Sabtu, 16 April 2016

Oleh-Oleh Darfur Sudan, Jadi Istri Emang Gak Boleh Baper?

Apa yang dirasakan oleh para istri ditinggal suami nya berjuang demi misi perdamaian dunia? Dalam kurun waktu lama tidak bertemu, sulit berkomunikasi karena tinggal di daerah rawan konflik? Gak bisa sms, gak bisa telpon, untuk sekedar menanyakan kabar berharap sinyal selalu membawa keberuntungan.
.
.
Sekitar 800 orang prajurit TNI bertolak ke darfur-sudan afrika utara demi misi perdamaian PBB selama kurun waktu 1 tahun lamanya dan Indonesia hanya mengirim prajurit terbaik mereka untuk ditempatkan disana, satu diantaranya yang beruntung adalah kakak ipar saya yang ikut serta dalam misi ini.
.
.
Dipundak kiri mereka ada Merah Putih yang selalu mereka ingat, sikap dan tingkah laku mereka membawa nama negara, Indonesia.
.
Saya kemudian pelan-pelan memahami bagaimana menjadi seorang istri dari prajurit TNI. Apa iya istri prajurit gak pernah baper?
.
.
Sok membandingkan apa bedanya dengan saya yang ngaku2 jadi istri seorang "prajurit" dengan mereka para istri prajurit TNI? Masya Allah ternyata memang jauh beda soal mengelola perasaan khususnya perasaan pada suami 😄😉
.
.
Ditinggal rapat sebentar buru-buru sms lagi dimana? Pulang jam berapa?
Belum lagi waktu rapat lebih lama dari informasi yang diberikan bapernya bisa setengah mati.
Pulang telat sedikit tangan gatel langsung berselancar nulis perasaan untuk dikirimkan ke suami. Syukur-syukur jika dikirimnya bener ke suami aja lah kalo dikirim kesemua orang biar tau kalau saya lagi baper wah bisa kacau. Maksudnya biar suami mengerti kalo istrinya kangen :P tapi bersikap seperti itu menunjukkan ketidakdewasaan mengelola perasaan (diingatkan seseorang akan hal ini)
.
satu dua hari gak bisa telponan sama suami mungkin bukan beberapa hari hanya beberapa jam saja komunikasi tidak terhubung dengan suami bapernya tingkat dewa. Kalo istri manjanya kebangetan yakin suami gak berat pergi kemana-mana? Lah kan wajar manja sama suami sendiri bukan suami orang lain toh?! Trus ngapain ngurusin orang mau baper mau gak?! (Kalo udah begini hati-hati berart8 mulai baper tingkat tinggi xixixxi)
.
.
Dengan kondisi istri baper mengharuskan suami punya seribu satu cara buat menyakinkan istri bahwa suamipun tak pernah sedikitpun mengabaikan perasaannya cintanya.
.
Kalau bapernya kebangetan dan salah tempat pertanyaannya apa tidak yakin dengan cintanya suami hanya untuk istri? Jadi perlu pengakuan berkali-kali dengan campur aduk perasaan hati.
.
.
Ya Allah rasanya kebaperan model gini gak ada seujung kuku dari baper nya para istri prajurit yang harus siap mental sambil terus berdoa agar belahan jiwa pulang dengan selamat.
Udah gak bisa sms, telpon juga gak bisa boro-boro video callan sinyal aja timbul tenggelam. Khawatir gak sama suami? Pasti!!
.
.
Inget loh mereka para prajurit yang dikirim negara demi misi perdamaian gak jaminan pulang dengan raga utuh karena taruhannya nyawa! Dengan kondisi seperti itu lebih baik memang istri gak henti-henti terus memanjatkan doa untuk sekedar menghilangkan rasa gundah gulana yang fitrah adanya.

Saya jadi teringat pengalaman pertama yang mendebarkan ditinggal suami dinas dengan kondisi baru pindah rumah, saat itu saya masih minim informasi tentang kondisi bogor dan sekitarnya dimana saat hujan dan petir maka pemadaman listrikpun jadi makanan keseharian.

Malam pertama ditempat baru, tanpa suami karena harus dinas hampir seminggu lamanya. suasana hujan berbarengan dengan kilatan petir yang menyambar keras, listrik padam. Rasanya gak karuan! Belum lagi kalau hujan sinyal hilang. Anak-anak rewel karena takut gelap. Gak ada orang dirumah selain saya dan anak-anak. Kalau mau baper sepertinya lengkaplah sudah penderitaan saya. Tapi lagi-lagi teringat seorang kakak ipar disana dengan kondisi hampir sama ditinggal suami dinas setahun lamanya nampaknya dia santai saja ketika adiknya curhat oleh sebab hal sepele karena listrik yang terus padam dan gak berani keluar rumah. Ya sudah pelan-pelan akhirnya saya mulai menikmati suasana seperti itu sampai kini :D

Apalagi jika membandingkan dengan para istri "mujahid" di palestina ya Allah seperti bumi dan langit. Untuk mengajar amaliyah mereka saja masih amat jauh.

Ya Allah ternyata kitalah sebagai istri yang tidak pernah siap dan tidak menyiapkan diri bersuamikan seorang "prajurit" (dakwah tentunya).

Kembali dalam cinta
Cinta untuk keluarganya
Cinta untuk Indonesia negari peraduannya

Dan cinta itu butuh kedewaaaan..sangaat!!
Dewasa menata hati
Dewasa memahami arti cinta sesungguhnya

terima kasih untuk kakak iparku atas oleh-oleh bingkisan dari sudan makanannya enak hihi juga oleh-oleh berharga lainnya :)

yang sedang belajar memahami cinta, pengorbanan, ketulusan dan pengabdian 😍😙😚 untuk sebentuk kata lain yang terikat PERASAAN 😊
Apa yang dirasakan oleh para istri ditinggal suami nya berjuang demi misi perdamaian dunia? Dalam kurun waktu lama tidak bertemu, sulit berkomunikasi karena tinggal di daerah rawan konflik? Gak bisa sms, gak bisa telpon, untuk sekedar menanyakan kabar berharap sinyal selalu membawa keberuntungan.
.
.
Sekitar 800 orang prajurit TNI bertolak ke darfur-sudan afrika utara demi misi perdamaian PBB selama kurun waktu 1 tahun lamanya dan Indonesia hanya mengirim prajurit terbaik mereka untuk ditempatkan disana, satu diantaranya yang beruntung adalah kakak ipar saya yang ikut serta dalam misi ini.
.
.
Dipundak kiri mereka ada Merah Putih yang selalu mereka ingat, sikap dan tingkah laku mereka membawa nama negara, Indonesia.
.
Saya kemudian pelan-pelan memahami bagaimana menjadi seorang istri dari prajurit TNI. Apa iya istri prajurit gak pernah baper?
.
.
Sok membandingkan apa bedanya dengan saya yang ngaku2 jadi istri seorang "prajurit" dengan mereka para istri prajurit TNI? Masya Allah ternyata memang jauh beda soal mengelola perasaan khususnya perasaan pada suami 😄😉
.
.
Ditinggal rapat sebentar buru-buru sms lagi dimana? Pulang jam berapa?
Belum lagi waktu rapat lebih lama dari informasi yang diberikan bapernya bisa setengah mati.
Pulang telat sedikit tangan gatel langsung berselancar nulis perasaan untuk dikirimkan ke suami. Syukur-syukur jika dikirimnya bener ke suami aja lah kalo dikirim kesemua orang biar tau kalau saya lagi baper wah bisa kacau. Maksudnya biar suami mengerti kalo istrinya kangen :P tapi bersikap seperti itu menunjukkan ketidakdewasaan mengelola perasaan (diingatkan seseorang akan hal ini)
.
satu dua hari gak bisa telponan sama suami mungkin bukan beberapa hari hanya beberapa jam saja komunikasi tidak terhubung dengan suami bapernya tingkat dewa. Kalo istri manjanya kebangetan yakin suami gak berat pergi kemana-mana? Lah kan wajar manja sama suami sendiri bukan suami orang lain toh?! Trus ngapain ngurusin orang mau baper mau gak?! (Kalo udah begini hati-hati berart8 mulai baper tingkat tinggi xixixxi)
.
.
Dengan kondisi istri baper mengharuskan suami punya seribu satu cara buat menyakinkan istri bahwa suamipun tak pernah sedikitpun mengabaikan perasaannya cintanya.
.
Kalau bapernya kebangetan dan salah tempat pertanyaannya apa tidak yakin dengan cintanya suami hanya untuk istri? Jadi perlu pengakuan berkali-kali dengan campur aduk perasaan hati.
.
.
Ya Allah rasanya kebaperan model gini gak ada seujung kuku dari baper nya para istri prajurit yang harus siap mental sambil terus berdoa agar belahan jiwa pulang dengan selamat.
Udah gak bisa sms, telpon juga gak bisa boro-boro video callan sinyal aja timbul tenggelam. Khawatir gak sama suami? Pasti!!
.
.
Inget loh mereka para prajurit yang dikirim negara demi misi perdamaian gak jaminan pulang dengan raga utuh karena taruhannya nyawa! Dengan kondisi seperti itu lebih baik memang istri gak henti-henti terus memanjatkan doa untuk sekedar menghilangkan rasa gundah gulana yang fitrah adanya.

Saya jadi teringat pengalaman pertama yang mendebarkan ditinggal suami dinas dengan kondisi baru pindah rumah, saat itu saya masih minim informasi tentang kondisi bogor dan sekitarnya dimana saat hujan dan petir maka pemadaman listrikpun jadi makanan keseharian.

Malam pertama ditempat baru, tanpa suami karena harus dinas hampir seminggu lamanya. suasana hujan berbarengan dengan kilatan petir yang menyambar keras, listrik padam. Rasanya gak karuan! Belum lagi kalau hujan sinyal hilang. Anak-anak rewel karena takut gelap. Gak ada orang dirumah selain saya dan anak-anak. Kalau mau baper sepertinya lengkaplah sudah penderitaan saya. Tapi lagi-lagi teringat seorang kakak ipar disana dengan kondisi hampir sama ditinggal suami dinas setahun lamanya nampaknya dia santai saja ketika adiknya curhat oleh sebab hal sepele karena listrik yang terus padam dan gak berani keluar rumah. Ya sudah pelan-pelan akhirnya saya mulai menikmati suasana seperti itu sampai kini :D

Apalagi jika membandingkan dengan para istri "mujahid" di palestina ya Allah seperti bumi dan langit. Untuk mengajar amaliyah mereka saja masih amat jauh.

