Rabu, 24 Februari 2016

Aku Ingin Menikmati Jawaban Tuhanku

Sejak beberapa tahun lalu, ide menulis menuangkan semua kegelisahan pikiran ini selalu saja menggoda saya untuk menuliskannya dan membaginya pada semua. Tulisan ini dimaksudkan agar saya bisa memahami dalam-dalam dan tidak merasa asing dengan maknanya.



Terkhusus untuk mereka yang selalu menyemangati saya, mengingatkan saya bahwa beginilah sesungguhnya hakikat dari jalan yang sedang ditempuh bernama “Dakwah”. Juga untuk mereka yang tidak pernah dibatasi dengan jarak, waktu dan kesibukannya. Untuk mereka yang mampu mengantarkan anak-anak “manusia” kepada jalan penuh dengan cahaya, berkah dan hidayah dariNya. Mereka yang berpeluh-peluh keringat, berlelah-lelah mengorbankan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk membuat segala persiapan, perencanaan, strategi, konsep, solusi hanya untuk dakwah yang mereka lakukan karenaNya.



Bismillah,



Aku Ingin Menikmati jawaban Tuhanku….


Pernah gak mendapat surat cinta? Surat cinta yang dikirim dari “yang amat spesial” bagaimana ya rasanya? Kemudian setelah mendapat surat cinta itu berapa kali dalam sehari kita membacanya?

Jika surat yang diberikan itu berupa pemberian harapan, memantapkan keyakinan, menghapuskan segala keraguan, menghilangkan kekhawatiran dan memberikan banyak janji kenikmatan….bukankah sudah tentu dari kita ingin sekali mendapatkan pembuktian dan jawabannya?? Dan berharap penuh mendapatkannya?? Atau ada yang tidak ingin mendapatkan surat cinta dari “yang amat spesial”??

Begitulah tentang harapan, kepekaan dan penantian jawaban yang dirasakan Umar Bin Abdul Azis saat dia membaca surat cinta yang dikirimkan oleh TuhanNya. Surat cinta itulah yang kemudian membuatnya diam sejenak dalam setiap ayat-demi ayat yang dia baca. Ketika ditanya alasannya, Umar bin Abdul Azis menjawab, aku ingin menikmati jawaban Tuhanku

Seandainya saja kita bisa memahami dengan betul apa yang membuat sekaliber Umar Bin Abdul Azis sedemikian yakin bahwa surat cintanya pasti mendapatkan jawaban dari TuhanNya. Maka sudah tentu bukan kita pun ingin sekali mendapatkan jawaban, nikmatnya tatkala Allah menjawab semua harapan, permintaan kita… tentang apa saja…. pengharapan untuk dunia dan akhirat kita. (Siap-siap deh buat surat cinta melalui list doa-doa kalian yakinlah suatu saat surat cinta dan doa itu mendapatkan jawabannya dan nikmatilah penantiannya)


Dan seandainya saja hati kita senantiasa dapat merasakan bahwa Allah benar-benar menjawab segala penantian dan harapan kita, dan Allah bahkan sudah lebih dahulu menjawabnya melalui ayat demi ayat dalam surat cintaNya, pastilah hati kita sudah terbang kegirangan dan itulah fitrah!!

Anda tau, apa yang sebenarnya diharapkan oleh Umar bin Abdul Azis dalam setiap doa-doa harapannya??

Harapannya sederhana! Sangat sederhana… tapi sangat dalam maknanya…

Setiap kali membaca Arrohmanirrohim dalam shalatnya, beliau akan selalu teringat dengan rahmat dan nikmat Allah yang melimpah diberikan kepada seluruh umatnya
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl : 18)

Dan pengharapan yang tulus saat membaca ayat ke-6 dari surat AlFatihah “Ihdinaassyirotholmustaqiim” memohon dikaruniai sahabat, saudara, teman yang shalih… mengingat kembali orang-orang beriman, bertaqwa yang hidup bersamanya atau bersama kita, dan berdoa agar Allah selalu meneguhkan mereka, meneguhkan kita di atas jalan tersebut. Karena tiada yang dapat meneguhkan dan membimbing langkap pada jalan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, kecuali Allah. Perasaan itulah yang kerap membuat Umar bin Abdul Azis bertambah dekat padaNya, dan semakin besar harapan untuk mendapatkan rahmat-Nya serta semakin rasa takut padaNya.

Pada ayat berikutnya ia juga meminta, agar dijauhkan dari saudara, sahabat, teman yang jahat…karena Allah sebaik-baik penjagaan dan pemberi makar! Serta meminta agar Allah menetapkan kita sebagai bagian dari orang-orang yang istiqamah di jalanNya…

Adakah di antara kita yang tidak ingin mendapatkan nikmat saat Allah menjawab semua surat cinta dan doa-doa kita???

Menikmati jawaban dari nikmat yang Allah janjikan kepada kita salah satunya dengan terus beramal… dengan terus bergerak, dengan terus berdakwah karena itulah bukti bahwa kita bersyukur saat Allah perlahan-lahan menjawab pengharapan nikmat kita dan beginilah cara kita menikmati nikmat jawaban yang Allah janjikan.

Orang-orang yang beristiqamah di jalan Allah akan mendapatkan buah yaitu keteguhan hati

Sungguh, ada banyak ribuan teladan orang-orang shalih di sekitar kita bahkan Al-Quran sudah sangat jelas memvisualisasikan ribuan teladan dan keteladanan mereka dari masa lalu hingga masa sekarang, termasuk ribuan perilaku buruk yang dapat menjadi pelajaran untuk kita.

Saudaraku, dalam keadaan apapun, bagaimanapun dan kapanpun semoga Al-Quran tidak  pernah lepas dari keseharian kita agar hidup kita selalu bersama dan dalam naungan al-Qur’an.


Wallahu’alam bis Showwab.




Sejak beberapa tahun lalu, ide menulis menuangkan semua kegelisahan pikiran ini selalu saja menggoda saya untuk menuliskannya dan membaginya pada semua. Tulisan ini dimaksudkan agar saya bisa memahami dalam-dalam dan tidak merasa asing dengan maknanya.



Terkhusus untuk mereka yang selalu menyemangati saya, mengingatkan saya bahwa beginilah sesungguhnya hakikat dari jalan yang sedang ditempuh bernama “Dakwah”. Juga untuk mereka yang tidak pernah dibatasi dengan jarak, waktu dan kesibukannya. Untuk mereka yang mampu mengantarkan anak-anak “manusia” kepada jalan penuh dengan cahaya, berkah dan hidayah dariNya. Mereka yang berpeluh-peluh keringat, berlelah-lelah mengorbankan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk membuat segala persiapan, perencanaan, strategi, konsep, solusi hanya untuk dakwah yang mereka lakukan karenaNya.



Bismillah,



Aku Ingin Menikmati jawaban Tuhanku….


Pernah gak mendapat surat cinta? Surat cinta yang dikirim dari “yang amat spesial” bagaimana ya rasanya? Kemudian setelah mendapat surat cinta itu berapa kali dalam sehari kita membacanya?

Jika surat yang diberikan itu berupa pemberian harapan, memantapkan keyakinan, menghapuskan segala keraguan, menghilangkan kekhawatiran dan memberikan banyak janji kenikmatan….bukankah sudah tentu dari kita ingin sekali mendapatkan pembuktian dan jawabannya?? Dan berharap penuh mendapatkannya?? Atau ada yang tidak ingin mendapatkan surat cinta dari “yang amat spesial”??

Begitulah tentang harapan, kepekaan dan penantian jawaban yang dirasakan Umar Bin Abdul Azis saat dia membaca surat cinta yang dikirimkan oleh TuhanNya. Surat cinta itulah yang kemudian membuatnya diam sejenak dalam setiap ayat-demi ayat yang dia baca. Ketika ditanya alasannya, Umar bin Abdul Azis menjawab, aku ingin menikmati jawaban Tuhanku

Seandainya saja kita bisa memahami dengan betul apa yang membuat sekaliber Umar Bin Abdul Azis sedemikian yakin bahwa surat cintanya pasti mendapatkan jawaban dari TuhanNya. Maka sudah tentu bukan kita pun ingin sekali mendapatkan jawaban, nikmatnya tatkala Allah menjawab semua harapan, permintaan kita… tentang apa saja…. pengharapan untuk dunia dan akhirat kita. (Siap-siap deh buat surat cinta melalui list doa-doa kalian yakinlah suatu saat surat cinta dan doa itu mendapatkan jawabannya dan nikmatilah penantiannya)


Dan seandainya saja hati kita senantiasa dapat merasakan bahwa Allah benar-benar menjawab segala penantian dan harapan kita, dan Allah bahkan sudah lebih dahulu menjawabnya melalui ayat demi ayat dalam surat cintaNya, pastilah hati kita sudah terbang kegirangan dan itulah fitrah!!

Anda tau, apa yang sebenarnya diharapkan oleh Umar bin Abdul Azis dalam setiap doa-doa harapannya??

Harapannya sederhana! Sangat sederhana… tapi sangat dalam maknanya…

Setiap kali membaca Arrohmanirrohim dalam shalatnya, beliau akan selalu teringat dengan rahmat dan nikmat Allah yang melimpah diberikan kepada seluruh umatnya
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl : 18)

Dan pengharapan yang tulus saat membaca ayat ke-6 dari surat AlFatihah “Ihdinaassyirotholmustaqiim” memohon dikaruniai sahabat, saudara, teman yang shalih… mengingat kembali orang-orang beriman, bertaqwa yang hidup bersamanya atau bersama kita, dan berdoa agar Allah selalu meneguhkan mereka, meneguhkan kita di atas jalan tersebut. Karena tiada yang dapat meneguhkan dan membimbing langkap pada jalan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, kecuali Allah. Perasaan itulah yang kerap membuat Umar bin Abdul Azis bertambah dekat padaNya, dan semakin besar harapan untuk mendapatkan rahmat-Nya serta semakin rasa takut padaNya.

Pada ayat berikutnya ia juga meminta, agar dijauhkan dari saudara, sahabat, teman yang jahat…karena Allah sebaik-baik penjagaan dan pemberi makar! Serta meminta agar Allah menetapkan kita sebagai bagian dari orang-orang yang istiqamah di jalanNya…

Adakah di antara kita yang tidak ingin mendapatkan nikmat saat Allah menjawab semua surat cinta dan doa-doa kita???

Menikmati jawaban dari nikmat yang Allah janjikan kepada kita salah satunya dengan terus beramal… dengan terus bergerak, dengan terus berdakwah karena itulah bukti bahwa kita bersyukur saat Allah perlahan-lahan menjawab pengharapan nikmat kita dan beginilah cara kita menikmati nikmat jawaban yang Allah janjikan.

Orang-orang yang beristiqamah di jalan Allah akan mendapatkan buah yaitu keteguhan hati

Sungguh, ada banyak ribuan teladan orang-orang shalih di sekitar kita bahkan Al-Quran sudah sangat jelas memvisualisasikan ribuan teladan dan keteladanan mereka dari masa lalu hingga masa sekarang, termasuk ribuan perilaku buruk yang dapat menjadi pelajaran untuk kita.

Saudaraku, dalam keadaan apapun, bagaimanapun dan kapanpun semoga Al-Quran tidak  pernah lepas dari keseharian kita agar hidup kita selalu bersama dan dalam naungan al-Qur’an.


Wallahu’alam bis Showwab.




Tawakal Saja Biar Allah Menyegerakannya

Ada serumput bahagia menghempas jiwa, ada kesejukan mengalir tenang membasahi hati dalam raga, ada bias-bias cahaya yang terus memancar terang untuk memapah tiap langkah agar dapat berjalan.

Sejenak merenung, ada banyak permohonan yang hampir tak pernah putus terpanjatkan kepadaNya, namun…hingga sekarang belum juga terwujud.

Ada banyak permintaan yang terucap kepadaNya, namun hingga detik ini belum juga terpenuhi.  Mungkin, saya pernah merasakan lidah yang hampir kelu karena terus bermunajat namun belum juga terijabah, atau kelelahan batin yang begitu meletihkan karena doa yang hampir selalu terucapkan, namun belum juga terjawab.

Sungguh, tiap-tiap bait dalam doa yang terucapkan bagi saya itu adalah energi yang membentuk ketahanan kita dalam menghadapi ujian hidup. Ia adalah senjata, karena dengannya kita mendapat bantuan dari yang Maha Kuat.

Ya…kekuatan iman kita justru akan semakin tampak tatkala kita berupaya sekuat tenaga dan terus menerus memanjatkan doa, namun kita belum juga merasakan perubahan.

Kembali teringat akan sebuah kutipan kata yang begitu membekas dan mengena di hati “Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia tetap totalitas dalam berdoa tapi ia belum juga melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab berputus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan karena ia yakin bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya.”

Hampir sama kondisinya dengan orang yang menaiki gunung tinggi. Ia dianjurkan untuk tidak terlalu sering melemparkan pandangannya ke atas gunung yang harus ia daki, karena bisa memunculkan ketidakpercayaan diri dan membebani langkahnya untuk terus mendaki. Tapi, ketika ia turun dari tempat yang tinggi, ia juga dianjurkan untuk tidak terlalu sering melihat jauh ke bawah. Karena jauhnya daratan yang ia lihat bisa menimbulkan kelemahan pada jiwa.


Adalah suatu kefitrahan bila kita merasa resah atas tiap bait-bait doa yang belum terjawab. Tawakal saja…bila kita tak pernah berhenti berdoa, dalam tiap kesunyian kita terus mengiba dengan penuh harap dan cemas dalam doa.

Bukankah orang-orang yang memohon dan menginginkan doanya segera terkabul, cepat terwujud adalah bukti dari kelemahan iman?

“Sesungguhnya Allah tidak pernah mengabulkan doa dari hati yang lalai.”

Akhirnya kita masih memiliki sumber kegembiraan sejati yaitu doa yang membuat keimanan kita semakin hari semakin kuat.

Maka sekarang tawakal saja…biar Allah yang menyegerakannya, menyegerakan kita dalam kebaikan yang menghantarkan kita menuju keridhaanNya.

Wallahu’alam Bish Showwab..
Ada serumput bahagia menghempas jiwa, ada kesejukan mengalir tenang membasahi hati dalam raga, ada bias-bias cahaya yang terus memancar terang untuk memapah tiap langkah agar dapat berjalan.

Sejenak merenung, ada banyak permohonan yang hampir tak pernah putus terpanjatkan kepadaNya, namun…hingga sekarang belum juga terwujud.

Ada banyak permintaan yang terucap kepadaNya, namun hingga detik ini belum juga terpenuhi.  Mungkin, saya pernah merasakan lidah yang hampir kelu karena terus bermunajat namun belum juga terijabah, atau kelelahan batin yang begitu meletihkan karena doa yang hampir selalu terucapkan, namun belum juga terjawab.

Sungguh, tiap-tiap bait dalam doa yang terucapkan bagi saya itu adalah energi yang membentuk ketahanan kita dalam menghadapi ujian hidup. Ia adalah senjata, karena dengannya kita mendapat bantuan dari yang Maha Kuat.

Ya…kekuatan iman kita justru akan semakin tampak tatkala kita berupaya sekuat tenaga dan terus menerus memanjatkan doa, namun kita belum juga merasakan perubahan.

Kembali teringat akan sebuah kutipan kata yang begitu membekas dan mengena di hati “Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia tetap totalitas dalam berdoa tapi ia belum juga melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab berputus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan karena ia yakin bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya.”

Hampir sama kondisinya dengan orang yang menaiki gunung tinggi. Ia dianjurkan untuk tidak terlalu sering melemparkan pandangannya ke atas gunung yang harus ia daki, karena bisa memunculkan ketidakpercayaan diri dan membebani langkahnya untuk terus mendaki. Tapi, ketika ia turun dari tempat yang tinggi, ia juga dianjurkan untuk tidak terlalu sering melihat jauh ke bawah. Karena jauhnya daratan yang ia lihat bisa menimbulkan kelemahan pada jiwa.


Adalah suatu kefitrahan bila kita merasa resah atas tiap bait-bait doa yang belum terjawab. Tawakal saja…bila kita tak pernah berhenti berdoa, dalam tiap kesunyian kita terus mengiba dengan penuh harap dan cemas dalam doa.

Bukankah orang-orang yang memohon dan menginginkan doanya segera terkabul, cepat terwujud adalah bukti dari kelemahan iman?

“Sesungguhnya Allah tidak pernah mengabulkan doa dari hati yang lalai.”

Akhirnya kita masih memiliki sumber kegembiraan sejati yaitu doa yang membuat keimanan kita semakin hari semakin kuat.

Maka sekarang tawakal saja…biar Allah yang menyegerakannya, menyegerakan kita dalam kebaikan yang menghantarkan kita menuju keridhaanNya.

Wallahu’alam Bish Showwab..

Selasa, 23 Februari 2016

Cinta, Rindu dan Cemburu



Cinta itu...
Ujian hidup
bagaimana kamu bisa bersabar dalam rindu
dan bersyukur oleh cemburu



Siang itu di ruang makan saya acuhkan dirinya saya tinggalkan ruang makan dengan kondisi sangat tidak berselera. Saya acuhkan dia yang masih sibuk menerima panggilan telepon dari teman kantor. Sabtu pekan ini hari libur jadwal dia off (libur kerja) bukankah seharusnya adalah waktu dia dan keluarganya? Tidak bisakah teman kantornya itu memahami tidak hanya kerjaan yang menjadi “urusannya” ada keluarga; anak dan istrinya?

Perasaan saya sangat cemburu saat itu. salahkan saya yang cemburu pada kantor nya? pada rekan kerja nya?

Benar saja.
Cinta itu ujian hidup
Bagaimana kita mampu bersabar dalam rindu
Dan bersyukur oleh cemburu

Cinta inilah yang membuat saya rindu pada waktu-waktu suami bercengkrama dengan saya pun dengan anak-anak, berbincang hangat, berdiskusi, bercanda dan bermanja-manja.

Cinta ini jugalah yang membuat saya menerbangkan rindu hanya berkirim pesan ucap say kangen, cinta inilah yang membuat saya memahami waktu-waktu kesibukan suami dan menahan diri sejenak bahwa saya rindu waktu bersama suami saat dia disibukkan dengan amanah dan pekerjaan kantornya. Ya, rindu perasaan dari cinta kami yang terpupuk tidak bisa digantikan dengan apapun dan hal lainnya kecuali ingin cepat-cepat bertemu, bercerita, berbincang, bercanda daaaaaan bermanja-manja walaupun lebih sering kemanjaan itu juga saya rindukan kemanjaan suami pada istrinya. 

kali ini bagaimana membuat suami mengerti bahwa saya sedang rindu dan cemburu?

Saya diamkan beberapa saat. tidak bertanya apapun sambil pelan-pelan saya menata hati saya memilih menyendiri di kamar. Lepas suami menerima telepon penting dari kantor. dia mendekati saya mencoba membuka komunikasi lagi dengan istrinya.

“Kenapa cinta? Marah ya abi terima telepon dari kantor?,” tanyanya lembut

“Iya. Aku cemburu!!,” jawabku tanpa banyak basa-basi

“Maaf ya sudah buat cemburu. Mau abi peluk?,” ungkapnya merajuk

Dia paling tau betul kalau sudah dipeluk mungkin amarahku bisa mereda tapi kali ini tidak. Entah kenapa saya sedemikian cemburu. Saya katakan pada suami saya butuh waktu dan tidak ingin dipeluk.

“Benar gak mau abi peluk?,” lagi-lagi merajuk
“Iya.”
“Ya udah abi kedepan ya.”
“Heumm.”

Rindu akan waktu saya bercengkrama, berdua, bermesra, bercanda, bermanja dengan suami karena kecemburuan saya seketika berubah dari hangat menjadi dingin. Seisi rumah seperti tidak nyaman berada berdekatan dan inilah yang membuat kita berjarak. Hal ini juga yang disadari oleh suami bahwa kecemburuan istri telah membuatnya berjarak dengan cepat iya kembali lagi ke kamar dan membujuk saya.

“Umi, cinta.. maaf ya. Abi salah sudah buat umi cemburu. Boleh abi tau kenapa umi cemburu?,” tanyanya

Sini kita duduk berdekatan. coba sampaikan kenapa umi cemburu? Sambil ekspresinya buru-buru pengen peluk sang istri tapi tak bisa karena hati saya masih terasa dingin.

Hmmm....sepertinya saya memang perlu komunikasikan perasaan cemburu ini pada suami?,"Ungkap saya membatin


"Aku paham dan berusaha setiap waktu memahami kondisi abi baik sebagai suami dan karyawan. Pun terhadap waktu jam kerja abi dengan tidak banyak bertanya atau merengek kapan abi pulang walaupun aku juga rindu pertemuan dengan suami. Maka, ketika abi sampaikan padaku bahwa hari ini adalah waktu abi libur kerja aku ingin abi benar-benar libur dari segala persoalan di kantor apapun itu. 1 hari saja me time dengan suami juga dengan anak-anak. Bisakah? Kalaupun ada hal-hal darurat terkait kantor bolehkah komunikasi terlebih dahulu dengan istri? Selama 3 pekan tiap sabtu abi selalu masuk. Tentu berbeda jika tadi pagi abi sampaikan abi masuk kerja, tidak akan kutunggu waktu kita bermanja bersama,” ungkap saya menjelaskan padanya


“Oh begitu. tapi, ini darurat mi. abi harus ke kantor karena kunci ruangan lupa dan terbawa sama abi. Jadi abi harus ke kantor memberikan kunci ke rekan kerja.” Jawabnya menjelaskan.


Sampai penjelasannya itu saya tidak berkata lagi. memilih diam. Saya persilakan suami mau melakukan aktivitas apa. Tidak lama setelah kami berkomunikasi, telepon suami berdering kembali dari rekan kerjanya mengkonfirmasi bahwa ada kunci cadangan jadi suami tidak perlu ke kantor untuk memberikan kunci.

Dalam hati saya mengucap syukur.

Setelahnya suami benar-benar minta maaf karena waktu me time kami “ada gangguan” saya dibujuk, dirayu dan segala macam usahanya demi untuk melihat sang istri tersenyum sumringah.

Berhasilkah? 
tentu berhasil!

saya pun tidak ingin berlama-lama dalam kecemburuan terlebih kehilangan waktu bersama suami.hehe


Jika cemburu, saya sampaikan pada suami; saya cemburu pada hal ini dan hal itu, begitupun dengannya dia akan cemburu pada saya untuk hal ini dan itu. maka ini yang kemudian menjadi "pakem" kami  sama-sama mengkondisikan diri bahwa saya menghindari ini dan itu karena pasangan saya cemburu pada hal ini dan itu. saya berusaha menjauhi pada hal-hal apa aja yang suami saya tidak suka dan menyebabkan ia cemburu pun sebaliknya :D


Apakah suami menafikkan perasaan cemburunya sang istri? 
"Masa kaya gitu aja cemburu ini kan cuma urusan sepele."
Alhamdulillah tidak demikian.


Bagi saya bukan apa yang menjadikan suami dan istri cemburu tapi pada komunikasi yang baik saat keduanya sedang dirundung cemburu dan ini yang sulit (menurut saya) sebab kita kadang bisa berpikir tidak logis dengan api yang terus membakar kondisi hati karena kecemburuan menjadi-jadi. Apinya memang tidak terlihat tapi panasnya sangat jelas terasa membakar bahkan bisa jadi salah-salah pihak ketiga yang jadi sasaran kecemburuan suami/istri entah barangkah dan parahnya jika pihak ketiga itu adalah orang! Duh kasian! karena cemburunya kita pada suami/istri yang tidak bisa terkontrol membuat kita kurang kendali, menduga-duga, berprasangka, menuduh dan hal-hal lainnya. 

"Ya Rabbi jaga hati kami tetap mengingatMu dan bersamaMu dalam segala cuaca hati."



Sulitkah menyampaikan pada pasangan. Maaf saya cemburu pada hal ini dan itu yang kamu lakukan? selanjutnya komunikasikan dengan baik. 



Ketika Cemburu Menyapa Hati


Salahkah aku yang cemburu?


saya teringat dari kisah Aisyah istri yang paling dicintai Rasulullah setelah khodijah. Siapa bilang istri Rasulullah tidak pernah cemburu? Lagi-lagi ini bukan alibi saya padanya bahwa saya layak cemburu dan kamu harus tau cemburunya saya. hohoo... tentu tidak demikian ^_^


Bagaimana kisahnya?

Suatu malam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam secara diam diam keluar dari rumah Aisyah. Maka sikap Rasulullah ini menjadikan Aisyah sedemikian merasa cemburu. Sekembalinya beliau dari luar rumah, Rasulullah memahami sikap Aisyah yang sedang hanyut dalam rasa cemburu. Segera beliau bertanya kepada Aisyah: apakah engkau sedang ditimpa rasa cemburu?
Mendapat pertanyaan seperti ini, Aisyah menjawab:
Mana mungkin wanita seperti aku tidak terus ditimpa rasa cemburu karena memiliki suami seperti engkau (suami idaman setiap wanita)? Riwayat Muslim 
Saking cemburunya Aisyah, Rasulullah hanya tersenyum seraya berkata “Apakah engkau masih meragukanku wahai Ummu Abdillah?” sampai-sampai sang ayah Abu Bakar r.a mendengar perkataan Aisyah dan kesal, lalu dia mendatangi Aisyah dan hendak menamparnya.
Cinta itu membutuhkan jiwa besar dan lapang dada karena ternyata istriku/suamiku sering dirundung cemburu. Berumahtangga itu…belajarnya setiap waktu, setiap saat. Saat suka dukanya, sumringahnya, ramai dan sepi nya.
Maka, cinta itu telah mengajarkanku belajar mengelola hati agar tak cepat emosi tatkala kecemburuanku menjadi-jadi. Bagaimana saya harus berhadapan dengan “Kecemburuan dan Kerinduan”

Karena cinta yang berlebihan itulah yang membuat aku merindu hingga dibuat cemburu. Ini baru pada makhluk bagaimana rasanya jika Allah cemburu pada kita? sebab kita terlampau sibuk memikirkan makluk dari kholiknya.

Karena kecemburuan dan kerinduan ini yang merekatkan cinta, menambah sakinah dan hari-hari kita terasa lebih berwarna untuk kembali bermanja-manja dengan suami tercinta.


Terima kasih cinta,
Yang memahamiku….
Juga kerinduanku…
Lengkap dengan kecemburuanku….

Dan aku juga begitu…
Padamu….
Belahan jiwaku….

Imam yang Allah titipkan untuk meluruskan segala kebengkokanku…



Bogor, 24 Februari 2016
Ditengah tumpukan kerjaan tanpa deadline ^_^


Cinta itu...
Ujian hidup
bagaimana kamu bisa bersabar dalam rindu
dan bersyukur oleh cemburu



Siang itu di ruang makan saya acuhkan dirinya saya tinggalkan ruang makan dengan kondisi sangat tidak berselera. Saya acuhkan dia yang masih sibuk menerima panggilan telepon dari teman kantor. Sabtu pekan ini hari libur jadwal dia off (libur kerja) bukankah seharusnya adalah waktu dia dan keluarganya? Tidak bisakah teman kantornya itu memahami tidak hanya kerjaan yang menjadi “urusannya” ada keluarga; anak dan istrinya?

Perasaan saya sangat cemburu saat itu. salahkan saya yang cemburu pada kantor nya? pada rekan kerja nya?

Benar saja.
Cinta itu ujian hidup
Bagaimana kita mampu bersabar dalam rindu
Dan bersyukur oleh cemburu

Cinta inilah yang membuat saya rindu pada waktu-waktu suami bercengkrama dengan saya pun dengan anak-anak, berbincang hangat, berdiskusi, bercanda dan bermanja-manja.

Cinta ini jugalah yang membuat saya menerbangkan rindu hanya berkirim pesan ucap say kangen, cinta inilah yang membuat saya memahami waktu-waktu kesibukan suami dan menahan diri sejenak bahwa saya rindu waktu bersama suami saat dia disibukkan dengan amanah dan pekerjaan kantornya. Ya, rindu perasaan dari cinta kami yang terpupuk tidak bisa digantikan dengan apapun dan hal lainnya kecuali ingin cepat-cepat bertemu, bercerita, berbincang, bercanda daaaaaan bermanja-manja walaupun lebih sering kemanjaan itu juga saya rindukan kemanjaan suami pada istrinya. 

kali ini bagaimana membuat suami mengerti bahwa saya sedang rindu dan cemburu?

Saya diamkan beberapa saat. tidak bertanya apapun sambil pelan-pelan saya menata hati saya memilih menyendiri di kamar. Lepas suami menerima telepon penting dari kantor. dia mendekati saya mencoba membuka komunikasi lagi dengan istrinya.

“Kenapa cinta? Marah ya abi terima telepon dari kantor?,” tanyanya lembut

“Iya. Aku cemburu!!,” jawabku tanpa banyak basa-basi

“Maaf ya sudah buat cemburu. Mau abi peluk?,” ungkapnya merajuk

Dia paling tau betul kalau sudah dipeluk mungkin amarahku bisa mereda tapi kali ini tidak. Entah kenapa saya sedemikian cemburu. Saya katakan pada suami saya butuh waktu dan tidak ingin dipeluk.

“Benar gak mau abi peluk?,” lagi-lagi merajuk
“Iya.”
“Ya udah abi kedepan ya.”
“Heumm.”

Rindu akan waktu saya bercengkrama, berdua, bermesra, bercanda, bermanja dengan suami karena kecemburuan saya seketika berubah dari hangat menjadi dingin. Seisi rumah seperti tidak nyaman berada berdekatan dan inilah yang membuat kita berjarak. Hal ini juga yang disadari oleh suami bahwa kecemburuan istri telah membuatnya berjarak dengan cepat iya kembali lagi ke kamar dan membujuk saya.

“Umi, cinta.. maaf ya. Abi salah sudah buat umi cemburu. Boleh abi tau kenapa umi cemburu?,” tanyanya

Sini kita duduk berdekatan. coba sampaikan kenapa umi cemburu? Sambil ekspresinya buru-buru pengen peluk sang istri tapi tak bisa karena hati saya masih terasa dingin.

Hmmm....sepertinya saya memang perlu komunikasikan perasaan cemburu ini pada suami?,"Ungkap saya membatin


"Aku paham dan berusaha setiap waktu memahami kondisi abi baik sebagai suami dan karyawan. Pun terhadap waktu jam kerja abi dengan tidak banyak bertanya atau merengek kapan abi pulang walaupun aku juga rindu pertemuan dengan suami. Maka, ketika abi sampaikan padaku bahwa hari ini adalah waktu abi libur kerja aku ingin abi benar-benar libur dari segala persoalan di kantor apapun itu. 1 hari saja me time dengan suami juga dengan anak-anak. Bisakah? Kalaupun ada hal-hal darurat terkait kantor bolehkah komunikasi terlebih dahulu dengan istri? Selama 3 pekan tiap sabtu abi selalu masuk. Tentu berbeda jika tadi pagi abi sampaikan abi masuk kerja, tidak akan kutunggu waktu kita bermanja bersama,” ungkap saya menjelaskan padanya


“Oh begitu. tapi, ini darurat mi. abi harus ke kantor karena kunci ruangan lupa dan terbawa sama abi. Jadi abi harus ke kantor memberikan kunci ke rekan kerja.” Jawabnya menjelaskan.


Sampai penjelasannya itu saya tidak berkata lagi. memilih diam. Saya persilakan suami mau melakukan aktivitas apa. Tidak lama setelah kami berkomunikasi, telepon suami berdering kembali dari rekan kerjanya mengkonfirmasi bahwa ada kunci cadangan jadi suami tidak perlu ke kantor untuk memberikan kunci.

Dalam hati saya mengucap syukur.

Setelahnya suami benar-benar minta maaf karena waktu me time kami “ada gangguan” saya dibujuk, dirayu dan segala macam usahanya demi untuk melihat sang istri tersenyum sumringah.

Berhasilkah? 
tentu berhasil!

saya pun tidak ingin berlama-lama dalam kecemburuan terlebih kehilangan waktu bersama suami.hehe


Jika cemburu, saya sampaikan pada suami; saya cemburu pada hal ini dan hal itu, begitupun dengannya dia akan cemburu pada saya untuk hal ini dan itu. maka ini yang kemudian menjadi "pakem" kami  sama-sama mengkondisikan diri bahwa saya menghindari ini dan itu karena pasangan saya cemburu pada hal ini dan itu. saya berusaha menjauhi pada hal-hal apa aja yang suami saya tidak suka dan menyebabkan ia cemburu pun sebaliknya :D


Apakah suami menafikkan perasaan cemburunya sang istri? 
"Masa kaya gitu aja cemburu ini kan cuma urusan sepele."
Alhamdulillah tidak demikian.


Bagi saya bukan apa yang menjadikan suami dan istri cemburu tapi pada komunikasi yang baik saat keduanya sedang dirundung cemburu dan ini yang sulit (menurut saya) sebab kita kadang bisa berpikir tidak logis dengan api yang terus membakar kondisi hati karena kecemburuan menjadi-jadi. Apinya memang tidak terlihat tapi panasnya sangat jelas terasa membakar bahkan bisa jadi salah-salah pihak ketiga yang jadi sasaran kecemburuan suami/istri entah barangkah dan parahnya jika pihak ketiga itu adalah orang! Duh kasian! karena cemburunya kita pada suami/istri yang tidak bisa terkontrol membuat kita kurang kendali, menduga-duga, berprasangka, menuduh dan hal-hal lainnya. 

"Ya Rabbi jaga hati kami tetap mengingatMu dan bersamaMu dalam segala cuaca hati."



Sulitkah menyampaikan pada pasangan. Maaf saya cemburu pada hal ini dan itu yang kamu lakukan? selanjutnya komunikasikan dengan baik. 



Ketika Cemburu Menyapa Hati


Salahkah aku yang cemburu?


saya teringat dari kisah Aisyah istri yang paling dicintai Rasulullah setelah khodijah. Siapa bilang istri Rasulullah tidak pernah cemburu? Lagi-lagi ini bukan alibi saya padanya bahwa saya layak cemburu dan kamu harus tau cemburunya saya. hohoo... tentu tidak demikian ^_^


Bagaimana kisahnya?

Suatu malam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam secara diam diam keluar dari rumah Aisyah. Maka sikap Rasulullah ini menjadikan Aisyah sedemikian merasa cemburu. Sekembalinya beliau dari luar rumah, Rasulullah memahami sikap Aisyah yang sedang hanyut dalam rasa cemburu. Segera beliau bertanya kepada Aisyah: apakah engkau sedang ditimpa rasa cemburu?
Mendapat pertanyaan seperti ini, Aisyah menjawab:
Mana mungkin wanita seperti aku tidak terus ditimpa rasa cemburu karena memiliki suami seperti engkau (suami idaman setiap wanita)? Riwayat Muslim 
Saking cemburunya Aisyah, Rasulullah hanya tersenyum seraya berkata “Apakah engkau masih meragukanku wahai Ummu Abdillah?” sampai-sampai sang ayah Abu Bakar r.a mendengar perkataan Aisyah dan kesal, lalu dia mendatangi Aisyah dan hendak menamparnya.
Cinta itu membutuhkan jiwa besar dan lapang dada karena ternyata istriku/suamiku sering dirundung cemburu. Berumahtangga itu…belajarnya setiap waktu, setiap saat. Saat suka dukanya, sumringahnya, ramai dan sepi nya.
Maka, cinta itu telah mengajarkanku belajar mengelola hati agar tak cepat emosi tatkala kecemburuanku menjadi-jadi. Bagaimana saya harus berhadapan dengan “Kecemburuan dan Kerinduan”

Karena cinta yang berlebihan itulah yang membuat aku merindu hingga dibuat cemburu. Ini baru pada makhluk bagaimana rasanya jika Allah cemburu pada kita? sebab kita terlampau sibuk memikirkan makluk dari kholiknya.

Karena kecemburuan dan kerinduan ini yang merekatkan cinta, menambah sakinah dan hari-hari kita terasa lebih berwarna untuk kembali bermanja-manja dengan suami tercinta.


Terima kasih cinta,
Yang memahamiku….
Juga kerinduanku…
Lengkap dengan kecemburuanku….

Dan aku juga begitu…
Padamu….
Belahan jiwaku….

Imam yang Allah titipkan untuk meluruskan segala kebengkokanku…



Bogor, 24 Februari 2016
Ditengah tumpukan kerjaan tanpa deadline ^_^

Amarah dan Doa Ibunda



Doamu penerang sumpahmu mulia
Ikhlas dan ridomu bagi untuk anaknya
Jasamu tak dapat dibalaskan harta
Meski lautan emas sebagai gantinya

Lantunan lirik nasyid IBU dari Ar-Royyan mengingatkan saya akan amarah dan do'a ibunda dari serangkaian kisah menangani anak-anak yang rewel, tantrum, dll.


Dua bocah perempuan mungil kami sedang bermain-main. Ya, putri kembar kami yang berusia 3 tahun 8 bulan seperti tidak pernah ada lelah di raut wajahnya. lari kesana kemari tidak peduli apa yang tengah dirasa uminya. selesai main lego lanjut main masak-masakan, jika sudah bosan mereka narik-narik saya minta ambilkan buku. belum selesai baca buku mereka minta ini dan itu. 

dari ruangan yang satu pindah ke ruangan yang lain. belum selesai merapikan ruangan yang satu, ruangan lainnya sudah berantakan lagi. begitulah setiap hari, kadang mereka mau membereskan mainan sendiri tidak jarang juga harus diingatkan berkali-kali.setengah jam sebelum adzan dzuhur rumah belum selesai saya rapikan. saya sampaikan pada mereka sebentar lagi adzan yuk kita sama-sama rapikan. mereka tidak mau. saya coba bujuk lagi bahwa saya akan turut serta membantu mereka merapikan. mereka juga tidak mau. tidak ada kesepakatan saat itu sedang waktu terus melaju dan saya harus cepat-cepat merapikan seluruh ruangan agar nyaman digunakan untuk sholat.

"Baik kalau tidak mau. umi akan rapikan setelah ini tidak main lagi ya. kecuali, kalau khansa dan kaisah mau bantu umi merapikan mainan khansa dan kaisah umi izinkan main lagi." ucap saya pada mereka.

entah kalimat saya yang terlalu panjang tetap saja mereka tidak bergeming asyik melanjutkan robekan-robekan kertas. pelan-pelan saya bereskan mulai dari ruang kamar dulu yang akan saya gunakan untuk sholat. saya kumpulkan mainan mereka kemudian saya taruh di box mainan. setelah selesai saya lanjut ambil sapu trus ngepel. belum beranjak dari kamar tiba-tiba di ruangan lain suara teriakan kaisah memecah konsentrasi saya.

"Umiiiiii....kakak tuh...umiiiii orang aku gak mau main. aku gak mau di ledek." teriaknya ketakutan

Dan.....selanjutnya apa yang terjadi?

si kakak, terus saja meledek adiknya yang sudah ketakutan. sampai si adik nangis kejer dan teriak-teriak.

"Kaaaaaa.....adiknya sudah takut. berhenti meledek dede ya." ucap saya padanya.

Alhamdulillah sudah mereda. si kakak tidak meledek adiknya lagi. saya memahami sebetulnya sang kakak hanya ingin main dengan adiknya karena dedek gak mau main dan dia sudah mengkonfirmasi bahwa dia tidak mau diajak bercanda/diledek teriakannya hanya sebagai bentuk ekspersinya. selanjutnya saya biarkan mereka melerai sendiri. saya memilih lanjut merapikan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya :D

Beranjak saya ambil sapu dan alat pel. si kakak teriak lagi.

"Umiiiii....aku kebelet nih mau pipis." ungkapnya.

"Iya...Nak. Khansa ke kamar mandi dulu ya, trus buka celana nanti kalau sudah panggil umi." (posisi sudah pw saat itu sedang ngepel). saya tengok kebelangan dia sudah pipis dilantai. menghela nafaaaaasss dulu.

"Ya sudah sekarang kakak ke kamar mandi ya. umi bereskan pipis khansa dulu di lantai. okeh?", tawaran saya padanya. dan dia mengangguk mengiyakan berjalan ke kamar mandi.
disaat yang sama saya tidak menyadari bahwa kaisah ditempat berbeda ikut pipis dicelana. hwuaaaaaa....entah kenapa mereka selalu barengan sampai pipispun gak mau ketinggalan.

"
Astaghfirullahal ‘Adzim! kaisaaah kenapa pipis juga dilantai?" sudah gak bisa ditahan ya?", tanya saya meminta menjelasan sang adik. "Ya sudah langsung ke kamar mandi."


di kamar mandi, kakak khansa PUP & najisnya berceceran sampai ke luar kamar mandi karena dia inisiatif menyiram sendiri. sedang adik kaisah menumpah semua sampo dalam bak yang berisi air penuh sambil ngobok-ngobok.

"Astaghiruuuuullahal adziiiim....khansaaaaaaa....kaisaaaaaaah..jadikan anakku profesor, doktor, hafidzah ya Allah..amiin." amarah saya mulai meninggi, tatapan saya tajam. saya tatap mereka lekat-lekat berharap kedua putriku memahami "kegelisahan" uminya saat itu.

"kakak tau harus PUP dimana?" sampai pertanyaan ini saya memilih diam menahan amarah saya agar tidak meletup-letup tidak berkesudahan.

Mereka kaget dengan kalimat istighfar saya yang keras saat itu seperti saya sedang menghentikan saraf neuronnya yang sedang bersambung, berdekatan oleh sebab kalimat saya yang meninggi.

Masih di kamar mandi saya peluk dalam-dalam kedua buah hati saya. saya menangis. 

"Maafkan umi ya, Nak. sudah buat kakak dan dede jadi takut" sambil saya tatap wajah mereka yang sudah ngembang air mata. buru-buru saya beresin, saya mandiin saya rapikan mereka. setelah selesai saya meminta pengertian mereka menunggu agar tidak keluar kamar/ turun dari kasur karena saya harus merapikan ruangan yang terkena najis.

pernahkah bunda mengalami demikian? 

saya, seorang ibu yang biasa sama seperti ibu lainnya. 

dalam kondisi marah yang selalu saya ingat dan sangat saja jaga adalah kata-kata yang saya lontarkan oleh sebab saya kesal, ngondok, bete, dll karena ulah mereka. 

masih teringat betul beberapa kisah teladan terus membuntuti saya manakala saya kesal pada anak-anak saya tidak boleh melontarkan/mengucapkan kalimat negatif. karena ucapan saya sebagai seorang ibu adalah doa. dimana salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anaknya.

Amarah dan Doa Ibunda

Kini saya sudah menjadi Ibu. dari 2 putri kembar yang Allah titipkan dan amanahkan pada kami. setiap kata-kata saya adalah do'a untuk mereka. ada banyak harapan yang mengkristalkan doa untuk mereka, berharap pada Allah Yang Memiliki Jiwa mereka kelak mengabulkan setiap do'a yang baik yang dilantunkan oleh sosok ibu yang banyak kekhilafan ini. entah dari do'a yang mana yang Allah ijabah. apakah dari do'a yang terlantukan oleh sebab kemarahan yang sangat karena "ulah sang anak" atau do'a yang mana?

Biarlah Allah sang pemilik diri yang mengetahui. Rabb...kabulkanlah setiap doa-doa yang kami lantunkan untuk anak kami. agar kelak mereka menjadi insan yang mulia, yang menjaga ayat-ayat cintamu sebagai hafidzah dan bermanfaat untuk agama, umat, dan Islam mu.


Bogor, 23 Februari 2016

di saat rerintikan hujan membasahi bumi-Mu *lanjut berdoa lagi ^_^




Doamu penerang sumpahmu mulia
Ikhlas dan ridomu bagi untuk anaknya
Jasamu tak dapat dibalaskan harta
Meski lautan emas sebagai gantinya

Lantunan lirik nasyid IBU dari Ar-Royyan mengingatkan saya akan amarah dan do'a ibunda dari serangkaian kisah menangani anak-anak yang rewel, tantrum, dll.


Dua bocah perempuan mungil kami sedang bermain-main. Ya, putri kembar kami yang berusia 3 tahun 8 bulan seperti tidak pernah ada lelah di raut wajahnya. lari kesana kemari tidak peduli apa yang tengah dirasa uminya. selesai main lego lanjut main masak-masakan, jika sudah bosan mereka narik-narik saya minta ambilkan buku. belum selesai baca buku mereka minta ini dan itu. 

dari ruangan yang satu pindah ke ruangan yang lain. belum selesai merapikan ruangan yang satu, ruangan lainnya sudah berantakan lagi. begitulah setiap hari, kadang mereka mau membereskan mainan sendiri tidak jarang juga harus diingatkan berkali-kali.setengah jam sebelum adzan dzuhur rumah belum selesai saya rapikan. saya sampaikan pada mereka sebentar lagi adzan yuk kita sama-sama rapikan. mereka tidak mau. saya coba bujuk lagi bahwa saya akan turut serta membantu mereka merapikan. mereka juga tidak mau. tidak ada kesepakatan saat itu sedang waktu terus melaju dan saya harus cepat-cepat merapikan seluruh ruangan agar nyaman digunakan untuk sholat.

"Baik kalau tidak mau. umi akan rapikan setelah ini tidak main lagi ya. kecuali, kalau khansa dan kaisah mau bantu umi merapikan mainan khansa dan kaisah umi izinkan main lagi." ucap saya pada mereka.

entah kalimat saya yang terlalu panjang tetap saja mereka tidak bergeming asyik melanjutkan robekan-robekan kertas. pelan-pelan saya bereskan mulai dari ruang kamar dulu yang akan saya gunakan untuk sholat. saya kumpulkan mainan mereka kemudian saya taruh di box mainan. setelah selesai saya lanjut ambil sapu trus ngepel. belum beranjak dari kamar tiba-tiba di ruangan lain suara teriakan kaisah memecah konsentrasi saya.

"Umiiiiii....kakak tuh...umiiiii orang aku gak mau main. aku gak mau di ledek." teriaknya ketakutan

Dan.....selanjutnya apa yang terjadi?

si kakak, terus saja meledek adiknya yang sudah ketakutan. sampai si adik nangis kejer dan teriak-teriak.

"Kaaaaaa.....adiknya sudah takut. berhenti meledek dede ya." ucap saya padanya.

Alhamdulillah sudah mereda. si kakak tidak meledek adiknya lagi. saya memahami sebetulnya sang kakak hanya ingin main dengan adiknya karena dedek gak mau main dan dia sudah mengkonfirmasi bahwa dia tidak mau diajak bercanda/diledek teriakannya hanya sebagai bentuk ekspersinya. selanjutnya saya biarkan mereka melerai sendiri. saya memilih lanjut merapikan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya :D

Beranjak saya ambil sapu dan alat pel. si kakak teriak lagi.

"Umiiiii....aku kebelet nih mau pipis." ungkapnya.

"Iya...Nak. Khansa ke kamar mandi dulu ya, trus buka celana nanti kalau sudah panggil umi." (posisi sudah pw saat itu sedang ngepel). saya tengok kebelangan dia sudah pipis dilantai. menghela nafaaaaasss dulu.

"Ya sudah sekarang kakak ke kamar mandi ya. umi bereskan pipis khansa dulu di lantai. okeh?", tawaran saya padanya. dan dia mengangguk mengiyakan berjalan ke kamar mandi.
disaat yang sama saya tidak menyadari bahwa kaisah ditempat berbeda ikut pipis dicelana. hwuaaaaaa....entah kenapa mereka selalu barengan sampai pipispun gak mau ketinggalan.

"
Astaghfirullahal ‘Adzim! kaisaaah kenapa pipis juga dilantai?" sudah gak bisa ditahan ya?", tanya saya meminta menjelasan sang adik. "Ya sudah langsung ke kamar mandi."


di kamar mandi, kakak khansa PUP & najisnya berceceran sampai ke luar kamar mandi karena dia inisiatif menyiram sendiri. sedang adik kaisah menumpah semua sampo dalam bak yang berisi air penuh sambil ngobok-ngobok.

"Astaghiruuuuullahal adziiiim....khansaaaaaaa....kaisaaaaaaah..jadikan anakku profesor, doktor, hafidzah ya Allah..amiin." amarah saya mulai meninggi, tatapan saya tajam. saya tatap mereka lekat-lekat berharap kedua putriku memahami "kegelisahan" uminya saat itu.

"kakak tau harus PUP dimana?" sampai pertanyaan ini saya memilih diam menahan amarah saya agar tidak meletup-letup tidak berkesudahan.

Mereka kaget dengan kalimat istighfar saya yang keras saat itu seperti saya sedang menghentikan saraf neuronnya yang sedang bersambung, berdekatan oleh sebab kalimat saya yang meninggi.

Masih di kamar mandi saya peluk dalam-dalam kedua buah hati saya. saya menangis. 

"Maafkan umi ya, Nak. sudah buat kakak dan dede jadi takut" sambil saya tatap wajah mereka yang sudah ngembang air mata. buru-buru saya beresin, saya mandiin saya rapikan mereka. setelah selesai saya meminta pengertian mereka menunggu agar tidak keluar kamar/ turun dari kasur karena saya harus merapikan ruangan yang terkena najis.

pernahkah bunda mengalami demikian? 

saya, seorang ibu yang biasa sama seperti ibu lainnya. 

dalam kondisi marah yang selalu saya ingat dan sangat saja jaga adalah kata-kata yang saya lontarkan oleh sebab saya kesal, ngondok, bete, dll karena ulah mereka. 

masih teringat betul beberapa kisah teladan terus membuntuti saya manakala saya kesal pada anak-anak saya tidak boleh melontarkan/mengucapkan kalimat negatif. karena ucapan saya sebagai seorang ibu adalah doa. dimana salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anaknya.

