Apa yang dirasakan oleh para istri ditinggal suami nya berjuang demi misi perdamaian dunia? Dalam kurun waktu lama tidak bertemu, sulit berkomunikasi karena tinggal di daerah rawan konflik? Gak bisa sms, gak bisa telpon, untuk sekedar menanyakan kabar berharap sinyal selalu membawa keberuntungan.
.
.
Sekitar 800 orang prajurit TNI bertolak ke darfur-sudan afrika utara demi misi perdamaian PBB selama kurun waktu 1 tahun lamanya dan Indonesia hanya mengirim prajurit terbaik mereka untuk ditempatkan disana, satu diantaranya yang beruntung adalah kakak ipar saya yang ikut serta dalam misi ini.
.
.
Dipundak kiri mereka ada Merah Putih yang selalu mereka ingat, sikap dan tingkah laku mereka membawa nama negara, Indonesia.
.
Saya kemudian pelan-pelan memahami bagaimana menjadi seorang istri dari prajurit TNI. Apa iya istri prajurit gak pernah baper?
.
.
Sok membandingkan apa bedanya dengan saya yang ngaku2 jadi istri seorang "prajurit" dengan mereka para istri prajurit TNI? Masya Allah ternyata memang jauh beda soal mengelola perasaan khususnya perasaan pada suami 😄😉
.
.
Ditinggal rapat sebentar buru-buru sms lagi dimana? Pulang jam berapa?
Belum lagi waktu rapat lebih lama dari informasi yang diberikan bapernya bisa setengah mati.
Pulang telat sedikit tangan gatel langsung berselancar nulis perasaan untuk dikirimkan ke suami. Syukur-syukur jika dikirimnya bener ke suami aja lah kalo dikirim kesemua orang biar tau kalau saya lagi baper wah bisa kacau. Maksudnya biar suami mengerti kalo istrinya kangen :P tapi bersikap seperti itu menunjukkan ketidakdewasaan mengelola perasaan (diingatkan seseorang akan hal ini)
.
satu dua hari gak bisa telponan sama suami mungkin bukan beberapa hari hanya beberapa jam saja komunikasi tidak terhubung dengan suami bapernya tingkat dewa. Kalo istri manjanya kebangetan yakin suami gak berat pergi kemana-mana? Lah kan wajar manja sama suami sendiri bukan suami orang lain toh?! Trus ngapain ngurusin orang mau baper mau gak?! (Kalo udah begini hati-hati berart8 mulai baper tingkat tinggi xixixxi)
.
.
Dengan kondisi istri baper mengharuskan suami punya seribu satu cara buat menyakinkan istri bahwa suamipun tak pernah sedikitpun mengabaikan perasaannya cintanya.
.
Kalau bapernya kebangetan dan salah tempat pertanyaannya apa tidak yakin dengan cintanya suami hanya untuk istri? Jadi perlu pengakuan berkali-kali dengan campur aduk perasaan hati.
.
.
Ya Allah rasanya kebaperan model gini gak ada seujung kuku dari baper nya para istri prajurit yang harus siap mental sambil terus berdoa agar belahan jiwa pulang dengan selamat.
Udah gak bisa sms, telpon juga gak bisa boro-boro video callan sinyal aja timbul tenggelam. Khawatir gak sama suami? Pasti!!
.
.
Inget loh mereka para prajurit yang dikirim negara demi misi perdamaian gak jaminan pulang dengan raga utuh karena taruhannya nyawa! Dengan kondisi seperti itu lebih baik memang istri gak henti-henti terus memanjatkan doa untuk sekedar menghilangkan rasa gundah gulana yang fitrah adanya.
Saya jadi teringat pengalaman pertama yang mendebarkan ditinggal suami dinas dengan kondisi baru pindah rumah, saat itu saya masih minim informasi tentang kondisi bogor dan sekitarnya dimana saat hujan dan petir maka pemadaman listrikpun jadi makanan keseharian.
Malam pertama ditempat baru, tanpa suami karena harus dinas hampir seminggu lamanya. suasana hujan berbarengan dengan kilatan petir yang menyambar keras, listrik padam. Rasanya gak karuan! Belum lagi kalau hujan sinyal hilang. Anak-anak rewel karena takut gelap. Gak ada orang dirumah selain saya dan anak-anak. Kalau mau baper sepertinya lengkaplah sudah penderitaan saya. Tapi lagi-lagi teringat seorang kakak ipar disana dengan kondisi hampir sama ditinggal suami dinas setahun lamanya nampaknya dia santai saja ketika adiknya curhat oleh sebab hal sepele karena listrik yang terus padam dan gak berani keluar rumah. Ya sudah pelan-pelan akhirnya saya mulai menikmati suasana seperti itu sampai kini :D
Apalagi jika membandingkan dengan para istri "mujahid" di palestina ya Allah seperti bumi dan langit. Untuk mengajar amaliyah mereka saja masih amat jauh.
Ya Allah ternyata kitalah sebagai istri yang tidak pernah siap dan tidak menyiapkan diri bersuamikan seorang "prajurit" (dakwah tentunya).
Kembali dalam cinta
Cinta untuk keluarganya
Cinta untuk Indonesia negari peraduannya
Dan cinta itu butuh kedewaaaan..sangaat!!
Dewasa menata hati
Dewasa memahami arti cinta sesungguhnya
terima kasih untuk kakak iparku atas oleh-oleh bingkisan dari sudan makanannya enak hihi juga oleh-oleh berharga lainnya :)
yang sedang belajar memahami cinta, pengorbanan, ketulusan dan pengabdian 😍😙😚 untuk sebentuk kata lain yang terikat PERASAAN 😊
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar