Harga bbm naik, kebutuhan pokok naik ditambah kenaikan tarif listrik juga. Huaaaa...terkadang ibu-ibu bisa dibuat pusing dengan kenaikan tarif listrik pasalnya tentu ini pengaruh pada anggaran belanja yang harusnya masuk kantong ternyata harus terpotong karena dialokasikan untuk bayar tagihan listrik. Rasanya seperti kesetrum listrik. hehe
Dengan kondisi seperti ini ada baiknya Moms dan seluruh anggota keluarga memiliki kesadaran untuk menjalani hidup tanpa harus kehilangan kesenangan. solusinya Yuk Hemat Listrik. Coba mom hitung berapa rupiah sih pengeluaran Listrik keluarga dalam sebulan? 500rb? 200rb? 100rb? atau bahkan mungkin bisa berhemat lagi dari itu.
Sedikit cerita, November 2014 saat itu kami harus pindah rumah karena kondisi rumah sebelumnya rawan banjir. rumah kami di daerah Tajurhalang Bogor masih dalam tahap renovasi akhirnya kami ditawarkan oleh mertua untuk menempati rumahnya yang baru dibeli di daerah Cipayung Depok Jawa Barat.
Sangat beruntung saat itu kondisi rumah yang kami tempati masih menggunakan Meteran Listrik yang lama dengan daya listrik 900 watt. Meteran jenis ini masih mendapatkan subsidi dari Pemerintah.
Singkat cerita sebulan berlalu tagihan listrik kami saat itu hanya berkisar 30.000,- sampai 40.000,- saat ditanya oleh mertua dan orangtua. Spontan mereka kaget! Kok bisa? Agaknya mengejutkan karena mereka tau perabotan rumah kami hampir lengkap ada frezer (kami gak pakai kulkas karena buat usaha) ada TV, dll yang semua nya menggunakan listrik.
Dengan kondisi daya watt yang pas-pasan mengharuskan saya berhemat. kenapa harus berhemat? karena pasti kalau saya colokin semua perabotan yang menggunakan listrik hasilnya daya listrik gak kuat otomatis jadi sering turun.
Nah berbeda setelah kami pindah rumah ke Perumahan Grahatama Indah 3 Tajurhalang meteran dengan menggunakan token seperti yang sekarang kami gunakan tidak mendapat subsidi dari pemerintah.
Moms tau perbandingannya cukup lumayan juga loh untuk pemakaian daya listri yang sama misalnya 900 watt dengan token bisa sekitar 100rb - 150rb berbeda dengan meteran lama dengan daya listrik yang sama kami hanya menghabiskan biaya paling besar 40rb.
Per tahun 2015 kemarin terkait aturan PLN daya listrik 900 watt dinaikkan menjadi 1.300 Watt. Tentu efeknya biaya pra bayar listrik naik.
Sebelum saya kasih tips berhemat, yuk moms berhitung anggaran dulu untuk pemakaian listrik keluarga dalam sebulan dirumah ini saya ambil dari sini
Berikut beberapa tips yang kami lakukan untuk berhemat :
1. TV LED 34 Inch Samsung
Beralih ke LED! Sekarang memang sudah gak familiar ya TV tabung selain membutuhkan daya listrik lebih dari 100 watt untuk beroperasi boros tempat juga sepertinya. hehe. apalagi dengan type rumah 36 dengan 2 kamar, 1 ruang tamu ditambah perabotan seabrek. kalau kami masih menggunakan TV tabung akan banyak memakai ruang. harus beli rak tv. Nah TV LED ini juga jadi solusi.
Dari awal kami menikah sebetulnya sepakat untuk gak pakai TV alasannya sederhana karena kami gak begitu suka nonton sekedarnya aja apalagi sekarang ini tayangan tv gak bisa di sortir semua tontonan hampir gak layak ditonton. kalau mau dapat chanel yang bagus dengan kualitas tontonan yang lebih baik tentu harus beli TV kabel. Nah bukan malah berhemat tapi tambah hutang tagihan lagi.hehe
LED 34 Inch dengan teknologi LED terbaru pemakaian listrik cuma 55 Watt. nah untuk waktu nonton tv di batasi dibuat jadwal kapan kita nonton tv itupun biasanya saya setel hanya untuk nonton video anak-anak dengan menggunakan flashdisk. Udah pasti TV gak setiap hari di setel.
2. Penggunaan Lampu LED
Lagi-lagi LED! hehe itu karena ayah dan suami sering berinteraksi dengan para produsen dan supplier lampu LED merk tertentu. So, tiap hari seperti dicekokin promosi beralih ke lampu LED. Ya, akhirnya kemakan iklan deh. Nah, sedikit share pengalaman pakai lampu LED.
Sebelumnya kami masih menggunakan lampu non LED dalam 3 bulan boros sering ganti setelah beralih ke LED 5 ruangan semua pakai lampu LED jadi lebih hemat hampir setahun lebih ini belum diganti dari kami tinggal di Cipayung Depok sampai kami menempati rumah sendiri di Bogor. Lampu Led ini kami boyong lagi. terhitung November 2014 sampai Februari 2016.
Penggunaan lampu LED ini juga dikhususkan pada tempat-tempat yang paling lama hidupnya, misalnya kami gunakan untuk lampu luar rumah yang menyala sampai pagi, lampu LED lebih hemat karena dalam penggunaannya jarang di matikan. awetnya jadi lebih terasa. Juga lampu untuk kamar mandi hampir setiap hari jarang dimatikan.
3. Dispenser
konsumsi daya menyala 250 watt, standbay 6 watt. kami mengurangi jumlah pemakaian menyala dan standbay dengan masak air pake panci kemudian kami simpan dalam termos ukuran 2 Liter.
4. Magicom
hanya standbay dari jam 13.00 sampai jam 20.00 saja selebihnya tidak digunakan.
Catatan :
ada beberapa peralatan listrik yang tidak kami gunakan misalnya oven solusinya kami ganti dengan penggunaan kompor (dikukus/magicjar). anggaran untuk beli gas dalam sebulan cuma 20 ribu rupiah. atau misalnya penggunaan kipas angin saat kami perlukan maka alat listrik yang lain atau lampu kami matikan. begitu juga penggunaan mesin air.
Sedikit saya ilustrasikan asumi biaya listrik kami dan alhamdulillah pas..
Oke, moms... demikian tips dari saya. silakan diasumsikan sendiri ya biaya pemakaian listriknya. semoga membantu para momy yang ingin menghemat. oya, hemat bukan berarti pelit ya efisiensi terhadap biaya yang tidak diperlukan. hehe


0 komentar:
Posting Komentar