Setelah pertemuan ahad, ada semangat yang terus bergemuruh, untuk mengisi setiap kepingan episode estafet dengan persembahan terbaik. Bukan karena akan berakhirnya masa ‘jabatan’, bahkan rindu jika bisa berlamalama bersama thoriqudda’wah.Dedicated to saudara/i saya di FARIS8, Semoga tulisan ini bisa saling mengingatkan
(Kepada Jundullah)
Saat genderang perjuangan bertalu
Musuh tegak dihadapan
Teguhkan hatimu usahlah kau ragu
Wahai orang-orang beriman
Berdzikirlah sebanyak engkau mampu
Agar kemenangan jadi milikmu
Taatilah Allah dan Rasul-Nya
Qiyadah penghulu perjuangan
Tetap bersabar dalam barisan
Buang segala ego nan hina
Hindarkanlah berbantahan
Yang kan membuat hatimu gentar
Dan menghilangkan kekuatan
Karna Jundullah…
karna Jundullah....
Pantang terpencar !!
Jangan silau dengan jumlahmu
Yang angkuhkan hatimu
Riya dihadapan manusia
Kau halangi insan di jalan-Nya
Padahal Allah tahu…
Apa yang… Kau kerjakan !!
Kelengahan menambah penyesalan, kelengahan menghilangkan kenikmatan, kelengahan menghalangi penghambaan, kelengahan menambah kedengkian dan kelengahan menambah cela dan kekecewaan. Akankah kita berlama-lama dengannya ?!
Sudah menjadi fithrah manusia memiliki semangat dan kejenuhan. Hal yang berlaku sama bagi seluruh kondisi unsur penyusunnya. Ruh, akal dan jasad mengalami keduanya. Ada kalanya cemerlang dengan segenap energi diri menghasilkan prestasi - prestasi besar.
Adakalanya pudar , rapuh dan terkungkung dalam ketidakberdayaan. Ketika kesadaran tetap menemani keduanya maka yang demikian adalah lebih dekat kepada kebaikan. Akan tetapi ketika semuanya tercerai dari kesadaran, maka kebinasaan mengintainya setiap saat.
Menjaga diri agar senantiasa berada dalam kesadaran menjadi satu-satunya pilihan sikap. Kelengahan yang menghampiri terkadang bersahabat dengan setan, menampakkan pembenaran-pembenaran dalam jiwa. Semakin pudarlah hati, hambarlah amal dan hilanglah semangat kebaikan. Dalam keadaan seperti ini maka ia memberi andil terhadap pembentukan lingkungan da'wah dan kehidupan yang buruk. Keberadaannya menjadi sebab lesunya kerja da'wah. Menjadi promotor berkembangnya kelalaian dalam masyarakat. Dan yang lebih berbahaya adalah melahirkan keberanian yang salah dalam diri, berani terhadap ketentuan Allah SWT.
Sadar dalam kelemahan akan membimbing diri ke arah perbaikan. Kelemahan dipandang sekedar sebagai saat beristirahat, berhenti sejenak, untuk menorehkan karya bakti yang lebih besar dan bernilai di hadapan Allah SWT. Kesadaran akan menyebabkan lahirnya perasaan yang enggan berlama-lama dengan kelemahan.
Kesadaran yang menjaga pemahaman bahwa sesungguhnya perjuangan dalam Islam adalah untuk mewujudkan kepribadian yang direfleksikan dalam aqidah dan akhlak. Dengan pemahaman itu senantiasa mengetahui hakikat perjuangan, bahwa setiap tetes keringat kita di jalan da'wah adalah upaya keras dalam rangka memuliakan diri sendiri dihadapan Sang Khaliq, bukan orang lain !
Tibalah saatnya bagi setiap ruh pejuang untuk bangkit dari kelemahan. Berdiri tegar menentang cakrawala peradaban yang penuh kesia-siaan. Selamat tinggal kesedihan, selamat tinggal kebodohan, selamat tinggal ketidakberdayaan karena kini saatnya menyongsong kemenangan ...!
Berlarut-larut dalam kelemahan dan kelengahan hanya akan menggolongkan diri ke dalam Firman Allah :
" kami berikan kepadanya sebagian keuntungan dunia itu dan tidaklah ada baginya suatu bagian di akhirat. Yaitu dicabut dari hatinya cinta kepada akhirat. ( QS. Asy-Syura: 20 )
" kami berikan kepadanya sebagian keuntungan dunia itu dan tidaklah ada baginya suatu bagian di akhirat. Yaitu dicabut dari hatinya cinta kepada akhirat. ( QS. Asy-Syura: 20 )
Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya,
Syurga dan Redha Allah
Cinta adalah sumbernya,
hati dan jiwa adalah rumahnya
Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
@Tanggerang/ 1November2010

0 komentar:
Posting Komentar