Ya Allah ternyata kitalah sebagai istri yang tidak pernah siap dan tidak menyiapkan diri bersuamikan seorang "prajurit" (dakwah tentunya).

Kembali dalam cinta
Cinta untuk keluarganya
Cinta untuk Indonesia negari peraduannya

Dan cinta itu butuh kedewaaaan..sangaat!!
Dewasa menata hati
Dewasa memahami arti cinta sesungguhnya

terima kasih untuk kakak iparku atas oleh-oleh bingkisan dari sudan makanannya enak hihi juga oleh-oleh berharga lainnya :)

yang sedang belajar memahami cinta, pengorbanan, ketulusan dan pengabdian 😍😙😚 untuk sebentuk kata lain yang terikat PERASAAN 😊

Kamis, 17 Maret 2016

Doa Untuk Para Pengusaha Yang Ingin Berkah Dalam Bisnis

Berikut ini beberapa do’a yang menurut kami sangat baik untuk diamalkan oleh para pengusaha:

1.  Do’a Mohon Dukungan Bisnis Dari Allah
(Tawakkal)

“Ya Allah, Yang Mahahidup, Yang Maha Menegakkan Urusan, dgn rahmat-Mu aku meminta petolongan, perbaikilah untukku seluruh urusanku, dan jgn  Engkau  serahkan  aku  kepada  diriku  walau hanya sekejap mata” (HR. An-Nasa’i, Al-Bazzar dan Al- Hakim, Hadist Shahih)

Sahabat amalkanlah membaca do’a ini pagi dan sore, serahkanlah urusan kita hari itu kepada Allah, agar semua urusan kita hari itu diliputi dengan tawakkal kepada Allah.

2.  Do’a Memilih Bidang Bisnis

“Dgn menyebut nama Allah, Ya Tuhanku, Aku berlindung kepada-Mu dari berbuat salah atau tersesat. Dari  berbuat  zalim  atau  dizalimi.  Dari  berbuat kebodohan   atau   dibodohi.”
 (Hadis   Hasan   Riwayat Nasa'i dan Abu Daud, disahihkan Al-Albani)

“Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon kepada- Mu kebaikan dari pekerjaan ini dan kebaikan yang terdapat di dalamnya. Dan aku berlindung dari keburukan pekerjaan ini dan keburukan yang terdapat di dalamnya. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

3.  Do’a Ketika Memulai Bisnis

"Ya  Tuhan-ku,  masukkanlah  Aku  secara  masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) Aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. (TQS. Al-Isra’ [17]: 80)

“Ya Allah Ya Tuhanku, aku pasrahkan   diriku kepada Engkau, dan aku hadapkan wajahku kepada- Mu, dan aku serahkan urusanku kepadamu, dan aku naungkan belakangku ke bawah naungan rahmatMu semata-mata kerana aku gemar dan sangat inginkan kepada keridhaanMu, dan tiadalah tempat bernaung atau tempat berserah melainkan kepada Engkau. Ya Tuhanku,  aku beriman dengan Al-Quran yang Engkau turunkan dari langit dan aku beriman dengan Nabi yang Engkau bangkitkan menjadi rasul.”
(Hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

4.  Do’a Membuat Bisnis Plan

"Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."
(TQS. Al-Kahfi [18]: 10)

5.  Do’a Dimudahkan Memperoleh Modal Usaha

“Ya Allah, cukupilah aku dengan yang halal dari- Mu jauh dari yang Engkau haramkan dan cukupilah aku dengan karunia-Mu jauh dari yang selain-Mu.” (HR. At- Tirmidzi)

6.  Do’a Mohon Diberikan Lokasi Usaha Yang Terbaik

“Ya  Tuhanku,  tempatkanlah  Aku  pada  tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat." (TQS. Al-Mu’minun [23]: 29)

7.  Do’a Mohon Dimudahkan Dalam Penjualan

 “Dengan nama Allah, ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pasar ini dan kebaikan apa yang ada di dalamnya. Ya Allah, sesungguhnya aku belindung kepada-Mu dari keburukannya  dan  keburukan  apa  yang  ada  di dalamnya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa musibah di dalamnya, berupa sumpah palsu atau akad jual-beli yang merugikan.” (HR. Al-Hakim)

8.  Do’a   Mohon   Diberikan   Brand   Image Terbaik

“Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku yang menjadi penjaga urusanku. Perbaikilah untukku duniaku yang di dalamnya kehidupanku. Perbaikilah untukku akhiratku yang di dalamnya tempat kembaliku. Jadikanlah hidup sebagai tambahan untukku dlm semua kebaikan dan jadikanlah mati sbg istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR. Muslim)

9.    Do’a   Mohon   Diberikan   Rezeki   Melimpah   dan Berkah

 “Ya Allah, bukakan untuk kami sebagian simpanan rahmat-Mu, jgn Engkau siksa kami setelahnya selama-lamanya di dunia dan akhirat. Dan (bukakan untuk  kami)  dari  karunia-Mu  yang  luas,  rezeki  yg halal  dan  suci.  Dan  janganlah  Engkau  jadikan  kami butuh setelahnya kpd siapa pun selain Engkau untuk selama-lamanya.     Dengannya,     Engkau     tambahkan kpd  kami  rasa  syukur kepada-Mu,  rasa membutuhkan dan fakir kepada-Mu dan rasa tdk membutuhkan selain kepada-Mu dan menjaga kehormatan.” (HR. Ahmad)

10.  Do’a Agar Usaha Kuat dan Tetap Eksis

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dari berubahnya kesejahteraan-Mu,   dari   mendadaknya  siksa-Mu  dan dari seluruh kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim)

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita, lemah dan malas, pengecut dan kikir  dan  terlilit  hutang  serta  dikuasai  musuh.” (HR.Bukhari).

Sumber : dari grup IIP Jkt01
Berikut ini beberapa do’a yang menurut kami sangat baik untuk diamalkan oleh para pengusaha:

1.  Do’a Mohon Dukungan Bisnis Dari Allah
(Tawakkal)

“Ya Allah, Yang Mahahidup, Yang Maha Menegakkan Urusan, dgn rahmat-Mu aku meminta petolongan, perbaikilah untukku seluruh urusanku, dan jgn  Engkau  serahkan  aku  kepada  diriku  walau hanya sekejap mata” (HR. An-Nasa’i, Al-Bazzar dan Al- Hakim, Hadist Shahih)

Sahabat amalkanlah membaca do’a ini pagi dan sore, serahkanlah urusan kita hari itu kepada Allah, agar semua urusan kita hari itu diliputi dengan tawakkal kepada Allah.

2.  Do’a Memilih Bidang Bisnis

“Dgn menyebut nama Allah, Ya Tuhanku, Aku berlindung kepada-Mu dari berbuat salah atau tersesat. Dari  berbuat  zalim  atau  dizalimi.  Dari  berbuat kebodohan   atau   dibodohi.”
 (Hadis   Hasan   Riwayat Nasa'i dan Abu Daud, disahihkan Al-Albani)

“Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon kepada- Mu kebaikan dari pekerjaan ini dan kebaikan yang terdapat di dalamnya. Dan aku berlindung dari keburukan pekerjaan ini dan keburukan yang terdapat di dalamnya. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

3.  Do’a Ketika Memulai Bisnis

"Ya  Tuhan-ku,  masukkanlah  Aku  secara  masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) Aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. (TQS. Al-Isra’ [17]: 80)

“Ya Allah Ya Tuhanku, aku pasrahkan   diriku kepada Engkau, dan aku hadapkan wajahku kepada- Mu, dan aku serahkan urusanku kepadamu, dan aku naungkan belakangku ke bawah naungan rahmatMu semata-mata kerana aku gemar dan sangat inginkan kepada keridhaanMu, dan tiadalah tempat bernaung atau tempat berserah melainkan kepada Engkau. Ya Tuhanku,  aku beriman dengan Al-Quran yang Engkau turunkan dari langit dan aku beriman dengan Nabi yang Engkau bangkitkan menjadi rasul.”
(Hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

4.  Do’a Membuat Bisnis Plan

"Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."
(TQS. Al-Kahfi [18]: 10)

5.  Do’a Dimudahkan Memperoleh Modal Usaha

“Ya Allah, cukupilah aku dengan yang halal dari- Mu jauh dari yang Engkau haramkan dan cukupilah aku dengan karunia-Mu jauh dari yang selain-Mu.” (HR. At- Tirmidzi)

6.  Do’a Mohon Diberikan Lokasi Usaha Yang Terbaik

“Ya  Tuhanku,  tempatkanlah  Aku  pada  tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat." (TQS. Al-Mu’minun [23]: 29)

7.  Do’a Mohon Dimudahkan Dalam Penjualan

 “Dengan nama Allah, ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pasar ini dan kebaikan apa yang ada di dalamnya. Ya Allah, sesungguhnya aku belindung kepada-Mu dari keburukannya  dan  keburukan  apa  yang  ada  di dalamnya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa musibah di dalamnya, berupa sumpah palsu atau akad jual-beli yang merugikan.” (HR. Al-Hakim)

8.  Do’a   Mohon   Diberikan   Brand   Image Terbaik

“Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku yang menjadi penjaga urusanku. Perbaikilah untukku duniaku yang di dalamnya kehidupanku. Perbaikilah untukku akhiratku yang di dalamnya tempat kembaliku. Jadikanlah hidup sebagai tambahan untukku dlm semua kebaikan dan jadikanlah mati sbg istirahat untukku dari segala keburukan.” (HR. Muslim)

9.    Do’a   Mohon   Diberikan   Rezeki   Melimpah   dan Berkah

 “Ya Allah, bukakan untuk kami sebagian simpanan rahmat-Mu, jgn Engkau siksa kami setelahnya selama-lamanya di dunia dan akhirat. Dan (bukakan untuk  kami)  dari  karunia-Mu  yang  luas,  rezeki  yg halal  dan  suci.  Dan  janganlah  Engkau  jadikan  kami butuh setelahnya kpd siapa pun selain Engkau untuk selama-lamanya.     Dengannya,     Engkau     tambahkan kpd  kami  rasa  syukur kepada-Mu,  rasa membutuhkan dan fakir kepada-Mu dan rasa tdk membutuhkan selain kepada-Mu dan menjaga kehormatan.” (HR. Ahmad)

10.  Do’a Agar Usaha Kuat dan Tetap Eksis

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dari berubahnya kesejahteraan-Mu,   dari   mendadaknya  siksa-Mu  dan dari seluruh kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim)

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita, lemah dan malas, pengecut dan kikir  dan  terlilit  hutang  serta  dikuasai  musuh.” (HR.Bukhari).