Amarah dan Doa Ibunda

Kini saya sudah menjadi Ibu. dari 2 putri kembar yang Allah titipkan dan amanahkan pada kami. setiap kata-kata saya adalah do'a untuk mereka. ada banyak harapan yang mengkristalkan doa untuk mereka, berharap pada Allah Yang Memiliki Jiwa mereka kelak mengabulkan setiap do'a yang baik yang dilantunkan oleh sosok ibu yang banyak kekhilafan ini. entah dari do'a yang mana yang Allah ijabah. apakah dari do'a yang terlantukan oleh sebab kemarahan yang sangat karena "ulah sang anak" atau do'a yang mana?

Biarlah Allah sang pemilik diri yang mengetahui. Rabb...kabulkanlah setiap doa-doa yang kami lantunkan untuk anak kami. agar kelak mereka menjadi insan yang mulia, yang menjaga ayat-ayat cintamu sebagai hafidzah dan bermanfaat untuk agama, umat, dan Islam mu.


Bogor, 23 Februari 2016

di saat rerintikan hujan membasahi bumi-Mu *lanjut berdoa lagi ^_^


Minggu, 21 Februari 2016

Seru! Liburan Edukasi Murah Ala Backpacker Family

Setiap orang, setiap keluarga punya cara tersendiri untuk memanfaatkan waktu liburan akhir pekannya. Liburan akhir pekan edisi kali ini agak spesial, sangat spesial. Kenapa saya katakan demikian karena perjalanan kami kali ini mengajak anak-anak liburan edukasi ala backpacker.
Yups. Prinsip kami kemanapun kami pergi melakukan perjalanan mengajak seluruh anggota kerluarga kecil kami (2 putri kembar kami) harus ada nilai edukasinya. Mau itu perjalanan dengan budget mahal ataupun yang murah meriah.
Apa sih liburan edukasi ala backpacker family?
Umumnya, kita kenal istilah backpacker adalah aktivitas liburan dengan menggunakan tas ransel. prinsipnya backpacking adalah aktivitas perjalanan yang dilakukan independen tidak menggunakan jasa travel dan biasanya menggunakan budget lebih murah. pilihan perjalanan murah ala backpacker ini dipilih bukan karena mereka pelit atau miskin, tapi karena mereka benar-benar paham cara mengatur pengeluaran. sehingga uang yang mereka miliki benar-benar mereka gunakan hanya untuk hal-hal yang memang dibutuhkan. tapi kami juga masih belajar sih mengatur setiap pengeluarannya selain itu biar anak-anak dapet pengalaman baru yang lebih berharga. trus keasyikan lainnya kita punya kendali penuh untuk waktu perjalanan mau berapa lama, mau kemana aja, bebas euy! :D
Okeh sampai disini sekilas tentang apa itu liburan edukasi ala backpacker family versi kami. mulai ceritanya ya...
Setiap pekan menuju hari H- Weekend biasanya saya selalu kasih listing ke suami. jadwal sabtu dan minggu mau aktivitas apa aja dan kemana aja serta bersama siapa aja? entah itu silaturahim ke rumah orangtua, mertua, silaturahim ke rumah teman, ke majlis ilmu, rapat, agenda-agenda lain, ke tempat updgrade skill, pun ketempat-tempat wisata yang ingin kami kunjungi. Setelah deal antara saya dan suami. biasanya hari jum'at kami sudah sampaikan ke anak-anak bahwa wekend ini kita akan kemana? tentu, anak-anak senang sekali seperti dapet kabar bahagia dan ekspresi mereka biasaya loncat-loncat sambil bilang ye...ye.. aku mau ke rumah eyang..aku mau jalan-jalan. ini baru kami kasih kabar gemira liburan belum benar-benar liburannya.hehe
kembali ke Liburan Edukasi ala Backpacker Family
hari jum'at kami sudah fix untuk agenda weekend. sudah diputuskan  hari minggu liburan edukasi ke festival peduli sampah di kebun raya bogor pilihan metode liburannya jatuh pada bakcpacker. kenapa kami pilih ini? karena kami ingin anak-anak belajar mempersiapkan segela perbekalannya sendiri (tentu dengan support dari kami sebagai orangtua). biar kembar lebih tau Homeshooling dirumah sama umi yang sering umi kasih materi tentang PS " Pungut Sampah".


Aktivitas kembar di rumah kembar ikut pisahin sampah organik dan non organik. sudah tau mana sampah organik dan non organis. Kembar tau apa itu bank sampah dan fungsi bank sampah. Nah kalau disini kembar bisa liat langsung ke tempat produksi pengelolaan sampah.


Minggu, 21 Februari 2016 Pukul 06.00 pagi

anak-anak sudah bangun, langsung mandi sendiri dengan tetap dipantau kami (diingatkan sudah pakai sabun belum? gosok gigi? sampohan? baru nanti kami bilas lagi). Setelah anak-anak selesai mandi, baju untuk jalan-jalan sudah tersedia mereka pakai baju sendiri sambi sesekali kami masih bantu jika ada yang kurang okeh (salah masukin yg harusnya buat kanan jadi kiri atau terbalik). sambil anak-anak ditenami abinya saya buru-buru langsung masuk dapur. agak bingung mau masak apa? pengen yang simple-simpel tapi kenyangin gak bikin laper. saya cek stok bahan-bahan di dapur masih bisa buat cheese cake dan sphageti.


saya olah sphageti duluan yang lebih mudah. bumbunya gak pakai yang instan ngolah sendiri. 15 menit spageti mateng. lanjut saya mau adonin cheese cake (makanan kesukaan kembar request mereka juga). 5 menit ngadonin dengan resepnya nanti saya posting ya, 20 menit ngopen. chese cake done!

kira2 seperti ini yg saya buat, edisi last posting gak sempet foto kuenya :D

Jam6.40 saya ketukang sayur cari bahan untuk makanan yang akan kami bawa selama perjalanan liburan edukasi murah ala backpacker. agak lama milih ditukang sayur cari bahan dengan tetep mempertimbangkan gizi tapi yang cepet masaknya. akhirnya pilihan saya jatuh pada toge tumis tauco dan ungkep ikan salem. pulang ke rumah buru-buru saya olah. 20 menit masakan untuk makan siang selesai. suami sampai bingung ini istri masak cepet banget lebih cepet dari dia biasa mandi :P

Jam7.30 kami sarapan pakai cheese cake. saya lanjut siapin perbekalan selama perjalanan. masuk-masukin makanan ke wadahnya (saya pakai wadah dari tulipware bawa bekel gak takut lauk sayur tumpah), di ruang lain suami juga ikut persiapin bekel dia cari karpet, termos khusus backpacker, cari gula, teh, kopi dan susu. 2 putri kembar kami ikut sibuk persiapin bekal juga. pilih-pilih tas mana yang harus mereka bawa, juga isi-isinya. yang udah-udah kalau kami kasih tau mau liburan mereka semangat banget siapin perbekalannya sendiri (gak mau dibantu) mulai dari buku tulis, buku cerita, alat tulisnya lengkap, belum lagi tempat makannya satu set kalau bisa semua punya mereka mau dibawa semua. Nah, berhubung ini perjalanan ala backpaker pengennya yang simpel-simpel jadi kami kasih tau ke anak-anak mana yang kira-kira kembar butuhkan saja untuk dibawa selama sekolah edukasi (kembar lebih suka sebutan sekolah edukasi daripada liburan :D). Selebihnya barang-barang yang kurang perlu di simpan di rumah. ini bukan alibi si emak dan bapaknya ya...hehe ya, lumayan agak rempong juga bawa printilan kembar.

Aktivitas siapin bekelnya ini agak makan waktu hampir 30 menit. Lama banget ya? kami perlu menjelaskan berkali-kali barang apa yang perlu dan dibutuhkan selama perjalanan boleh kembar bawa dan mereka tetep keukeh euy mau bawa semua barang. setelah mereka sepakat barulah kami jalan.

Jam8.20 menit start dari rumah.

para backpacker biasanya selalu menggunakan transportasi umum atau transportasi yang biasa digunakan penduduk lokal. berhubung kami juga masih penduduk lokal jadi kami menggunakan transportasi Commuter Line yang tersedia dari stasiun citayem menuju stasiun bogor. motor kami parkir di stasiun citayem lanjut naik commuter line. budget kereta kami pilih selain murah karena efisiensi waktu juga. sebetulnya mengejar untuk bisa ikut workshop jam8 ya minimal gak telat-telat banget.hehe

kira-kira 10-20 menit kami tiba di stasiun bogor. dari stasiun kami naik angkot 02 jurusan sukasari. kami minta sopir turunkan di kebun raya bogor. baru aja kami duduk dengan kondisi mepet-mepetan (kakak bilang angkotnya gak luas umi aku gak bisa gerak :D) eh udah turun aja ternyata deket banget euy. suami bilang, jalan kaki juga bisa ini mah. hohoo



Pintu 2

Alhamudulillah akhirnya sampai juga di Kebun Raya Bogor. harga tiketnya cuma 14ribu per orang, usia 4 tahun kebawah GRATIS!!



biar gak tersesat, lihat peta dulu yuuk :D

Okeh kita lihat peta dulu ya edisi perdana saya dan suami baru pernah kesini biar gak tersesat selama perjalanan harus ada panduan peta dan petunjuk arah.sambil kami kasih penjelasan kedua putri kembar kami peta ini gunanya apa dan berfungsi pada saat kondisi apa aja? maklum, anak-anak termasuk yang kritis suka tanya banyak hal ini dan itu.

dari sini kami menuju Istana Kepresidenan yg terletak sebelah kanan pintu utama 1. Pengennya silaturahim ke rumah presiden kalau bisa mau bincang-bincang apalah daya emang kamu siapa? rumah presiden tutup alias gak dibuka untuk umum kami hanya bisa melihat dari kejauhan. abis foto-foto numpang ngeksis :D lanjut ke tempat Festival Peduli Sampah

Bersambung....




