Jumat, 11 Maret 2016

Membahagiakan Pasangan

 

Saya sepakat mengenai bab membahagiakan istri bukan sekedar memenuhi segala keinginan istri. Tapi pada jalan, juga pada cara apa menentramkan jiwa dan menyenangkan hatinya. Bagaimana menyentuh perasaan dan hatinya si istri. Karena materi tak akan mampu mengganti rasa bersyukurnya istri memiliki suami seperti dirinya juga sebaliknya.


Karena bahagia itu tentang rasa syukur pada apa yang kita miliki saat ini bukan pada apa yang belum kita miliki saat ini.


Saya teringat, begitu banyak cara yang suami lakukan demi membahagiakan hati saya, demi membuat senyum terkembang dipipi mungil belahan jiwanya. 

Ketika tiba-tiba dia bernyanyi "romantis" saya cukup terhibur bahkan sangat terhibur hingga membuat saya tertawa sebab caranya seperti ini agak unik ditambah kefals-an suaranya jadi agak gimana gitu. Tetaplah saya bahagia dari caranya membuat saya bahagia.

Begitu juga demi membahagiakan istri, dia rela menahan kantuk nya dalam jiwa yang teramat lelah sepulang kerja memilih mendengarkan celotehan saya yang tiada habisnya rasanya saat itu ingin menumpahkan segalanya tentang kondisi rumah seharian dengan segala tingkah "isi penghuninya". Walaupun saya juga harus tau diri apa yang tidak memberatkan dirinya untuk mendengarkan segala celotehan belahan jiwanya ini :P

Suatu ketika, kondisi saya sangat lelah setelah seharian dengan full banyak agenda diluar rumah memilih merebahkan badan. suami tanpa saya minta memijit istrinya yang lelah. Ini adalah bentuk perhatiannya karena melihat istrinya dalam keadaan lelah yang bertumpuk-tumpuk. Dia tau betul bagaimana sang istri jika lelah bisa tumbang, belum lagi beberapa penyakit yang suka kambuh karena terlalu lelah. Dia peluk istrinya yang lelah, dia tenangkan jiwanya, dia biarkan anak-anak yang masih full energi (walaupun sudah malam) main sendiri dan dia, suami yang saya cintai karena Allah memilih menemani sang istri berdua saja. 

"Umi capek ya? Sini abi pijitin.." ahh rasanya meleleh lagi dibuatnya.

Belum lagi caranya membagi waktu membantu pekerjaan istrinya. Tidak jarang cuci piring bersama, melipat baju bersama, aktivitas pekerjaan rumah apa saja baginya jika dikerjakan bersama istri adalah keromantisan tersendiri, dan ini juga membuat saya bahagia karena kita sepenanggungan bersama.

Ada banyak hal yang tidak kita minta tapi Allah tak lupa menyediakannya untuk kita. atas segala kesabarannya mendidik saya sebagai istri, Terima kasih Allah dikaruniakan lelaki yang kini menjadi suamiku. Dia amat spesial untukku.

Maka bahagia itu ketika saya sebagai istri mampu bersyukur atas segala sisi baik yang ada pada diri suami lengkap dengan kelemahannya dan menerima dia dengan lapang dada begitu juga sebaliknya.


Di rumah kita yang sederhana kita bangun cerita indah tentang kita; aku, kamu dan anak-anak kita. Kelak suatu masa saat kita sudah menua kita akan rindu masa dimana kita dalam keadaan sulit, susah, senang, tetap berpegang erat dalam ikatan cinta karenaNya.

Suamiku,
Ingatkan apa yang luput dariku tentang banyak kebaikanmu.
Ingatkan apa yang luput dariku tentang keromantisanmu padaku
Karena hanya itu yang membuat aku bersyukur sepenuh hatiku BETAPA BAHAGIA ALLAH JADIKAN KAU SEBAGAI IMAM untukku.



11 Maret 2016
Dibilik rumah Jati Padang
Mari merenda cinta menautkan hati bersama berharap terus bimbingan dariNya

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

Republika Online

dakwatuna.com

 
Catatan Bunda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template