Sumber : dari grup IIP Jkt01

Inilah Rahasia Keberkahan Rizki

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..

Kita sudah tahu kekuatan ibadah seperti sedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajud. Amalan tersebut bisa memudahkan rezeki, melapangkan waktu, dan memelihara kesehatan. Tapi dimana logikanya? Mungkin sebagian Anda ada yang nyeletuk seperti itu.

Terkait masalah sholat dhuha, mungkin penjelasan berikut bisa membuat kita lebih paham. Katakanlah, Anda seoarang kontraktor. Sekali waktu, seorang bos property memanggil Anda. Terus si bos meminta Anda mengerjakan sesuatu, dari pukul 8 sampai pukul 11 pagi.

Yah, lumayan menghabiskan waktu priduktif Anda. Dapat dipastikan, setelah itu si bos akan mengganti waktu produktif Anda dengan sejumlah uang. Lha, si bos saja begitu, apalagi Allah?

Perumpamaan inilah yang kami maksud dengan sholat dhuha.

Ketika Anda melakukan sholat dhuha sekian menit, berarti Anda telah “menghabiskan” sebagian waktu produktif Anda untuk-Nya.
Maka,dapat dipastikan Dia akan mengganti waktu produktif Anda. Yang namanya ganti dari-Nya, tentulah tidak tanggung-tanggung. Layaknya sebuah keberuntungan.

Inilah janji Allah, “Wahai anak Adam, rukuklah karena Aku di awal siang (sholat dhuha), niscaya Aku akan mencukupi engkau pada akhir harinya”

Bukankah Dhuha adalah waktu? Bukankah waktu adalah uang. Jadilah sholat dhuha itu sholat rezeki, dan doa setelah sholat dhuha juga doa rezeki. Yang mana rezeki dari langit dan bumi dihimpun, didekatkan, dan disucikan ke hadapan Anda, melalui keagungan, kekuatan dan pemeliharaan Allah.

Tambahan lagi, saat Anda menyedekahkan uang Anda, maka Allah akan memudahkan uang Anda semudah-mudahnya. Khusus sholat dhuha, karena Anda telah menyedekahkan waktu produktif anda, maka Allah akan melapangkan waktu produktif Anda selapang-lapangnya.

Itu artinya, merutinkan sholat dhuha dapat meningkatkan produktivitas, baik bagi pribadi maupun bagi perusahaan. Bisa meningkat 2 sampai 3 kali lipat. Oleh karenanya, saran kami, sesibuk apa pun tetaplah sholat dhuha.

Justru dengan begitu, Anda tidak akan terlalu sibuk jadinya. Waktu Anda akan cukup. Urusan Anda akan beres. Yakinlah!
Bahkan setelah guru-guru di TK Khalifah Batam merutinkan sholat dhuha, dalam hitungan bulan, TK Khalifah menjadi belasan cabang, tersebar diberbagai kota.

Lebih dari itu, setelah saya pribadi meningkatkan sholat dhuha dari 2 rokaat ke 6 rokaat, hanya dalam 3 bulan saya dikaruniai rezeki terbesar seumur hidup saya.

Adapun rumusnya sebagai berikut: Rumus Duit (6D): D1+D2+D3+D4=D5+D6 –> Dagang+Doa+ Dhuha+Derma = Duit+Dahsyat.

Demi mengais-ngais uang, sebagian dari kita rela pontang-panting bekerja dari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore setiap harinya. Keringat pun sampai diperas-peras. Tulang pun sampai dibanting-banting. Pulang ke rumah dengan muka keruh, kerut, dan kusut. Yah, tidak salah. Itu kan bagian dari ikhtiar. Cuma, apa nggak capek kerja pontang-panting begitu saban hari?

Nah, sekarang kami tantang Anda. Maukah Anda melakukan sesuatu selama beberapa menit, namun waktu itu dapat menghemat waktu Anda seharian? Mestinya kepala Anda mengangguk kuat-kuat. Ketahuilah, sesuatu itu adalah sholat dhuha.

Sudahlah, begini saja. Awal-awal, anggaplah sholat dhuha itu sebagai “kerja” layaknya Anda mengetik, menghitung, melakukan pembukuan, mengikuti rapat dan lain-lain.

Maka, lakukan “kerja” yang satu ini selama beberapa menit. Percayalah, “kerja” ini dapat menghemat waktu anda seharian. Bukan Cuma itu.

Terlebih-lebih lagi, “kerja” ini juga dapat memudahkan urusan Anda, memudahkan rezeki Anda, dan memelihara kesehatan Anda.

Dengan kata lain, merutinkan sholat dhuha dapat meningkatkan produktivitas, baik bagi pribadi maupun perusahaan. Ini bukan janji dari kami. Tapi ini adalah janji dari-Nya ...

MASYA ALLAH...
Semoga yang mengucapkan Aamiin & yang Membagikan mendapat pasangan yang setia, sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin

Copas dari facebook
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..

Kita sudah tahu kekuatan ibadah seperti sedekah, sholat dhuha, dan sholat tahajud. Amalan tersebut bisa memudahkan rezeki, melapangkan waktu, dan memelihara kesehatan. Tapi dimana logikanya? Mungkin sebagian Anda ada yang nyeletuk seperti itu.

Terkait masalah sholat dhuha, mungkin penjelasan berikut bisa membuat kita lebih paham. Katakanlah, Anda seoarang kontraktor. Sekali waktu, seorang bos property memanggil Anda. Terus si bos meminta Anda mengerjakan sesuatu, dari pukul 8 sampai pukul 11 pagi.

Yah, lumayan menghabiskan waktu priduktif Anda. Dapat dipastikan, setelah itu si bos akan mengganti waktu produktif Anda dengan sejumlah uang. Lha, si bos saja begitu, apalagi Allah?

Perumpamaan inilah yang kami maksud dengan sholat dhuha.

Ketika Anda melakukan sholat dhuha sekian menit, berarti Anda telah “menghabiskan” sebagian waktu produktif Anda untuk-Nya.
Maka,dapat dipastikan Dia akan mengganti waktu produktif Anda. Yang namanya ganti dari-Nya, tentulah tidak tanggung-tanggung. Layaknya sebuah keberuntungan.

Inilah janji Allah, “Wahai anak Adam, rukuklah karena Aku di awal siang (sholat dhuha), niscaya Aku akan mencukupi engkau pada akhir harinya”

Bukankah Dhuha adalah waktu? Bukankah waktu adalah uang. Jadilah sholat dhuha itu sholat rezeki, dan doa setelah sholat dhuha juga doa rezeki. Yang mana rezeki dari langit dan bumi dihimpun, didekatkan, dan disucikan ke hadapan Anda, melalui keagungan, kekuatan dan pemeliharaan Allah.

Tambahan lagi, saat Anda menyedekahkan uang Anda, maka Allah akan memudahkan uang Anda semudah-mudahnya. Khusus sholat dhuha, karena Anda telah menyedekahkan waktu produktif anda, maka Allah akan melapangkan waktu produktif Anda selapang-lapangnya.

Itu artinya, merutinkan sholat dhuha dapat meningkatkan produktivitas, baik bagi pribadi maupun bagi perusahaan. Bisa meningkat 2 sampai 3 kali lipat. Oleh karenanya, saran kami, sesibuk apa pun tetaplah sholat dhuha.

Justru dengan begitu, Anda tidak akan terlalu sibuk jadinya. Waktu Anda akan cukup. Urusan Anda akan beres. Yakinlah!
Bahkan setelah guru-guru di TK Khalifah Batam merutinkan sholat dhuha, dalam hitungan bulan, TK Khalifah menjadi belasan cabang, tersebar diberbagai kota.

Lebih dari itu, setelah saya pribadi meningkatkan sholat dhuha dari 2 rokaat ke 6 rokaat, hanya dalam 3 bulan saya dikaruniai rezeki terbesar seumur hidup saya.

Adapun rumusnya sebagai berikut: Rumus Duit (6D): D1+D2+D3+D4=D5+D6 –> Dagang+Doa+ Dhuha+Derma = Duit+Dahsyat.

Demi mengais-ngais uang, sebagian dari kita rela pontang-panting bekerja dari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore setiap harinya. Keringat pun sampai diperas-peras. Tulang pun sampai dibanting-banting. Pulang ke rumah dengan muka keruh, kerut, dan kusut. Yah, tidak salah. Itu kan bagian dari ikhtiar. Cuma, apa nggak capek kerja pontang-panting begitu saban hari?

Nah, sekarang kami tantang Anda. Maukah Anda melakukan sesuatu selama beberapa menit, namun waktu itu dapat menghemat waktu Anda seharian? Mestinya kepala Anda mengangguk kuat-kuat. Ketahuilah, sesuatu itu adalah sholat dhuha.

Sudahlah, begini saja. Awal-awal, anggaplah sholat dhuha itu sebagai “kerja” layaknya Anda mengetik, menghitung, melakukan pembukuan, mengikuti rapat dan lain-lain.

Maka, lakukan “kerja” yang satu ini selama beberapa menit. Percayalah, “kerja” ini dapat menghemat waktu anda seharian. Bukan Cuma itu.

Terlebih-lebih lagi, “kerja” ini juga dapat memudahkan urusan Anda, memudahkan rezeki Anda, dan memelihara kesehatan Anda.

Dengan kata lain, merutinkan sholat dhuha dapat meningkatkan produktivitas, baik bagi pribadi maupun perusahaan. Ini bukan janji dari kami. Tapi ini adalah janji dari-Nya ...

MASYA ALLAH...
Semoga yang mengucapkan Aamiin & yang Membagikan mendapat pasangan yang setia, sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin

Copas dari facebook

Rezeki Mana Yang Anda Pilih

Dulu saya pernah bertanya dan merenung, “Mengapa ada orang yang sudah banting tulang kerja atau bisnis, sudah ikut coaching dan berbagai pelatihan tetapi mengapa kehidupan ekonominya ngos-ngosan? Sementara itu, di sisi lain, ada orang yang tidak terlihat ngoyo namun rezeki halalnya mengalir deras ke dalam dirinya.”

Jawaban atas kegelisahan dan perenungan tersebut di atas saya dapatkan dari salah satu guru spiritual saya. Ia berkata, “Jamil, bila ingin paham tentang ilmu rezeki kamu harus pahami dari sudut pandang yang punya dan yang mengatur rezeki. Ilmu dari para ahli hanya alat bantu dan informasi tambahan bukan rujukan utama.”