Setiap orang, setiap keluarga punya cara tersendiri untuk memanfaatkan waktu liburan akhir pekannya. Liburan akhir pekan edisi kali ini agak spesial, sangat spesial. Kenapa saya katakan demikian karena perjalanan kami kali ini mengajak anak-anak liburan edukasi ala backpacker.
Yups. Prinsip kami kemanapun kami pergi melakukan perjalanan mengajak seluruh anggota kerluarga kecil kami (2 putri kembar kami) harus ada nilai edukasinya. Mau itu perjalanan dengan budget mahal ataupun yang murah meriah.
Apa sih liburan edukasi ala backpacker family?
Umumnya, kita kenal istilah backpacker adalah aktivitas liburan dengan menggunakan tas ransel. prinsipnya backpacking adalah aktivitas perjalanan yang dilakukan independen tidak menggunakan jasa travel dan biasanya menggunakan budget lebih murah. pilihan perjalanan murah ala backpacker ini dipilih bukan karena mereka pelit atau miskin, tapi karena mereka benar-benar paham cara mengatur pengeluaran. sehingga uang yang mereka miliki benar-benar mereka gunakan hanya untuk hal-hal yang memang dibutuhkan. tapi kami juga masih belajar sih mengatur setiap pengeluarannya selain itu biar anak-anak dapet pengalaman baru yang lebih berharga. trus keasyikan lainnya kita punya kendali penuh untuk waktu perjalanan mau berapa lama, mau kemana aja, bebas euy! :D
Okeh sampai disini sekilas tentang apa itu liburan edukasi ala backpacker family versi kami. mulai ceritanya ya...
Setiap pekan menuju hari H- Weekend biasanya saya selalu kasih listing ke suami. jadwal sabtu dan minggu mau aktivitas apa aja dan kemana aja serta bersama siapa aja? entah itu silaturahim ke rumah orangtua, mertua, silaturahim ke rumah teman, ke majlis ilmu, rapat, agenda-agenda lain, ke tempat updgrade skill, pun ketempat-tempat wisata yang ingin kami kunjungi. Setelah deal antara saya dan suami. biasanya hari jum'at kami sudah sampaikan ke anak-anak bahwa wekend ini kita akan kemana? tentu, anak-anak senang sekali seperti dapet kabar bahagia dan ekspresi mereka biasaya loncat-loncat sambil bilang ye...ye.. aku mau ke rumah eyang..aku mau jalan-jalan. ini baru kami kasih kabar gemira liburan belum benar-benar liburannya.hehe
kembali ke Liburan Edukasi ala Backpacker Family
hari jum'at kami sudah fix untuk agenda weekend. sudah diputuskan  hari minggu liburan edukasi ke festival peduli sampah di kebun raya bogor pilihan metode liburannya jatuh pada bakcpacker. kenapa kami pilih ini? karena kami ingin anak-anak belajar mempersiapkan segela perbekalannya sendiri (tentu dengan support dari kami sebagai orangtua). biar kembar lebih tau Homeshooling dirumah sama umi yang sering umi kasih materi tentang PS " Pungut Sampah".


Aktivitas kembar di rumah kembar ikut pisahin sampah organik dan non organik. sudah tau mana sampah organik dan non organis. Kembar tau apa itu bank sampah dan fungsi bank sampah. Nah kalau disini kembar bisa liat langsung ke tempat produksi pengelolaan sampah.


Minggu, 21 Februari 2016 Pukul 06.00 pagi

anak-anak sudah bangun, langsung mandi sendiri dengan tetap dipantau kami (diingatkan sudah pakai sabun belum? gosok gigi? sampohan? baru nanti kami bilas lagi). Setelah anak-anak selesai mandi, baju untuk jalan-jalan sudah tersedia mereka pakai baju sendiri sambi sesekali kami masih bantu jika ada yang kurang okeh (salah masukin yg harusnya buat kanan jadi kiri atau terbalik). sambil anak-anak ditenami abinya saya buru-buru langsung masuk dapur. agak bingung mau masak apa? pengen yang simple-simpel tapi kenyangin gak bikin laper. saya cek stok bahan-bahan di dapur masih bisa buat cheese cake dan sphageti.


saya olah sphageti duluan yang lebih mudah. bumbunya gak pakai yang instan ngolah sendiri. 15 menit spageti mateng. lanjut saya mau adonin cheese cake (makanan kesukaan kembar request mereka juga). 5 menit ngadonin dengan resepnya nanti saya posting ya, 20 menit ngopen. chese cake done!

kira2 seperti ini yg saya buat, edisi last posting gak sempet foto kuenya :D

Jam6.40 saya ketukang sayur cari bahan untuk makanan yang akan kami bawa selama perjalanan liburan edukasi murah ala backpacker. agak lama milih ditukang sayur cari bahan dengan tetep mempertimbangkan gizi tapi yang cepet masaknya. akhirnya pilihan saya jatuh pada toge tumis tauco dan ungkep ikan salem. pulang ke rumah buru-buru saya olah. 20 menit masakan untuk makan siang selesai. suami sampai bingung ini istri masak cepet banget lebih cepet dari dia biasa mandi :P

Jam7.30 kami sarapan pakai cheese cake. saya lanjut siapin perbekalan selama perjalanan. masuk-masukin makanan ke wadahnya (saya pakai wadah dari tulipware bawa bekel gak takut lauk sayur tumpah), di ruang lain suami juga ikut persiapin bekel dia cari karpet, termos khusus backpacker, cari gula, teh, kopi dan susu. 2 putri kembar kami ikut sibuk persiapin bekal juga. pilih-pilih tas mana yang harus mereka bawa, juga isi-isinya. yang udah-udah kalau kami kasih tau mau liburan mereka semangat banget siapin perbekalannya sendiri (gak mau dibantu) mulai dari buku tulis, buku cerita, alat tulisnya lengkap, belum lagi tempat makannya satu set kalau bisa semua punya mereka mau dibawa semua. Nah, berhubung ini perjalanan ala backpaker pengennya yang simpel-simpel jadi kami kasih tau ke anak-anak mana yang kira-kira kembar butuhkan saja untuk dibawa selama sekolah edukasi (kembar lebih suka sebutan sekolah edukasi daripada liburan :D). Selebihnya barang-barang yang kurang perlu di simpan di rumah. ini bukan alibi si emak dan bapaknya ya...hehe ya, lumayan agak rempong juga bawa printilan kembar.

Aktivitas siapin bekelnya ini agak makan waktu hampir 30 menit. Lama banget ya? kami perlu menjelaskan berkali-kali barang apa yang perlu dan dibutuhkan selama perjalanan boleh kembar bawa dan mereka tetep keukeh euy mau bawa semua barang. setelah mereka sepakat barulah kami jalan.

Jam8.20 menit start dari rumah.

para backpacker biasanya selalu menggunakan transportasi umum atau transportasi yang biasa digunakan penduduk lokal. berhubung kami juga masih penduduk lokal jadi kami menggunakan transportasi Commuter Line yang tersedia dari stasiun citayem menuju stasiun bogor. motor kami parkir di stasiun citayem lanjut naik commuter line. budget kereta kami pilih selain murah karena efisiensi waktu juga. sebetulnya mengejar untuk bisa ikut workshop jam8 ya minimal gak telat-telat banget.hehe

kira-kira 10-20 menit kami tiba di stasiun bogor. dari stasiun kami naik angkot 02 jurusan sukasari. kami minta sopir turunkan di kebun raya bogor. baru aja kami duduk dengan kondisi mepet-mepetan (kakak bilang angkotnya gak luas umi aku gak bisa gerak :D) eh udah turun aja ternyata deket banget euy. suami bilang, jalan kaki juga bisa ini mah. hohoo



Pintu 2

Alhamudulillah akhirnya sampai juga di Kebun Raya Bogor. harga tiketnya cuma 14ribu per orang, usia 4 tahun kebawah GRATIS!!



biar gak tersesat, lihat peta dulu yuuk :D

Okeh kita lihat peta dulu ya edisi perdana saya dan suami baru pernah kesini biar gak tersesat selama perjalanan harus ada panduan peta dan petunjuk arah.sambil kami kasih penjelasan kedua putri kembar kami peta ini gunanya apa dan berfungsi pada saat kondisi apa aja? maklum, anak-anak termasuk yang kritis suka tanya banyak hal ini dan itu.

dari sini kami menuju Istana Kepresidenan yg terletak sebelah kanan pintu utama 1. Pengennya silaturahim ke rumah presiden kalau bisa mau bincang-bincang apalah daya emang kamu siapa? rumah presiden tutup alias gak dibuka untuk umum kami hanya bisa melihat dari kejauhan. abis foto-foto numpang ngeksis :D lanjut ke tempat Festival Peduli Sampah

Bersambung....




Rabu, 17 Februari 2016

Sang Arsitek

Umi : kakak, ini gambar apa? 


(Sambil narik nafas panjang melihat tembok ruanganku di kantor sudah berubah jadi "kertas kerja" lukisan anakku. tahan..... Sabar umi.....Tunggu penjelasan!

kenapa saya katakan demikian? Bisa saja mungkin kita membentak anak dalam kondisi seperti itu, entah karena perasaan tidak nyaman kita pada rekan kerja, atasan karena ruangan yg seharusnya rapi telah berubah menjadi kapal pecah.

Dengan menunggu penjelasan si anak, kita membuka ruang untuk berkomunikasi dengan baik agar memahami cara berpikir si anak. okeh, saya mulai dialog dengan si kakak.

Kk : aku gambar gedung bertingkat dibawahnya ada rumah aku di bojong,"
Umi : oh, trus yg lingkaran itu apa?
Kk : jalan tol mau ke rumah eyang,"
Umi : masya Allah baguus. Trus yg punya gedungnya siapa?
Kk : umi & abi. Kk yg buatin nanti ya ada sawahnya."

Sepertinya ini memang background rumah eyang (orangtua saya) dari sana kita bisa lihat gedung bertingkat Kementrian Pertanian di Jl. Harsono RM, ada tol tb simatupang dan sawah. benar sekali, memang rumah orangtua saya letaknya persis berada di sebrang gedung kementan diapit oleh Ring Road Tol TB Simatupang.

