut kota tanggerang

3 November 2010

-BersamaMu dalam segala keadaan-

Detik terus berlalu menjelma menjadi menit, jam, hari, bulan dan tahun, terus berputar. Beragam peristiwa silih berganti menghiasi sembaran sejarah kehidupan ini, mulai dari yang semanis gula sampai yang sepahit empedu. Ada tawa dan senyum, kejayaan dan kegagalan,harapan dan ketakutan, sedih dan gelisah yang menghiasi.

Kenangan. Ya, setiap orang pasti mempunyai kenangan. Segala sesuatu yang berlalu dari sebuah perjalanan panjang pengembaraan manusia yang berupa apa saja dan dimana saja. Bila diingat-ingat kadang menciptakan tawa atau senyum, atau mungkin sedih atau kecewa. Ada kenangan yang terekam kuat dalam memori sehingga kita tidak dapat melupakannya atau peristiwa yang hanya sekedar lewat sehingga tidak berbuah kenangan.


Kenangan semenjak panggilan manja ”nak” oleh Bunda atau Ayah tercinta kemudian berubah menjadi ”kakak/abang” oleh adik sampai pada penggilan mesra ” kanda” oleh istri dan mungkin nanti ” ayah” oleh anak-anak kita. Saat panggilan ibu menyuruh pergi mengaji. Suara sang guru memberi pengajaran. Canda-tawa teman-teman saat bermain. Tegur ramah tetangga yang menyentuh kalbu. Lembaran itu bagai tertiup sepoi-sepoi angin. Tak tersadar layar otak sarat dengan puing-puing memori.



Kenangan dapat menjadi cemeti pelecut untuk dapat berbuat lebih baik dan untuk menggapai kesuksesan masa depan. Ia dapat menembus rintangan dinding beton dan kawat berduri yang berdiri kokoh.

Oleh karena itu kenanglah semua kesuksesan masa lalu kita, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Waktu kecil kita berhasil menghafal satu surat Al Quran, puasa Ramadhan satu bulan penuh, juara kelas, lulus kuliah, atau mendapatkan pekerjaan.

Sebaliknya kenangan dapat menjadi bayang-bayang kelam masa depan, menjadi tembok penghalang kesuksesan kita. Kegagalan-kegagalan masa lalu kadang membuat kita menjadi pesimistis, merasa rendah diri, atau merasa tidak mampu melakukan sesuatu, sehingga malas untuk berkarya.

Oleh karena itu putarlah memori otak - tepatnya otak tengah/sistem limbik yang di dalamnya terdapat amigdala yang merupakan bank memori otak, tempat menyimpan semua kenangan untuk mendapatkan kenangan-kenangan terbaik yang menjadi cemeti pelecut untuk kesuksesan kita dan kuburlah dalam-dalam kenangan-kenangan yang dapat menjadi tembok penghalang kesuksesan.

Dalam lingkup yang lebih luas, tak heran kita mulai SD sudah belajar sejarah. Termasuk juga kejayaan masa lalu, majapahit, sriwijaya, dan tentunya kejayaan Islam masa-masa awal kenabian. Itu semua adalah untuk membangkitkan motivasi kita untuk berbuat lebih baik, tentunya.

Maka jadilah pahlawan pembela negara atau mujahid Palestina yang meluluhlantakkan tank-tank Zionis Yahudi atau seorang dermawan yang setiap saat menyedekahkan hartanya atau apapun namanya sehingga ketiadaan kita dicari dan keberadaan kita diharapkan dan dibutuhkan.

Setelah meninggal orang akan mengenang kebaikan kita dan berharap akan muncul generasi seperti kita. Lebih dari itu semua, ada sebuah gelar mulia yang dilahirkan dari sebuah kenangan yang patut dimiliki oleh semua kita. Mardhatillah. Who abaut u? 

disudut kota tanggerang

3 November 2010

-BersamaMu dalam segala keadaan-

Senin, 01 November 2010

Ruh Para Pejuang Dakwah

Setelah pertemuan ahad, ada semangat yang terus bergemuruh, untuk mengisi setiap kepingan episode estafet dengan persembahan terbaik. Bukan karena akan berakhirnya masa ‘jabatan’, bahkan rindu jika bisa berlamalama bersama thoriqudda’wah.