Ternyata, Allah SWT Sang Pemberi Rezeki telah menetapkan empat tingkat datangnya rezeki. Tingkat pertama, Allah SWT telah menjamin rezeki setiap makhluk hidup di dunia ini. Cicak yang tidak bisa terbang bisa mendapatkan rezeki (makanan) dari makhluk hidup yang justeru bisa terbang. Manusia pun pasti dijamin rezekinya oleh Sang Pemilik Rezeki.

Hal ini didasari firman Allah SWT, “Tidak ada satu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.” (QS 11:6). Syarat utama untuk dapat rezeki adalah BERGERAK.

Tingkat kedua, rezeki sesuai dengan jerih payahnya. Firman Allah SWT, “Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya.” (QS 53: 39). Siapapun yang bekerja lebih keras, lebih cerdas dan lebih ikhlas maka rezeki yang diperolehnya akan lebih dibandingkan yang lain. Ingatlah selalu 3-As: KERJA KERAS, CERDAS, IKHLAS.

Tingkat ketiga, rezeki yang dilipatgandakan. Syarat untuk mendapat rezeki yang terus bertambah adalah pandai bersyukur. Firman Allah SWT, “…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu….” (QS 17 : 07). Mau rezekinya dilipatgandakan? Syaratnya BERSYUKUR.

Berlatihlah bersyukur dimulai dari yang sederha yaitu mudah mengucapkan terima kasih dalam berbagai aspek kehidupan. Termasuk tidak mudah mengeluh atas nikmat yang sedikit. Bukti syukur juga adalah Anda mengoptimalkan berbagai kelebihan dan keahlian yang Anda miliki untuk menebar kebaikan dan manfaat.

Tingkat keempat, rezeki datang dari arah yang tidak diduga. Misalnya, tiba-tiba Anda mendapat beasiswa, sahabat saya tiba-tiba diberi kepemilikan saham perusahaan, ada juga yang tiba-tiba diberi rumah, tiba tiba diberangkatkan ke Tanah Suci dan sejenisnya. Untuk mendapat rezeki seperti ini syaratnya satu BERTAQWA.

Rezeki mana yang Anda pilih? Saya memilih semuanya. Hehehehe…

Maka dari itu, setiap hari, saya selalu berusaha untuk bergerak, bekerja lebih keras, cerdas dan ikhlas. Tidak lupa juga selalu berlatih untuk selalu bersyukur dan berupaya sekuat tenaga untuk semakin menjadi manusia yang bertaqwa. Praktikkanlah….


====================================

Oleh Jamil Azzaini


Dulu saya pernah bertanya dan merenung, “Mengapa ada orang yang sudah banting tulang kerja atau bisnis, sudah ikut coaching dan berbagai pelatihan tetapi mengapa kehidupan ekonominya ngos-ngosan? Sementara itu, di sisi lain, ada orang yang tidak terlihat ngoyo namun rezeki halalnya mengalir deras ke dalam dirinya.”

Jawaban atas kegelisahan dan perenungan tersebut di atas saya dapatkan dari salah satu guru spiritual saya. Ia berkata, “Jamil, bila ingin paham tentang ilmu rezeki kamu harus pahami dari sudut pandang yang punya dan yang mengatur rezeki. Ilmu dari para ahli hanya alat bantu dan informasi tambahan bukan rujukan utama.”

Ternyata, Allah SWT Sang Pemberi Rezeki telah menetapkan empat tingkat datangnya rezeki. Tingkat pertama, Allah SWT telah menjamin rezeki setiap makhluk hidup di dunia ini. Cicak yang tidak bisa terbang bisa mendapatkan rezeki (makanan) dari makhluk hidup yang justeru bisa terbang. Manusia pun pasti dijamin rezekinya oleh Sang Pemilik Rezeki.

Hal ini didasari firman Allah SWT, “Tidak ada satu binatangpun (termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.” (QS 11:6). Syarat utama untuk dapat rezeki adalah BERGERAK.

Tingkat kedua, rezeki sesuai dengan jerih payahnya. Firman Allah SWT, “Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya.” (QS 53: 39). Siapapun yang bekerja lebih keras, lebih cerdas dan lebih ikhlas maka rezeki yang diperolehnya akan lebih dibandingkan yang lain. Ingatlah selalu 3-As: KERJA KERAS, CERDAS, IKHLAS.

Tingkat ketiga, rezeki yang dilipatgandakan. Syarat untuk mendapat rezeki yang terus bertambah adalah pandai bersyukur. Firman Allah SWT, “…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu….” (QS 17 : 07). Mau rezekinya dilipatgandakan? Syaratnya BERSYUKUR.

Berlatihlah bersyukur dimulai dari yang sederha yaitu mudah mengucapkan terima kasih dalam berbagai aspek kehidupan. Termasuk tidak mudah mengeluh atas nikmat yang sedikit. Bukti syukur juga adalah Anda mengoptimalkan berbagai kelebihan dan keahlian yang Anda miliki untuk menebar kebaikan dan manfaat.

Tingkat keempat, rezeki datang dari arah yang tidak diduga. Misalnya, tiba-tiba Anda mendapat beasiswa, sahabat saya tiba-tiba diberi kepemilikan saham perusahaan, ada juga yang tiba-tiba diberi rumah, tiba tiba diberangkatkan ke Tanah Suci dan sejenisnya. Untuk mendapat rezeki seperti ini syaratnya satu BERTAQWA.

Rezeki mana yang Anda pilih? Saya memilih semuanya. Hehehehe…

Maka dari itu, setiap hari, saya selalu berusaha untuk bergerak, bekerja lebih keras, cerdas dan ikhlas. Tidak lupa juga selalu berlatih untuk selalu bersyukur dan berupaya sekuat tenaga untuk semakin menjadi manusia yang bertaqwa. Praktikkanlah….


====================================

Oleh Jamil Azzaini


Jumat, 11 Maret 2016

Membahagiakan Pasangan

 

Saya sepakat mengenai bab membahagiakan istri bukan sekedar memenuhi segala keinginan istri. Tapi pada jalan, juga pada cara apa menentramkan jiwa dan menyenangkan hatinya. Bagaimana menyentuh perasaan dan hatinya si istri. Karena materi tak akan mampu mengganti rasa bersyukurnya istri memiliki suami seperti dirinya juga sebaliknya.


Karena bahagia itu tentang rasa syukur pada apa yang kita miliki saat ini bukan pada apa yang belum kita miliki saat ini.


Saya teringat, begitu banyak cara yang suami lakukan demi membahagiakan hati saya, demi membuat senyum terkembang dipipi mungil belahan jiwanya. 

Ketika tiba-tiba dia bernyanyi "romantis" saya cukup terhibur bahkan sangat terhibur hingga membuat saya tertawa sebab caranya seperti ini agak unik ditambah kefals-an suaranya jadi agak gimana gitu. Tetaplah saya bahagia dari caranya membuat saya bahagia.

Begitu juga demi membahagiakan istri, dia rela menahan kantuk nya dalam jiwa yang teramat lelah sepulang kerja memilih mendengarkan celotehan saya yang tiada habisnya rasanya saat itu ingin menumpahkan segalanya tentang kondisi rumah seharian dengan segala tingkah "isi penghuninya". Walaupun saya juga harus tau diri apa yang tidak memberatkan dirinya untuk mendengarkan segala celotehan belahan jiwanya ini :P

Suatu ketika, kondisi saya sangat lelah setelah seharian dengan full banyak agenda diluar rumah memilih merebahkan badan. suami tanpa saya minta memijit istrinya yang lelah. Ini adalah bentuk perhatiannya karena melihat istrinya dalam keadaan lelah yang bertumpuk-tumpuk. Dia tau betul bagaimana sang istri jika lelah bisa tumbang, belum lagi beberapa penyakit yang suka kambuh karena terlalu lelah. Dia peluk istrinya yang lelah, dia tenangkan jiwanya, dia biarkan anak-anak yang masih full energi (walaupun sudah malam) main sendiri dan dia, suami yang saya cintai karena Allah memilih menemani sang istri berdua saja. 

"Umi capek ya? Sini abi pijitin.." ahh rasanya meleleh lagi dibuatnya.

Belum lagi caranya membagi waktu membantu pekerjaan istrinya. Tidak jarang cuci piring bersama, melipat baju bersama, aktivitas pekerjaan rumah apa saja baginya jika dikerjakan bersama istri adalah keromantisan tersendiri, dan ini juga membuat saya bahagia karena kita sepenanggungan bersama.

Ada banyak hal yang tidak kita minta tapi Allah tak lupa menyediakannya untuk kita. atas segala kesabarannya mendidik saya sebagai istri, Terima kasih Allah dikaruniakan lelaki yang kini menjadi suamiku. Dia amat spesial untukku.

Maka bahagia itu ketika saya sebagai istri mampu bersyukur atas segala sisi baik yang ada pada diri suami lengkap dengan kelemahannya dan menerima dia dengan lapang dada begitu juga sebaliknya.


Di rumah kita yang sederhana kita bangun cerita indah tentang kita; aku, kamu dan anak-anak kita. Kelak suatu masa saat kita sudah menua kita akan rindu masa dimana kita dalam keadaan sulit, susah, senang, tetap berpegang erat dalam ikatan cinta karenaNya.

Suamiku,
Ingatkan apa yang luput dariku tentang banyak kebaikanmu.
Ingatkan apa yang luput dariku tentang keromantisanmu padaku
Karena hanya itu yang membuat aku bersyukur sepenuh hatiku BETAPA BAHAGIA ALLAH JADIKAN KAU SEBAGAI IMAM untukku.



11 Maret 2016
Dibilik rumah Jati Padang
Mari merenda cinta menautkan hati bersama berharap terus bimbingan dariNya

 

Saya sepakat mengenai bab membahagiakan istri bukan sekedar memenuhi segala keinginan istri. Tapi pada jalan, juga pada cara apa menentramkan jiwa dan menyenangkan hatinya. Bagaimana menyentuh perasaan dan hatinya si istri. Karena materi tak akan mampu mengganti rasa bersyukurnya istri memiliki suami seperti dirinya juga sebaliknya.


Karena bahagia itu tentang rasa syukur pada apa yang kita miliki saat ini bukan pada apa yang belum kita miliki saat ini.


Saya teringat, begitu banyak cara yang suami lakukan demi membahagiakan hati saya, demi membuat senyum terkembang dipipi mungil belahan jiwanya. 

Ketika tiba-tiba dia bernyanyi "romantis" saya cukup terhibur bahkan sangat terhibur hingga membuat saya tertawa sebab caranya seperti ini agak unik ditambah kefals-an suaranya jadi agak gimana gitu. Tetaplah saya bahagia dari caranya membuat saya bahagia.