Sampai penjelasan ini,saya paham. bahwa gambar coretannya bukan sekedar gambar melainkan sebuah desain imajinasi yang kakak ciptakan. buat karya si kakak sudah bagus tinggal diasa lagi sesuai tempatnya. hihiii. Bagi kk, mencoret di dinding seperti melukis enak sekali.
😭
Umi : kakak, ini gambar apa? 


(Sambil narik nafas panjang melihat tembok ruanganku di kantor sudah berubah jadi "kertas kerja" lukisan anakku. tahan..... Sabar umi.....Tunggu penjelasan!

kenapa saya katakan demikian? Bisa saja mungkin kita membentak anak dalam kondisi seperti itu, entah karena perasaan tidak nyaman kita pada rekan kerja, atasan karena ruangan yg seharusnya rapi telah berubah menjadi kapal pecah.

Dengan menunggu penjelasan si anak, kita membuka ruang untuk berkomunikasi dengan baik agar memahami cara berpikir si anak. okeh, saya mulai dialog dengan si kakak.

Kk : aku gambar gedung bertingkat dibawahnya ada rumah aku di bojong,"
Umi : oh, trus yg lingkaran itu apa?
Kk : jalan tol mau ke rumah eyang,"
Umi : masya Allah baguus. Trus yg punya gedungnya siapa?
Kk : umi & abi. Kk yg buatin nanti ya ada sawahnya."

Sepertinya ini memang background rumah eyang (orangtua saya) dari sana kita bisa lihat gedung bertingkat Kementrian Pertanian di Jl. Harsono RM, ada tol tb simatupang dan sawah. benar sekali, memang rumah orangtua saya letaknya persis berada di sebrang gedung kementan diapit oleh Ring Road Tol TB Simatupang.

Sampai penjelasan ini,saya paham. bahwa gambar coretannya bukan sekedar gambar melainkan sebuah desain imajinasi yang kakak ciptakan. buat karya si kakak sudah bagus tinggal diasa lagi sesuai tempatnya. hihiii. Bagi kk, mencoret di dinding seperti melukis enak sekali.
😭

Eksekusi Brownies Kukus Choco with Cheese ala Magicom by Umikembar

Awalnya anakku minta jajan, pulang kerja tarik-tarik uminya ke al** minimarket yg terletak di bawah kantorku. Hmm... selain boros, beberapa harganya lebih mihil daripada saya beli di warung kelontong alias warung batak semacam suplier sembako yang lumayan lengkap disekitar sini.


Selain itu saya agak phobia (ketakutan dengan sangat) hehe ini bukan lebay loh dengan jajanan yg berseliweran di jalan. selain gak sehat bahan-bahannya gak pernah tau terbuat dari apa. udah banyak deh informasi yang masuk ke telinga saya dengan jajanan bakso yang tiba2 pas di makan ada bulunya entah itu sapi apa si siti. aarrghhh.. duh! rasanya ketakutan saya bercampur-campur, geli membayangkan kalo tetiba anakku jajan sembarangan trus makan seperti itu. pun, saya termasuk ibu yang agak "ketat" soal jajanan. saking ketatnya saya lebih milih anak nangis biar guling-guling pun saya biarkan sambil nunggu saya buatin cemilan dari rumah. hehe

Moms, ini buka kelebayan saya sebagai ibu mungkin karena pengalaman saya dimana golongan darah O agak sensitif sama makanan (gak bisa sembarangan jajan dan makan) reaksinya tanpa kompromi! huhuu... nah, kebayang kalau kedua anakku pas makan setelah nya langsung mules2, dll.

Okeh, edisi buat cemilan kali ini untuk nutup mulut anakku yg bawel, nangis sampe guling2 kepikiran buat yang simpel aja. bahan-bahan yang ada di dapur aja saya pengen olah. sambil inget-inget di rumah sudah ada terigu, margarine, keju, coklat. akhirnya yang mendekati bahan-bahan ini adalah "BROWNIES COKLAT" hohoo... alasan aja ya, moms :D



Pengen banget masak brownies (selain karena saya suka cokelat). okeh fix lah pulang kerja buru-buru ke rumah langsung eksekusi ke dapur. sambil memburu waktu pas kakanda (Abinya anak2) pulang cemilan masih hangat sudah siap hidangkan.



Adonin 250gram tepung jadi 18 potong, 10 potong ludes sm kembar, oke moms... ini penampakannya





Moms, saya ambil resep ini dari grup fb yg bersilewaran di beranda nama grup nya Langsung Enak. Cucok banget deh masaknya mudah gampang. langsung enak, langsung ludes.

Ini resepnya saya copas, punten saya lupa cantumkan sumbernya nanti kalau sudah ingat dan ketemu postingannya saya tambahkan lagi ya.

Resep Sederhana Brownies Kukus Choco with Cheese


Bahan :
Telor 1 butir

3 sdm gula pasir
3 sdm tepung terigu protein sedang/tinggi
3 sdm coklat bubuk
3 sdm minyak goreng/margarine
1/4 sdt baking powder
1 saset SKM (Susu kental manis) coklat

Cara Buat :

- Panaskan pengukus nasi / magic com
- sambil panaskan pengukus/ magic com, siapkan cetakan lalu olesi dg minyak/ margarine agar tidak lengket dan mudah copot saat diangkat
- aduk telur + gula pasir dg garpu/wisk sampai larut
- masukkan baking powder aduk sampai berbusa
- sedikit demi sedikit masukkan tepung + coklat bubuk & susu bubuk, aduk sampai merata
- masukkan susu kental manis coklat aduk sampai rata
- adonan siap dituang ke dalam loyang/cetakan (saya menggunakan mangkok aluminium diameter 7cm)
- Lalu kukus tunggu sekitar 25 - 30 menit

TIPS :
Saat adonan mau dimasukkan pengukus/ magic com dalam kondisi sudah panas (air sudah mendidih), kemudian tutup pengukus lapisi dg serbet/kain agar embun tidak menetes ke adonan.

Ssssttttt...... saat mengkukus harap bersabar jangan dibuka-buka ya biar adonan matang & mengembang dengan sempurna. Hehehehe

SELAMAT MENCOBA

dari berbagai sumber di praktekkan oleh umikembar 
😉
Awalnya anakku minta jajan, pulang kerja tarik-tarik uminya ke al** minimarket yg terletak di bawah kantorku. Hmm... selain boros, beberapa harganya lebih mihil daripada saya beli di warung kelontong alias warung batak semacam suplier sembako yang lumayan lengkap disekitar sini.


Selain itu saya agak phobia (ketakutan dengan sangat) hehe ini bukan lebay loh dengan jajanan yg berseliweran di jalan. selain gak sehat bahan-bahannya gak pernah tau terbuat dari apa. udah banyak deh informasi yang masuk ke telinga saya dengan jajanan bakso yang tiba2 pas di makan ada bulunya entah itu sapi apa si siti. aarrghhh.. duh! rasanya ketakutan saya bercampur-campur, geli membayangkan kalo tetiba anakku jajan sembarangan trus makan seperti itu. pun, saya termasuk ibu yang agak "ketat" soal jajanan. saking ketatnya saya lebih milih anak nangis biar guling-guling pun saya biarkan sambil nunggu saya buatin cemilan dari rumah. hehe

Moms, ini buka kelebayan saya sebagai ibu mungkin karena pengalaman saya dimana golongan darah O agak sensitif sama makanan (gak bisa sembarangan jajan dan makan) reaksinya tanpa kompromi! huhuu... nah, kebayang kalau kedua anakku pas makan setelah nya langsung mules2, dll.

Okeh, edisi buat cemilan kali ini untuk nutup mulut anakku yg bawel, nangis sampe guling2 kepikiran buat yang simpel aja. bahan-bahan yang ada di dapur aja saya pengen olah. sambil inget-inget di rumah sudah ada terigu, margarine, keju, coklat. akhirnya yang mendekati bahan-bahan ini adalah "BROWNIES COKLAT" hohoo... alasan aja ya, moms :D



Pengen banget masak brownies (selain karena saya suka cokelat). okeh fix lah pulang kerja buru-buru ke rumah langsung eksekusi ke dapur. sambil memburu waktu pas kakanda (Abinya anak2) pulang cemilan masih hangat sudah siap hidangkan.



Adonin 250gram tepung jadi 18 potong, 10 potong ludes sm kembar, oke moms... ini penampakannya





Moms, saya ambil resep ini dari grup fb yg bersilewaran di beranda nama grup nya Langsung Enak. Cucok banget deh masaknya mudah gampang. langsung enak, langsung ludes.

Ini resepnya saya copas, punten saya lupa cantumkan sumbernya nanti kalau sudah ingat dan ketemu postingannya saya tambahkan lagi ya.

Resep Sederhana Brownies Kukus Choco with Cheese


Bahan :
Telor 1 butir

3 sdm gula pasir
3 sdm tepung terigu protein sedang/tinggi
3 sdm coklat bubuk
3 sdm minyak goreng/margarine
1/4 sdt baking powder
1 saset SKM (Susu kental manis) coklat

Cara Buat :

- Panaskan pengukus nasi / magic com
- sambil panaskan pengukus/ magic com, siapkan cetakan lalu olesi dg minyak/ margarine agar tidak lengket dan mudah copot saat diangkat
- aduk telur + gula pasir dg garpu/wisk sampai larut
- masukkan baking powder aduk sampai berbusa
- sedikit demi sedikit masukkan tepung + coklat bubuk & susu bubuk, aduk sampai merata
- masukkan susu kental manis coklat aduk sampai rata
- adonan siap dituang ke dalam loyang/cetakan (saya menggunakan mangkok aluminium diameter 7cm)
- Lalu kukus tunggu sekitar 25 - 30 menit

TIPS :
Saat adonan mau dimasukkan pengukus/ magic com dalam kondisi sudah panas (air sudah mendidih), kemudian tutup pengukus lapisi dg serbet/kain agar embun tidak menetes ke adonan.

Ssssttttt...... saat mengkukus harap bersabar jangan dibuka-buka ya biar adonan matang & mengembang dengan sempurna. Hehehehe

SELAMAT MENCOBA

dari berbagai sumber di praktekkan oleh umikembar 
😉

Followers

Republika Online

dakwatuna.com

 
Catatan Bunda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template