Senin, 25 Oktober 2010

Bertemu Dalam Restu

Pagi itu, langit jakarta tampak begitu cerah tapi tidak dengan cuaca di sudut negara lain, Emirat Arabi tepatnya.. saat itu adalah musim semi..

"izinkan aku berbagi denganmu, ukhti" begitu katanya yang tiba-tiba mengawali pembicaraan.

Entah darimana sapaan itu bermula... tapi aku dapat merasa, buliran airmata yang jatuh tak mampu tertahan... hati yang begitu ringkih untuk menyampaikan..

"Silahkan ukhti...bila itu jauh membuat hatimu tenang. Sampaikan saja" Jawabku sambil menunggu respon darinya.

"Ukhti....berusaha menerima dan bersyukur atas ketetepanNya ternyata tidak mudah.

Tidak semudah yang ku bayangkan, tidak semudah saat ku menulisnya, munguatkan azzam untuk selalu Ridho dengan Garisnya.

saat kita harus menghadapinya dan mencoba menerimanya salahkah kita kalau masih saja ada tangis dan sakit di hati...apakah itu salah satu tanda karena sebenarnya hati ini blm ikhlas akan ketetapanNya?." tanyanya dengan nada sendu.


Aku masih menerka-nerka, apa yang telah terjadi dengan saudariku... berusaha menerima dan bersyukur atas ketetapanNya? tentang apa?


Perempuan itu,ukh....

sudah seminggu ini hilang rasa makannya, begitu banyak air mata yang ia keluarkan..seharusnya ia bersyukur karena Rabbnya telah mengabulkan doanya, menjawab sebuah doa dan kegelisahan hatinya, sebuah doa yang ia pinta selama ini..tapi lihatlah perempuan itu masih terseok seeeok untuk mencoba menerima ini semua

Entah semenjak kapan rasa itu tiba hadir dalam hati ini,perhatian dan sapaanya yang sering hadir menorehkan sebuah harapan di hati,sejumput doa tlah ku pinta ke Rabbku, kalau memang dia pemilik tulang rusuk ini smoga Allah memberikan kemudahan dan cara sesuai dengan peraturannya. kalau memang dia bukan orangnya, ku pinta smoga Ia segera memberikan jawabnya, sungguh tidak enak memendam ini semua.

Hingga pagi itu Allah tlah memberikan jawabnya, saat ku tahu ia akan datang menghitbah seseorang..kecewa dan sakit ini mungkin tidak akan separah ini.andai ku tahu dari awal Engkau tahu ukhti siapa akhwat yang akan ia khitbah itu?adikku ukh ia akan mengkhitbah adikku..

Sudah semenjak lama memang selalu ku bilang kepada adek, dan orang tua, kalau adek mau menikah duluan monggo tidak apa2.kalau orang tua masih susah menerima ini aku akan membantu memberikan pengertian ke orang tua

Dan sekarang ku harus berusaha tersenyum dan bahagia di hadapan mereka, mendorong mereka untuk terus maju, mencoba mengasih pengertian ke orang tua untuk bisa menirima niat baik mereka, sementara di sisi hatiku yang lain ku terluka ....dan ternyata tidak mudah ukh, ku mohon doanya.


Aku terdiam, dalam penghayatan yang dalam... sungguh bisa merasakan apa yang Ia rasakan tentang harapannya, penantiannya, perasaan terdalamnya. Jika kau berada diposisi ukhti itu apa yang akan kau lakukan?


Lamat-lamat bukan sekedar menahan haru dalam tangis kecil untuk kisah yang terurai. Tapi aku, bisa apa? cukup menjadi pendengar yang baik saat ia membutuhkan teman untuk sekedar meluapkan apa yang dirasa, menghilangkan getir-getir kelu dalam jiwa adalah lebih tepat.


Masih dalam diam yang panjang. Belum ada kata yang mampu kusampaikan padanya. apakah kata itu berisi penyemangat, atau malah sebaliknya?


(sambil mendengar nasyid Nur Kasih-Inteam sepertinya pas)

Bagaikan permata di celahan kaca

Kerdipnya sulit tuk dibedakan

Kepada Mu Tuhan ku pasrah harapan

Moga tak tersalah pilihan

Nur kasih Mu mendamai di kalbu

Jernih setulus tadahan doaku

Rahmati daku dan permintaanku

Untuk bertemu di dalam restu

Karuniakan daku serikandi

Penyejuk di mata penawar di hati

Di dunia dialah penyeri Di syurga menanti dia bidadari

Kekasih sejati teman yang berbudi

Kasihnya bukan keterpaksaan

Bukan jua karena keduniaan/( dunia )

Mekar hidup disiram nur kasih

Ya Allah kurniakanlah kami isteri

Dan anak yang soleh

Sebagai penyejuk mata......

(Mekar hidup ini disirami nur kasih)

Di tangan-Mu Tuhanku sandar impian

Penentu jodoh pertemuan

Seandai dirinya tercipta untukku

Rela ku menjadi miliknya

(Mekar disiram nur kasih)


Setelah sujud terakhir shalat malam yang panjang, tunduk. Ada tetesan tak berbunyi bergulir di atas pipi. Kesunyian itu tiba-tiba datang lagi tanpa meminta izin lebih dahulu.

Rindu dia pada yang belum diketahui namanya. Dia yang akan menggenapkan setengah dien bersama-sama. Dia yang akan dihormati, senyumi, cemberuti, dan dilembuti. Dia yang sepanjang perjalanannya akan kau temani. Hatinya menjerit pelan.."Di mana engkau pangeranku?"


Allah, aku tahu betapa ridho dirinya tunduk pada perintahMU, perintah menundukkan pandangan, perintah mengulurkan jilbab, perintah terus memperbaiki diri dari hari ke hari. Menanti janjiMu ádalah aliran air tersegar yang tak akan putus.

"...Dan wanita2 yang baik ádalah untuk laki2 yang baik dan laki2 yang baik ádalah untuk wanita2 yang baik pula"

(An Nuur:26)


Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah 2:216)


Aku merasakan kata-kata mutiara itu meluncur deras dari bibirnya. Tak ada kesedihan ataupun kekecewaan di sana, melainkan ketegaran!. Setiap keinginan dan perbuatannya hanya dilandasi untuk mengharap keridhaan Allah, begitu pula dalam menghadapi setiap persoalan,kini ia tak banyak berkeluh kesah melainkan senantiasa tabah dan berusaha menemukan rahasia dibalik cobaan Allah!


Saudariku yang dicintai Allah...

Jangan pernah lelah muliakan dirimu. Bukan untuk dia. Juga bukan untuk dirimu sendiri. Tapi semata hanya untuk Rabb-Mu. Sungguh, itu bagian dari tarbiyah dengan cara yang berbeda. Dan Mahabenar Allah, lelaki mulia itu akan datang atas nama kemuliaan pernikahan. Tanpa kau perlu teriaki, dia telah mendengar dengan kesediaan tertinggi akan seruan lembut Tuhan-Nya, yang disampaikan kepada hamba terkasih dan utusan-Nya..




(Dedicated to Ukhti Fillah di bumi para Nabi, semoga jihadmu mendapat pahala tertinggi di sisiNya..)


Di bumi kota Tanggerang

26 Oktober 2010

diantara tumpukan kertas dan kerjaan yang masih berserakan

semoga sedikit ini terselip hikmah untuk kalian semua yang membaca...

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

Republika Online

dakwatuna.com

 
Catatan Bunda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template