Begitu juga demi membahagiakan istri, dia rela menahan kantuk nya dalam jiwa yang teramat lelah sepulang kerja memilih mendengarkan celotehan saya yang tiada habisnya rasanya saat itu ingin menumpahkan segalanya tentang kondisi rumah seharian dengan segala tingkah "isi penghuninya". Walaupun saya juga harus tau diri apa yang tidak memberatkan dirinya untuk mendengarkan segala celotehan belahan jiwanya ini :P

Suatu ketika, kondisi saya sangat lelah setelah seharian dengan full banyak agenda diluar rumah memilih merebahkan badan. suami tanpa saya minta memijit istrinya yang lelah. Ini adalah bentuk perhatiannya karena melihat istrinya dalam keadaan lelah yang bertumpuk-tumpuk. Dia tau betul bagaimana sang istri jika lelah bisa tumbang, belum lagi beberapa penyakit yang suka kambuh karena terlalu lelah. Dia peluk istrinya yang lelah, dia tenangkan jiwanya, dia biarkan anak-anak yang masih full energi (walaupun sudah malam) main sendiri dan dia, suami yang saya cintai karena Allah memilih menemani sang istri berdua saja. 

"Umi capek ya? Sini abi pijitin.." ahh rasanya meleleh lagi dibuatnya.

Belum lagi caranya membagi waktu membantu pekerjaan istrinya. Tidak jarang cuci piring bersama, melipat baju bersama, aktivitas pekerjaan rumah apa saja baginya jika dikerjakan bersama istri adalah keromantisan tersendiri, dan ini juga membuat saya bahagia karena kita sepenanggungan bersama.

Ada banyak hal yang tidak kita minta tapi Allah tak lupa menyediakannya untuk kita. atas segala kesabarannya mendidik saya sebagai istri, Terima kasih Allah dikaruniakan lelaki yang kini menjadi suamiku. Dia amat spesial untukku.

Maka bahagia itu ketika saya sebagai istri mampu bersyukur atas segala sisi baik yang ada pada diri suami lengkap dengan kelemahannya dan menerima dia dengan lapang dada begitu juga sebaliknya.


Di rumah kita yang sederhana kita bangun cerita indah tentang kita; aku, kamu dan anak-anak kita. Kelak suatu masa saat kita sudah menua kita akan rindu masa dimana kita dalam keadaan sulit, susah, senang, tetap berpegang erat dalam ikatan cinta karenaNya.

Suamiku,
Ingatkan apa yang luput dariku tentang banyak kebaikanmu.
Ingatkan apa yang luput dariku tentang keromantisanmu padaku
Karena hanya itu yang membuat aku bersyukur sepenuh hatiku BETAPA BAHAGIA ALLAH JADIKAN KAU SEBAGAI IMAM untukku.



11 Maret 2016
Dibilik rumah Jati Padang
Mari merenda cinta menautkan hati bersama berharap terus bimbingan dariNya

Peranmu Adalah Ladang Surga Bagimu

Ya. Peranmu adalah ladang surga bagimu. kesentil banget dengan tulisan ini, berasa seperti di tampar-tampar. Kamu selama jadi hamba Allah udah ngapain aja? ibadah udah maksimal? sholat misalnya udah tepat waktu kah? lengkap dengan rawatibnya? sambil teringat lagi, sejak nikah tiap sholat tepat waktu ada aja ujiannya. udah wudhu eh tiba-tiba anak pipis dicelana, iya kalau satu lebih sering barengan antara makhluk dulu atau kholik dulu? tentu jawabannya kholik dulu. tapi kalau pipis gak di pel kan najis apa bisa sholat? nah kan ujian lagi. akhirnya milih nangani anak dulu gantiin pipisnya baru sholat. sampai poin ini saya istighfar. 

Ya Rabbana...sekuat tenaga berlari menujumu sekuat itulah setan lari kencang menghembuskan ujian, agar terlena, agar terlupa bahwa Engkau yang utama lebih dari maklukmu. belum ibadah-ibadah yang lain. sunnah misalnya. mau dhuha masih rempong kah urusan tetek bengek perdapuran dan lain-lainnya? ampuni ya Rabb. jika banyak kelalaian. 


Menghela nafas dulu. evaluasi diri baru pada poin saya sebagai hamba. sekarang bertambah peran menjadi istri. selama mendampingi suami jadi istri udah melakukan apa aja? selama jadi ibu untuk 2 amanah yang Allah titipkan padamu apa yang sudah kamu lakukan?

Terbengong dan termenung. sambil mengevaluasi diri. jangan-jangan selama ini ada aktivitas yang saya lakukan mungkin versi saya ini jadi prioritas tapi hak suami dan anak-anak saya lalaikan? Istighfar lagi.

Pernah saya dibakar api cemburu lantaran suami bisa asyik tilawah, sholat berjamaah tepat waktu lengkap dengan sunnahnya, bisa nambah hafalan. sedang saya pada aktivitas ibadah itu direpotkan dengan tetek bengek urusan anak-anak dan segala kerewelannya. saking cemburunya saya liat suami asyik tilawah berlembar-lembar. saya dekati suami, trus saya bilang, bi.. aku mau baca quran juga. bolehkan gantian jaga anak-anak?

disinilah ujiannya. sejak hari itu, suami lebih perhatian dengan me time nya saya. dan dia memberikan ruang yang cukup untuk saya bisa berlama-lama "berkhalwat denganNya".

Apapun peran kita, lakukanlah yang terbaik diwaktu tersebut karena setiap peran hakikatnya adalah ladang amal yang mendulang pahala dan jalan kita meraih surgaNya.

Ingat!
Ujian setiap diri tidaklah sama. Ada yang Allah uji dengan keluasan waktu, keluasan rizki, kelak akan ditanya untuk apa waktumu? Untuk apa hartamu engkau pergunakan? Ditangan hamba Allah yang sholih keluasan waktu, keluasan rizki akan dipergunakan sebaik-baiknya. Begitulah sebaliknya ada yang Allah uji dengan kesempitan; ditengah ujian yang melanda apakah ia tetang istiqomah dalam amalnya? Dengan kualitas dan kuantitas terbaik.

Ya. Peranmu adalah ladang surga bagimu. kesentil banget dengan tulisan ini, berasa seperti di tampar-tampar. Kamu selama jadi hamba Allah udah ngapain aja? ibadah udah maksimal? sholat misalnya udah tepat waktu kah? lengkap dengan rawatibnya? sambil teringat lagi, sejak nikah tiap sholat tepat waktu ada aja ujiannya. udah wudhu eh tiba-tiba anak pipis dicelana, iya kalau satu lebih sering barengan antara makhluk dulu atau kholik dulu? tentu jawabannya kholik dulu. tapi kalau pipis gak di pel kan najis apa bisa sholat? nah kan ujian lagi. akhirnya milih nangani anak dulu gantiin pipisnya baru sholat. sampai poin ini saya istighfar. 

Ya Rabbana...sekuat tenaga berlari menujumu sekuat itulah setan lari kencang menghembuskan ujian, agar terlena, agar terlupa bahwa Engkau yang utama lebih dari maklukmu. belum ibadah-ibadah yang lain. sunnah misalnya. mau dhuha masih rempong kah urusan tetek bengek perdapuran dan lain-lainnya? ampuni ya Rabb. jika banyak kelalaian. 


Menghela nafas dulu. evaluasi diri baru pada poin saya sebagai hamba. sekarang bertambah peran menjadi istri. selama mendampingi suami jadi istri udah melakukan apa aja? selama jadi ibu untuk 2 amanah yang Allah titipkan padamu apa yang sudah kamu lakukan?

Terbengong dan termenung. sambil mengevaluasi diri. jangan-jangan selama ini ada aktivitas yang saya lakukan mungkin versi saya ini jadi prioritas tapi hak suami dan anak-anak saya lalaikan? Istighfar lagi.

Pernah saya dibakar api cemburu lantaran suami bisa asyik tilawah, sholat berjamaah tepat waktu lengkap dengan sunnahnya, bisa nambah hafalan. sedang saya pada aktivitas ibadah itu direpotkan dengan tetek bengek urusan anak-anak dan segala kerewelannya. saking cemburunya saya liat suami asyik tilawah berlembar-lembar. saya dekati suami, trus saya bilang, bi.. aku mau baca quran juga. bolehkan gantian jaga anak-anak?

disinilah ujiannya. sejak hari itu, suami lebih perhatian dengan me time nya saya. dan dia memberikan ruang yang cukup untuk saya bisa berlama-lama "berkhalwat denganNya".

Apapun peran kita, lakukanlah yang terbaik diwaktu tersebut karena setiap peran hakikatnya adalah ladang amal yang mendulang pahala dan jalan kita meraih surgaNya.

Ingat!
Ujian setiap diri tidaklah sama. Ada yang Allah uji dengan keluasan waktu, keluasan rizki, kelak akan ditanya untuk apa waktumu? Untuk apa hartamu engkau pergunakan? Ditangan hamba Allah yang sholih keluasan waktu, keluasan rizki akan dipergunakan sebaik-baiknya. Begitulah sebaliknya ada yang Allah uji dengan kesempitan; ditengah ujian yang melanda apakah ia tetang istiqomah dalam amalnya? Dengan kualitas dan kuantitas terbaik.

Rabu, 24 Februari 2016

Aku Ingin Menikmati Jawaban Tuhanku

Sejak beberapa tahun lalu, ide menulis menuangkan semua kegelisahan pikiran ini selalu saja menggoda saya untuk menuliskannya dan membaginya pada semua. Tulisan ini dimaksudkan agar saya bisa memahami dalam-dalam dan tidak merasa asing dengan maknanya.



Terkhusus untuk mereka yang selalu menyemangati saya, mengingatkan saya bahwa beginilah sesungguhnya hakikat dari jalan yang sedang ditempuh bernama “Dakwah”. Juga untuk mereka yang tidak pernah dibatasi dengan jarak, waktu dan kesibukannya. Untuk mereka yang mampu mengantarkan anak-anak “manusia” kepada jalan penuh dengan cahaya, berkah dan hidayah dariNya. Mereka yang berpeluh-peluh keringat, berlelah-lelah mengorbankan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk membuat segala persiapan, perencanaan, strategi, konsep, solusi hanya untuk dakwah yang mereka lakukan karenaNya.



Bismillah,



Aku Ingin Menikmati jawaban Tuhanku….


