Jumat, 11 Maret 2016

Peranmu Adalah Ladang Surga Bagimu

Ya. Peranmu adalah ladang surga bagimu. kesentil banget dengan tulisan ini, berasa seperti di tampar-tampar. Kamu selama jadi hamba Allah udah ngapain aja? ibadah udah maksimal? sholat misalnya udah tepat waktu kah? lengkap dengan rawatibnya? sambil teringat lagi, sejak nikah tiap sholat tepat waktu ada aja ujiannya. udah wudhu eh tiba-tiba anak pipis dicelana, iya kalau satu lebih sering barengan antara makhluk dulu atau kholik dulu? tentu jawabannya kholik dulu. tapi kalau pipis gak di pel kan najis apa bisa sholat? nah kan ujian lagi. akhirnya milih nangani anak dulu gantiin pipisnya baru sholat. sampai poin ini saya istighfar. 

Ya Rabbana...sekuat tenaga berlari menujumu sekuat itulah setan lari kencang menghembuskan ujian, agar terlena, agar terlupa bahwa Engkau yang utama lebih dari maklukmu. belum ibadah-ibadah yang lain. sunnah misalnya. mau dhuha masih rempong kah urusan tetek bengek perdapuran dan lain-lainnya? ampuni ya Rabb. jika banyak kelalaian. 


Menghela nafas dulu. evaluasi diri baru pada poin saya sebagai hamba. sekarang bertambah peran menjadi istri. selama mendampingi suami jadi istri udah melakukan apa aja? selama jadi ibu untuk 2 amanah yang Allah titipkan padamu apa yang sudah kamu lakukan?

Terbengong dan termenung. sambil mengevaluasi diri. jangan-jangan selama ini ada aktivitas yang saya lakukan mungkin versi saya ini jadi prioritas tapi hak suami dan anak-anak saya lalaikan? Istighfar lagi.

Pernah saya dibakar api cemburu lantaran suami bisa asyik tilawah, sholat berjamaah tepat waktu lengkap dengan sunnahnya, bisa nambah hafalan. sedang saya pada aktivitas ibadah itu direpotkan dengan tetek bengek urusan anak-anak dan segala kerewelannya. saking cemburunya saya liat suami asyik tilawah berlembar-lembar. saya dekati suami, trus saya bilang, bi.. aku mau baca quran juga. bolehkan gantian jaga anak-anak?

disinilah ujiannya. sejak hari itu, suami lebih perhatian dengan me time nya saya. dan dia memberikan ruang yang cukup untuk saya bisa berlama-lama "berkhalwat denganNya".

Apapun peran kita, lakukanlah yang terbaik diwaktu tersebut karena setiap peran hakikatnya adalah ladang amal yang mendulang pahala dan jalan kita meraih surgaNya.

Ingat!
Ujian setiap diri tidaklah sama. Ada yang Allah uji dengan keluasan waktu, keluasan rizki, kelak akan ditanya untuk apa waktumu? Untuk apa hartamu engkau pergunakan? Ditangan hamba Allah yang sholih keluasan waktu, keluasan rizki akan dipergunakan sebaik-baiknya. Begitulah sebaliknya ada yang Allah uji dengan kesempitan; ditengah ujian yang melanda apakah ia tetang istiqomah dalam amalnya? Dengan kualitas dan kuantitas terbaik.

0 komentar:

Posting Komentar

Followers

Republika Online

dakwatuna.com

 
Catatan Bunda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template