Dedicated to saudara/i saya di FARIS8, Semoga tulisan ini bisa saling mengingatkan

(Kepada Jundullah)
Saat genderang perjuangan bertalu
Musuh tegak dihadapan
Teguhkan hatimu usahlah kau ragu
Wahai orang-orang beriman
Berdzikirlah sebanyak engkau mampu
Agar kemenangan jadi milikmu


Taatilah Allah dan Rasul-Nya
Qiyadah penghulu perjuangan
Tetap bersabar dalam barisan
Buang segala ego nan hina
Hindarkanlah berbantahan
Yang kan membuat hatimu gentar
Dan menghilangkan kekuatan
Karna Jundullah…
karna Jundullah....
Pantang terpencar !!



Jangan silau dengan jumlahmu
Yang angkuhkan hatimu
Riya dihadapan manusia
Kau halangi insan di jalan-Nya
Padahal Allah tahu…
Apa yang… Kau kerjakan !!



Kelengahan menambah penyesalan, kelengahan menghilangkan kenikmatan, kelengahan menghalangi penghambaan, kelengahan menambah kedengkian dan kelengahan menambah cela dan kekecewaan. Akankah kita berlama-lama dengannya ?!



Sudah menjadi fithrah manusia memiliki semangat dan kejenuhan. Hal yang berlaku sama bagi seluruh kondisi unsur penyusunnya. Ruh, akal dan jasad mengalami keduanya. Ada kalanya cemerlang dengan segenap energi diri menghasilkan prestasi - prestasi besar.


Adakalanya pudar , rapuh dan terkungkung dalam ketidakberdayaan. Ketika kesadaran tetap menemani keduanya maka yang demikian adalah lebih dekat kepada kebaikan. Akan tetapi ketika semuanya tercerai dari kesadaran, maka kebinasaan mengintainya setiap saat.


Menjaga diri agar senantiasa berada dalam kesadaran menjadi satu-satunya pilihan sikap. Kelengahan yang menghampiri terkadang bersahabat dengan setan, menampakkan pembenaran-pembenaran dalam jiwa. Semakin pudarlah hati, hambarlah amal dan hilanglah semangat kebaikan. Dalam keadaan seperti ini maka ia memberi andil terhadap pembentukan lingkungan da'wah dan kehidupan yang buruk. Keberadaannya menjadi sebab lesunya kerja da'wah. Menjadi promotor berkembangnya kelalaian dalam masyarakat. Dan yang lebih berbahaya adalah melahirkan keberanian yang salah dalam diri, berani terhadap ketentuan Allah SWT.


Sadar dalam kelemahan akan membimbing diri ke arah perbaikan. Kelemahan dipandang sekedar sebagai saat beristirahat, berhenti sejenak, untuk menorehkan karya bakti yang lebih besar dan bernilai di hadapan Allah SWT. Kesadaran akan menyebabkan lahirnya perasaan yang enggan berlama-lama dengan kelemahan.

Kesadaran yang menjaga pemahaman bahwa sesungguhnya perjuangan dalam Islam adalah untuk mewujudkan kepribadian yang direfleksikan dalam aqidah dan akhlak. Dengan pemahaman itu senantiasa mengetahui hakikat perjuangan, bahwa setiap tetes keringat kita di jalan da'wah adalah upaya keras dalam rangka memuliakan diri sendiri dihadapan Sang Khaliq, bukan orang lain !


Tibalah saatnya bagi setiap ruh pejuang untuk bangkit dari kelemahan. Berdiri tegar menentang cakrawala peradaban yang penuh kesia-siaan. Selamat tinggal kesedihan, selamat tinggal kebodohan, selamat tinggal ketidakberdayaan karena kini saatnya menyongsong kemenangan ...!


Berlarut-larut dalam kelemahan dan kelengahan hanya akan menggolongkan diri ke dalam Firman Allah :
" kami berikan kepadanya sebagian keuntungan dunia itu dan tidaklah ada baginya suatu bagian di akhirat. Yaitu dicabut dari hatinya cinta kepada akhirat. ( QS. Asy-Syura: 20 )





Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya,
Syurga dan Redha Allah

Cinta adalah sumbernya,
hati dan jiwa adalah rumahnya
Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…




@Tanggerang/ 1November2010
Setelah pertemuan ahad, ada semangat yang terus bergemuruh, untuk mengisi setiap kepingan episode estafet dengan persembahan terbaik. Bukan karena akan berakhirnya masa ‘jabatan’, bahkan rindu jika bisa berlamalama bersama thoriqudda’wah.