Pernah gak mendapat surat cinta? Surat cinta yang dikirim dari “yang amat spesial” bagaimana ya rasanya? Kemudian setelah mendapat surat cinta itu berapa kali dalam sehari kita membacanya?

Jika surat yang diberikan itu berupa pemberian harapan, memantapkan keyakinan, menghapuskan segala keraguan, menghilangkan kekhawatiran dan memberikan banyak janji kenikmatan….bukankah sudah tentu dari kita ingin sekali mendapatkan pembuktian dan jawabannya?? Dan berharap penuh mendapatkannya?? Atau ada yang tidak ingin mendapatkan surat cinta dari “yang amat spesial”??

Begitulah tentang harapan, kepekaan dan penantian jawaban yang dirasakan Umar Bin Abdul Azis saat dia membaca surat cinta yang dikirimkan oleh TuhanNya. Surat cinta itulah yang kemudian membuatnya diam sejenak dalam setiap ayat-demi ayat yang dia baca. Ketika ditanya alasannya, Umar bin Abdul Azis menjawab, aku ingin menikmati jawaban Tuhanku

Seandainya saja kita bisa memahami dengan betul apa yang membuat sekaliber Umar Bin Abdul Azis sedemikian yakin bahwa surat cintanya pasti mendapatkan jawaban dari TuhanNya. Maka sudah tentu bukan kita pun ingin sekali mendapatkan jawaban, nikmatnya tatkala Allah menjawab semua harapan, permintaan kita… tentang apa saja…. pengharapan untuk dunia dan akhirat kita. (Siap-siap deh buat surat cinta melalui list doa-doa kalian yakinlah suatu saat surat cinta dan doa itu mendapatkan jawabannya dan nikmatilah penantiannya)


Dan seandainya saja hati kita senantiasa dapat merasakan bahwa Allah benar-benar menjawab segala penantian dan harapan kita, dan Allah bahkan sudah lebih dahulu menjawabnya melalui ayat demi ayat dalam surat cintaNya, pastilah hati kita sudah terbang kegirangan dan itulah fitrah!!

Anda tau, apa yang sebenarnya diharapkan oleh Umar bin Abdul Azis dalam setiap doa-doa harapannya??

Harapannya sederhana! Sangat sederhana… tapi sangat dalam maknanya…

Setiap kali membaca Arrohmanirrohim dalam shalatnya, beliau akan selalu teringat dengan rahmat dan nikmat Allah yang melimpah diberikan kepada seluruh umatnya
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl : 18)

Dan pengharapan yang tulus saat membaca ayat ke-6 dari surat AlFatihah “Ihdinaassyirotholmustaqiim” memohon dikaruniai sahabat, saudara, teman yang shalih… mengingat kembali orang-orang beriman, bertaqwa yang hidup bersamanya atau bersama kita, dan berdoa agar Allah selalu meneguhkan mereka, meneguhkan kita di atas jalan tersebut. Karena tiada yang dapat meneguhkan dan membimbing langkap pada jalan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, kecuali Allah. Perasaan itulah yang kerap membuat Umar bin Abdul Azis bertambah dekat padaNya, dan semakin besar harapan untuk mendapatkan rahmat-Nya serta semakin rasa takut padaNya.

Pada ayat berikutnya ia juga meminta, agar dijauhkan dari saudara, sahabat, teman yang jahat…karena Allah sebaik-baik penjagaan dan pemberi makar! Serta meminta agar Allah menetapkan kita sebagai bagian dari orang-orang yang istiqamah di jalanNya…

Adakah di antara kita yang tidak ingin mendapatkan nikmat saat Allah menjawab semua surat cinta dan doa-doa kita???

Menikmati jawaban dari nikmat yang Allah janjikan kepada kita salah satunya dengan terus beramal… dengan terus bergerak, dengan terus berdakwah karena itulah bukti bahwa kita bersyukur saat Allah perlahan-lahan menjawab pengharapan nikmat kita dan beginilah cara kita menikmati nikmat jawaban yang Allah janjikan.

Orang-orang yang beristiqamah di jalan Allah akan mendapatkan buah yaitu keteguhan hati

Sungguh, ada banyak ribuan teladan orang-orang shalih di sekitar kita bahkan Al-Quran sudah sangat jelas memvisualisasikan ribuan teladan dan keteladanan mereka dari masa lalu hingga masa sekarang, termasuk ribuan perilaku buruk yang dapat menjadi pelajaran untuk kita.

Saudaraku, dalam keadaan apapun, bagaimanapun dan kapanpun semoga Al-Quran tidak  pernah lepas dari keseharian kita agar hidup kita selalu bersama dan dalam naungan al-Qur’an.


Wallahu’alam bis Showwab.




Sejak beberapa tahun lalu, ide menulis menuangkan semua kegelisahan pikiran ini selalu saja menggoda saya untuk menuliskannya dan membaginya pada semua. Tulisan ini dimaksudkan agar saya bisa memahami dalam-dalam dan tidak merasa asing dengan maknanya.



Terkhusus untuk mereka yang selalu menyemangati saya, mengingatkan saya bahwa beginilah sesungguhnya hakikat dari jalan yang sedang ditempuh bernama “Dakwah”. Juga untuk mereka yang tidak pernah dibatasi dengan jarak, waktu dan kesibukannya. Untuk mereka yang mampu mengantarkan anak-anak “manusia” kepada jalan penuh dengan cahaya, berkah dan hidayah dariNya. Mereka yang berpeluh-peluh keringat, berlelah-lelah mengorbankan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk membuat segala persiapan, perencanaan, strategi, konsep, solusi hanya untuk dakwah yang mereka lakukan karenaNya.



Bismillah,



Aku Ingin Menikmati jawaban Tuhanku….


Pernah gak mendapat surat cinta? Surat cinta yang dikirim dari “yang amat spesial” bagaimana ya rasanya? Kemudian setelah mendapat surat cinta itu berapa kali dalam sehari kita membacanya?

Jika surat yang diberikan itu berupa pemberian harapan, memantapkan keyakinan, menghapuskan segala keraguan, menghilangkan kekhawatiran dan memberikan banyak janji kenikmatan….bukankah sudah tentu dari kita ingin sekali mendapatkan pembuktian dan jawabannya?? Dan berharap penuh mendapatkannya?? Atau ada yang tidak ingin mendapatkan surat cinta dari “yang amat spesial”??

Begitulah tentang harapan, kepekaan dan penantian jawaban yang dirasakan Umar Bin Abdul Azis saat dia membaca surat cinta yang dikirimkan oleh TuhanNya. Surat cinta itulah yang kemudian membuatnya diam sejenak dalam setiap ayat-demi ayat yang dia baca. Ketika ditanya alasannya, Umar bin Abdul Azis menjawab, aku ingin menikmati jawaban Tuhanku

Seandainya saja kita bisa memahami dengan betul apa yang membuat sekaliber Umar Bin Abdul Azis sedemikian yakin bahwa surat cintanya pasti mendapatkan jawaban dari TuhanNya. Maka sudah tentu bukan kita pun ingin sekali mendapatkan jawaban, nikmatnya tatkala Allah menjawab semua harapan, permintaan kita… tentang apa saja…. pengharapan untuk dunia dan akhirat kita. (Siap-siap deh buat surat cinta melalui list doa-doa kalian yakinlah suatu saat surat cinta dan doa itu mendapatkan jawabannya dan nikmatilah penantiannya)


Dan seandainya saja hati kita senantiasa dapat merasakan bahwa Allah benar-benar menjawab segala penantian dan harapan kita, dan Allah bahkan sudah lebih dahulu menjawabnya melalui ayat demi ayat dalam surat cintaNya, pastilah hati kita sudah terbang kegirangan dan itulah fitrah!!

Anda tau, apa yang sebenarnya diharapkan oleh Umar bin Abdul Azis dalam setiap doa-doa harapannya??

Harapannya sederhana! Sangat sederhana… tapi sangat dalam maknanya…

Setiap kali membaca Arrohmanirrohim dalam shalatnya, beliau akan selalu teringat dengan rahmat dan nikmat Allah yang melimpah diberikan kepada seluruh umatnya
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl : 18)

Dan pengharapan yang tulus saat membaca ayat ke-6 dari surat AlFatihah “Ihdinaassyirotholmustaqiim” memohon dikaruniai sahabat, saudara, teman yang shalih… mengingat kembali orang-orang beriman, bertaqwa yang hidup bersamanya atau bersama kita, dan berdoa agar Allah selalu meneguhkan mereka, meneguhkan kita di atas jalan tersebut. Karena tiada yang dapat meneguhkan dan membimbing langkap pada jalan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, kecuali Allah. Perasaan itulah yang kerap membuat Umar bin Abdul Azis bertambah dekat padaNya, dan semakin besar harapan untuk mendapatkan rahmat-Nya serta semakin rasa takut padaNya.

Pada ayat berikutnya ia juga meminta, agar dijauhkan dari saudara, sahabat, teman yang jahat…karena Allah sebaik-baik penjagaan dan pemberi makar! Serta meminta agar Allah menetapkan kita sebagai bagian dari orang-orang yang istiqamah di jalanNya…

Adakah di antara kita yang tidak ingin mendapatkan nikmat saat Allah menjawab semua surat cinta dan doa-doa kita???

Menikmati jawaban dari nikmat yang Allah janjikan kepada kita salah satunya dengan terus beramal… dengan terus bergerak, dengan terus berdakwah karena itulah bukti bahwa kita bersyukur saat Allah perlahan-lahan menjawab pengharapan nikmat kita dan beginilah cara kita menikmati nikmat jawaban yang Allah janjikan.

Orang-orang yang beristiqamah di jalan Allah akan mendapatkan buah yaitu keteguhan hati

Sungguh, ada banyak ribuan teladan orang-orang shalih di sekitar kita bahkan Al-Quran sudah sangat jelas memvisualisasikan ribuan teladan dan keteladanan mereka dari masa lalu hingga masa sekarang, termasuk ribuan perilaku buruk yang dapat menjadi pelajaran untuk kita.

Saudaraku, dalam keadaan apapun, bagaimanapun dan kapanpun semoga Al-Quran tidak  pernah lepas dari keseharian kita agar hidup kita selalu bersama dan dalam naungan al-Qur’an.


Wallahu’alam bis Showwab.




Tawakal Saja Biar Allah Menyegerakannya

Ada serumput bahagia menghempas jiwa, ada kesejukan mengalir tenang membasahi hati dalam raga, ada bias-bias cahaya yang terus memancar terang untuk memapah tiap langkah agar dapat berjalan.

Sejenak merenung, ada banyak permohonan yang hampir tak pernah putus terpanjatkan kepadaNya, namun…hingga sekarang belum juga terwujud.

Ada banyak permintaan yang terucap kepadaNya, namun hingga detik ini belum juga terpenuhi.  Mungkin, saya pernah merasakan lidah yang hampir kelu karena terus bermunajat namun belum juga terijabah, atau kelelahan batin yang begitu meletihkan karena doa yang hampir selalu terucapkan, namun belum juga terjawab.

Sungguh, tiap-tiap bait dalam doa yang terucapkan bagi saya itu adalah energi yang membentuk ketahanan kita dalam menghadapi ujian hidup. Ia adalah senjata, karena dengannya kita mendapat bantuan dari yang Maha Kuat.

Ya…kekuatan iman kita justru akan semakin tampak tatkala kita berupaya sekuat tenaga dan terus menerus memanjatkan doa, namun kita belum juga merasakan perubahan.

Kembali teringat akan sebuah kutipan kata yang begitu membekas dan mengena di hati “Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia tetap totalitas dalam berdoa tapi ia belum juga melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab berputus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan karena ia yakin bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya.”

Hampir sama kondisinya dengan orang yang menaiki gunung tinggi. Ia dianjurkan untuk tidak terlalu sering melemparkan pandangannya ke atas gunung yang harus ia daki, karena bisa memunculkan ketidakpercayaan diri dan membebani langkahnya untuk terus mendaki. Tapi, ketika ia turun dari tempat yang tinggi, ia juga dianjurkan untuk tidak terlalu sering melihat jauh ke bawah. Karena jauhnya daratan yang ia lihat bisa menimbulkan kelemahan pada jiwa.


Adalah suatu kefitrahan bila kita merasa resah atas tiap bait-bait doa yang belum terjawab. Tawakal saja…bila kita tak pernah berhenti berdoa, dalam tiap kesunyian kita terus mengiba dengan penuh harap dan cemas dalam doa.

Bukankah orang-orang yang memohon dan menginginkan doanya segera terkabul, cepat terwujud adalah bukti dari kelemahan iman?

“Sesungguhnya Allah tidak pernah mengabulkan doa dari hati yang lalai.”

Akhirnya kita masih memiliki sumber kegembiraan sejati yaitu doa yang membuat keimanan kita semakin hari semakin kuat.

Maka sekarang tawakal saja…biar Allah yang menyegerakannya, menyegerakan kita dalam kebaikan yang menghantarkan kita menuju keridhaanNya.

Wallahu’alam Bish Showwab..
Ada serumput bahagia menghempas jiwa, ada kesejukan mengalir tenang membasahi hati dalam raga, ada bias-bias cahaya yang terus memancar terang untuk memapah tiap langkah agar dapat berjalan.

Sejenak merenung, ada banyak permohonan yang hampir tak pernah putus terpanjatkan kepadaNya, namun…hingga sekarang belum juga terwujud.

Ada banyak permintaan yang terucap kepadaNya, namun hingga detik ini belum juga terpenuhi.  Mungkin, saya pernah merasakan lidah yang hampir kelu karena terus bermunajat namun belum juga terijabah, atau kelelahan batin yang begitu meletihkan karena doa yang hampir selalu terucapkan, namun belum juga terjawab.

Sungguh, tiap-tiap bait dalam doa yang terucapkan bagi saya itu adalah energi yang membentuk ketahanan kita dalam menghadapi ujian hidup. Ia adalah senjata, karena dengannya kita mendapat bantuan dari yang Maha Kuat.

Ya…kekuatan iman kita justru akan semakin tampak tatkala kita berupaya sekuat tenaga dan terus menerus memanjatkan doa, namun kita belum juga merasakan perubahan.

Kembali teringat akan sebuah kutipan kata yang begitu membekas dan mengena di hati “Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia tetap totalitas dalam berdoa tapi ia belum juga melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab berputus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan karena ia yakin bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya.”

Hampir sama kondisinya dengan orang yang menaiki gunung tinggi. Ia dianjurkan untuk tidak terlalu sering melemparkan pandangannya ke atas gunung yang harus ia daki, karena bisa memunculkan ketidakpercayaan diri dan membebani langkahnya untuk terus mendaki. Tapi, ketika ia turun dari tempat yang tinggi, ia juga dianjurkan untuk tidak terlalu sering melihat jauh ke bawah. Karena jauhnya daratan yang ia lihat bisa menimbulkan kelemahan pada jiwa.


Adalah suatu kefitrahan bila kita merasa resah atas tiap bait-bait doa yang belum terjawab. Tawakal saja…bila kita tak pernah berhenti berdoa, dalam tiap kesunyian kita terus mengiba dengan penuh harap dan cemas dalam doa.

Bukankah orang-orang yang memohon dan menginginkan doanya segera terkabul, cepat terwujud adalah bukti dari kelemahan iman?

“Sesungguhnya Allah tidak pernah mengabulkan doa dari hati yang lalai.”

Akhirnya kita masih memiliki sumber kegembiraan sejati yaitu doa yang membuat keimanan kita semakin hari semakin kuat.

Maka sekarang tawakal saja…biar Allah yang menyegerakannya, menyegerakan kita dalam kebaikan yang menghantarkan kita menuju keridhaanNya.

Wallahu’alam Bish Showwab..

Selasa, 23 Februari 2016

Cinta, Rindu dan Cemburu



Cinta itu...
Ujian hidup
bagaimana kamu bisa bersabar dalam rindu
dan bersyukur oleh cemburu



Siang itu di ruang makan saya acuhkan dirinya saya tinggalkan ruang makan dengan kondisi sangat tidak berselera. Saya acuhkan dia yang masih sibuk menerima panggilan telepon dari teman kantor. Sabtu pekan ini hari libur jadwal dia off (libur kerja) bukankah seharusnya adalah waktu dia dan keluarganya? Tidak bisakah teman kantornya itu memahami tidak hanya kerjaan yang menjadi “urusannya” ada keluarga; anak dan istrinya?

Perasaan saya sangat cemburu saat itu. salahkan saya yang cemburu pada kantor nya? pada rekan kerja nya?

Benar saja.
Cinta itu ujian hidup
Bagaimana kita mampu bersabar dalam rindu
Dan bersyukur oleh cemburu

Cinta inilah yang membuat saya rindu pada waktu-waktu suami bercengkrama dengan saya pun dengan anak-anak, berbincang hangat, berdiskusi, bercanda dan bermanja-manja.

Cinta ini jugalah yang membuat saya menerbangkan rindu hanya berkirim pesan ucap say kangen, cinta inilah yang membuat saya memahami waktu-waktu kesibukan suami dan menahan diri sejenak bahwa saya rindu waktu bersama suami saat dia disibukkan dengan amanah dan pekerjaan kantornya. Ya, rindu perasaan dari cinta kami yang terpupuk tidak bisa digantikan dengan apapun dan hal lainnya kecuali ingin cepat-cepat bertemu, bercerita, berbincang, bercanda daaaaaan bermanja-manja walaupun lebih sering kemanjaan itu juga saya rindukan kemanjaan suami pada istrinya. 

kali ini bagaimana membuat suami mengerti bahwa saya sedang rindu dan cemburu?

Saya diamkan beberapa saat. tidak bertanya apapun sambil pelan-pelan saya menata hati saya memilih menyendiri di kamar. Lepas suami menerima telepon penting dari kantor. dia mendekati saya mencoba membuka komunikasi lagi dengan istrinya.

“Kenapa cinta? Marah ya abi terima telepon dari kantor?,” tanyanya lembut

“Iya. Aku cemburu!!,” jawabku tanpa banyak basa-basi

“Maaf ya sudah buat cemburu. Mau abi peluk?,” ungkapnya merajuk

Dia paling tau betul kalau sudah dipeluk mungkin amarahku bisa mereda tapi kali ini tidak. Entah kenapa saya sedemikian cemburu. Saya katakan pada suami saya butuh waktu dan tidak ingin dipeluk.

“Benar gak mau abi peluk?,” lagi-lagi merajuk
“Iya.”
“Ya udah abi kedepan ya.”
“Heumm.”

Rindu akan waktu saya bercengkrama, berdua, bermesra, bercanda, bermanja dengan suami karena kecemburuan saya seketika berubah dari hangat menjadi dingin. Seisi rumah seperti tidak nyaman berada berdekatan dan inilah yang membuat kita berjarak. Hal ini juga yang disadari oleh suami bahwa kecemburuan istri telah membuatnya berjarak dengan cepat iya kembali lagi ke kamar dan membujuk saya.

“Umi, cinta.. maaf ya. Abi salah sudah buat umi cemburu. Boleh abi tau kenapa umi cemburu?,” tanyanya

Sini kita duduk berdekatan. coba sampaikan kenapa umi cemburu? Sambil ekspresinya buru-buru pengen peluk sang istri tapi tak bisa karena hati saya masih terasa dingin.

Hmmm....sepertinya saya memang perlu komunikasikan perasaan cemburu ini pada suami?,"Ungkap saya membatin


"Aku paham dan berusaha setiap waktu memahami kondisi abi baik sebagai suami dan karyawan. Pun terhadap waktu jam kerja abi dengan tidak banyak bertanya atau merengek kapan abi pulang walaupun aku juga rindu pertemuan dengan suami. Maka, ketika abi sampaikan padaku bahwa hari ini adalah waktu abi libur kerja aku ingin abi benar-benar libur dari segala persoalan di kantor apapun itu. 1 hari saja me time dengan suami juga dengan anak-anak. Bisakah? Kalaupun ada hal-hal darurat terkait kantor bolehkah komunikasi terlebih dahulu dengan istri? Selama 3 pekan tiap sabtu abi selalu masuk. Tentu berbeda jika tadi pagi abi sampaikan abi masuk kerja, tidak akan kutunggu waktu kita bermanja bersama,” ungkap saya menjelaskan padanya


“Oh begitu. tapi, ini darurat mi. abi harus ke kantor karena kunci ruangan lupa dan terbawa sama abi. Jadi abi harus ke kantor memberikan kunci ke rekan kerja.” Jawabnya menjelaskan.


Sampai penjelasannya itu saya tidak berkata lagi. memilih diam. Saya persilakan suami mau melakukan aktivitas apa. Tidak lama setelah kami berkomunikasi, telepon suami berdering kembali dari rekan kerjanya mengkonfirmasi bahwa ada kunci cadangan jadi suami tidak perlu ke kantor untuk memberikan kunci.

Dalam hati saya mengucap syukur.

Setelahnya suami benar-benar minta maaf karena waktu me time kami “ada gangguan” saya dibujuk, dirayu dan segala macam usahanya demi untuk melihat sang istri tersenyum sumringah.