Dedicated to saudara/i saya di FARIS8, Semoga tulisan ini bisa saling mengingatkan

(Kepada Jundullah)
Saat genderang perjuangan bertalu
Musuh tegak dihadapan
Teguhkan hatimu usahlah kau ragu
Wahai orang-orang beriman
Berdzikirlah sebanyak engkau mampu
Agar kemenangan jadi milikmu


Taatilah Allah dan Rasul-Nya
Qiyadah penghulu perjuangan
Tetap bersabar dalam barisan
Buang segala ego nan hina
Hindarkanlah berbantahan
Yang kan membuat hatimu gentar
Dan menghilangkan kekuatan
Karna Jundullah…
karna Jundullah....
Pantang terpencar !!



Jangan silau dengan jumlahmu
Yang angkuhkan hatimu
Riya dihadapan manusia
Kau halangi insan di jalan-Nya
Padahal Allah tahu…
Apa yang… Kau kerjakan !!



Kelengahan menambah penyesalan, kelengahan menghilangkan kenikmatan, kelengahan menghalangi penghambaan, kelengahan menambah kedengkian dan kelengahan menambah cela dan kekecewaan. Akankah kita berlama-lama dengannya ?!



Sudah menjadi fithrah manusia memiliki semangat dan kejenuhan. Hal yang berlaku sama bagi seluruh kondisi unsur penyusunnya. Ruh, akal dan jasad mengalami keduanya. Ada kalanya cemerlang dengan segenap energi diri menghasilkan prestasi - prestasi besar.


Adakalanya pudar , rapuh dan terkungkung dalam ketidakberdayaan. Ketika kesadaran tetap menemani keduanya maka yang demikian adalah lebih dekat kepada kebaikan. Akan tetapi ketika semuanya tercerai dari kesadaran, maka kebinasaan mengintainya setiap saat.


Menjaga diri agar senantiasa berada dalam kesadaran menjadi satu-satunya pilihan sikap. Kelengahan yang menghampiri terkadang bersahabat dengan setan, menampakkan pembenaran-pembenaran dalam jiwa. Semakin pudarlah hati, hambarlah amal dan hilanglah semangat kebaikan. Dalam keadaan seperti ini maka ia memberi andil terhadap pembentukan lingkungan da'wah dan kehidupan yang buruk. Keberadaannya menjadi sebab lesunya kerja da'wah. Menjadi promotor berkembangnya kelalaian dalam masyarakat. Dan yang lebih berbahaya adalah melahirkan keberanian yang salah dalam diri, berani terhadap ketentuan Allah SWT.


Sadar dalam kelemahan akan membimbing diri ke arah perbaikan. Kelemahan dipandang sekedar sebagai saat beristirahat, berhenti sejenak, untuk menorehkan karya bakti yang lebih besar dan bernilai di hadapan Allah SWT. Kesadaran akan menyebabkan lahirnya perasaan yang enggan berlama-lama dengan kelemahan.

Kesadaran yang menjaga pemahaman bahwa sesungguhnya perjuangan dalam Islam adalah untuk mewujudkan kepribadian yang direfleksikan dalam aqidah dan akhlak. Dengan pemahaman itu senantiasa mengetahui hakikat perjuangan, bahwa setiap tetes keringat kita di jalan da'wah adalah upaya keras dalam rangka memuliakan diri sendiri dihadapan Sang Khaliq, bukan orang lain !


Tibalah saatnya bagi setiap ruh pejuang untuk bangkit dari kelemahan. Berdiri tegar menentang cakrawala peradaban yang penuh kesia-siaan. Selamat tinggal kesedihan, selamat tinggal kebodohan, selamat tinggal ketidakberdayaan karena kini saatnya menyongsong kemenangan ...!


Berlarut-larut dalam kelemahan dan kelengahan hanya akan menggolongkan diri ke dalam Firman Allah :
" kami berikan kepadanya sebagian keuntungan dunia itu dan tidaklah ada baginya suatu bagian di akhirat. Yaitu dicabut dari hatinya cinta kepada akhirat. ( QS. Asy-Syura: 20 )





Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya,
Syurga dan Redha Allah

Cinta adalah sumbernya,
hati dan jiwa adalah rumahnya
Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…




@Tanggerang/ 1November2010

Followers

Republika Online

dakwatuna.com

 
Catatan Bunda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template