Berhasilkah? 
tentu berhasil!

saya pun tidak ingin berlama-lama dalam kecemburuan terlebih kehilangan waktu bersama suami.hehe


Jika cemburu, saya sampaikan pada suami; saya cemburu pada hal ini dan hal itu, begitupun dengannya dia akan cemburu pada saya untuk hal ini dan itu. maka ini yang kemudian menjadi "pakem" kami  sama-sama mengkondisikan diri bahwa saya menghindari ini dan itu karena pasangan saya cemburu pada hal ini dan itu. saya berusaha menjauhi pada hal-hal apa aja yang suami saya tidak suka dan menyebabkan ia cemburu pun sebaliknya :D


Apakah suami menafikkan perasaan cemburunya sang istri? 
"Masa kaya gitu aja cemburu ini kan cuma urusan sepele."
Alhamdulillah tidak demikian.


Bagi saya bukan apa yang menjadikan suami dan istri cemburu tapi pada komunikasi yang baik saat keduanya sedang dirundung cemburu dan ini yang sulit (menurut saya) sebab kita kadang bisa berpikir tidak logis dengan api yang terus membakar kondisi hati karena kecemburuan menjadi-jadi. Apinya memang tidak terlihat tapi panasnya sangat jelas terasa membakar bahkan bisa jadi salah-salah pihak ketiga yang jadi sasaran kecemburuan suami/istri entah barangkah dan parahnya jika pihak ketiga itu adalah orang! Duh kasian! karena cemburunya kita pada suami/istri yang tidak bisa terkontrol membuat kita kurang kendali, menduga-duga, berprasangka, menuduh dan hal-hal lainnya. 

"Ya Rabbi jaga hati kami tetap mengingatMu dan bersamaMu dalam segala cuaca hati."



Sulitkah menyampaikan pada pasangan. Maaf saya cemburu pada hal ini dan itu yang kamu lakukan? selanjutnya komunikasikan dengan baik. 



Ketika Cemburu Menyapa Hati


Salahkah aku yang cemburu?


saya teringat dari kisah Aisyah istri yang paling dicintai Rasulullah setelah khodijah. Siapa bilang istri Rasulullah tidak pernah cemburu? Lagi-lagi ini bukan alibi saya padanya bahwa saya layak cemburu dan kamu harus tau cemburunya saya. hohoo... tentu tidak demikian ^_^


Bagaimana kisahnya?

Suatu malam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam secara diam diam keluar dari rumah Aisyah. Maka sikap Rasulullah ini menjadikan Aisyah sedemikian merasa cemburu. Sekembalinya beliau dari luar rumah, Rasulullah memahami sikap Aisyah yang sedang hanyut dalam rasa cemburu. Segera beliau bertanya kepada Aisyah: apakah engkau sedang ditimpa rasa cemburu?
Mendapat pertanyaan seperti ini, Aisyah menjawab:
Mana mungkin wanita seperti aku tidak terus ditimpa rasa cemburu karena memiliki suami seperti engkau (suami idaman setiap wanita)? Riwayat Muslim 
Saking cemburunya Aisyah, Rasulullah hanya tersenyum seraya berkata “Apakah engkau masih meragukanku wahai Ummu Abdillah?” sampai-sampai sang ayah Abu Bakar r.a mendengar perkataan Aisyah dan kesal, lalu dia mendatangi Aisyah dan hendak menamparnya.
Cinta itu membutuhkan jiwa besar dan lapang dada karena ternyata istriku/suamiku sering dirundung cemburu. Berumahtangga itu…belajarnya setiap waktu, setiap saat. Saat suka dukanya, sumringahnya, ramai dan sepi nya.
Maka, cinta itu telah mengajarkanku belajar mengelola hati agar tak cepat emosi tatkala kecemburuanku menjadi-jadi. Bagaimana saya harus berhadapan dengan “Kecemburuan dan Kerinduan”

Karena cinta yang berlebihan itulah yang membuat aku merindu hingga dibuat cemburu. Ini baru pada makhluk bagaimana rasanya jika Allah cemburu pada kita? sebab kita terlampau sibuk memikirkan makluk dari kholiknya.

Karena kecemburuan dan kerinduan ini yang merekatkan cinta, menambah sakinah dan hari-hari kita terasa lebih berwarna untuk kembali bermanja-manja dengan suami tercinta.


Terima kasih cinta,
Yang memahamiku….
Juga kerinduanku…
Lengkap dengan kecemburuanku….

Dan aku juga begitu…
Padamu….
Belahan jiwaku….

Imam yang Allah titipkan untuk meluruskan segala kebengkokanku…



Bogor, 24 Februari 2016
Ditengah tumpukan kerjaan tanpa deadline ^_^


Cinta itu...
Ujian hidup
bagaimana kamu bisa bersabar dalam rindu
dan bersyukur oleh cemburu



Siang itu di ruang makan saya acuhkan dirinya saya tinggalkan ruang makan dengan kondisi sangat tidak berselera. Saya acuhkan dia yang masih sibuk menerima panggilan telepon dari teman kantor. Sabtu pekan ini hari libur jadwal dia off (libur kerja) bukankah seharusnya adalah waktu dia dan keluarganya? Tidak bisakah teman kantornya itu memahami tidak hanya kerjaan yang menjadi “urusannya” ada keluarga; anak dan istrinya?

Perasaan saya sangat cemburu saat itu. salahkan saya yang cemburu pada kantor nya? pada rekan kerja nya?

Benar saja.
Cinta itu ujian hidup
Bagaimana kita mampu bersabar dalam rindu
Dan bersyukur oleh cemburu

Cinta inilah yang membuat saya rindu pada waktu-waktu suami bercengkrama dengan saya pun dengan anak-anak, berbincang hangat, berdiskusi, bercanda dan bermanja-manja.

Cinta ini jugalah yang membuat saya menerbangkan rindu hanya berkirim pesan ucap say kangen, cinta inilah yang membuat saya memahami waktu-waktu kesibukan suami dan menahan diri sejenak bahwa saya rindu waktu bersama suami saat dia disibukkan dengan amanah dan pekerjaan kantornya. Ya, rindu perasaan dari cinta kami yang terpupuk tidak bisa digantikan dengan apapun dan hal lainnya kecuali ingin cepat-cepat bertemu, bercerita, berbincang, bercanda daaaaaan bermanja-manja walaupun lebih sering kemanjaan itu juga saya rindukan kemanjaan suami pada istrinya. 

kali ini bagaimana membuat suami mengerti bahwa saya sedang rindu dan cemburu?

Saya diamkan beberapa saat. tidak bertanya apapun sambil pelan-pelan saya menata hati saya memilih menyendiri di kamar. Lepas suami menerima telepon penting dari kantor. dia mendekati saya mencoba membuka komunikasi lagi dengan istrinya.

“Kenapa cinta? Marah ya abi terima telepon dari kantor?,” tanyanya lembut

“Iya. Aku cemburu!!,” jawabku tanpa banyak basa-basi

“Maaf ya sudah buat cemburu. Mau abi peluk?,” ungkapnya merajuk

Dia paling tau betul kalau sudah dipeluk mungkin amarahku bisa mereda tapi kali ini tidak. Entah kenapa saya sedemikian cemburu. Saya katakan pada suami saya butuh waktu dan tidak ingin dipeluk.

“Benar gak mau abi peluk?,” lagi-lagi merajuk
“Iya.”
“Ya udah abi kedepan ya.”
“Heumm.”

Rindu akan waktu saya bercengkrama, berdua, bermesra, bercanda, bermanja dengan suami karena kecemburuan saya seketika berubah dari hangat menjadi dingin. Seisi rumah seperti tidak nyaman berada berdekatan dan inilah yang membuat kita berjarak. Hal ini juga yang disadari oleh suami bahwa kecemburuan istri telah membuatnya berjarak dengan cepat iya kembali lagi ke kamar dan membujuk saya.

“Umi, cinta.. maaf ya. Abi salah sudah buat umi cemburu. Boleh abi tau kenapa umi cemburu?,” tanyanya

Sini kita duduk berdekatan. coba sampaikan kenapa umi cemburu? Sambil ekspresinya buru-buru pengen peluk sang istri tapi tak bisa karena hati saya masih terasa dingin.

Hmmm....sepertinya saya memang perlu komunikasikan perasaan cemburu ini pada suami?,"Ungkap saya membatin


"Aku paham dan berusaha setiap waktu memahami kondisi abi baik sebagai suami dan karyawan. Pun terhadap waktu jam kerja abi dengan tidak banyak bertanya atau merengek kapan abi pulang walaupun aku juga rindu pertemuan dengan suami. Maka, ketika abi sampaikan padaku bahwa hari ini adalah waktu abi libur kerja aku ingin abi benar-benar libur dari segala persoalan di kantor apapun itu. 1 hari saja me time dengan suami juga dengan anak-anak. Bisakah? Kalaupun ada hal-hal darurat terkait kantor bolehkah komunikasi terlebih dahulu dengan istri? Selama 3 pekan tiap sabtu abi selalu masuk. Tentu berbeda jika tadi pagi abi sampaikan abi masuk kerja, tidak akan kutunggu waktu kita bermanja bersama,” ungkap saya menjelaskan padanya


“Oh begitu. tapi, ini darurat mi. abi harus ke kantor karena kunci ruangan lupa dan terbawa sama abi. Jadi abi harus ke kantor memberikan kunci ke rekan kerja.” Jawabnya menjelaskan.


Sampai penjelasannya itu saya tidak berkata lagi. memilih diam. Saya persilakan suami mau melakukan aktivitas apa. Tidak lama setelah kami berkomunikasi, telepon suami berdering kembali dari rekan kerjanya mengkonfirmasi bahwa ada kunci cadangan jadi suami tidak perlu ke kantor untuk memberikan kunci.

Dalam hati saya mengucap syukur.

Setelahnya suami benar-benar minta maaf karena waktu me time kami “ada gangguan” saya dibujuk, dirayu dan segala macam usahanya demi untuk melihat sang istri tersenyum sumringah.

Berhasilkah? 
tentu berhasil!

saya pun tidak ingin berlama-lama dalam kecemburuan terlebih kehilangan waktu bersama suami.hehe


Jika cemburu, saya sampaikan pada suami; saya cemburu pada hal ini dan hal itu, begitupun dengannya dia akan cemburu pada saya untuk hal ini dan itu. maka ini yang kemudian menjadi "pakem" kami  sama-sama mengkondisikan diri bahwa saya menghindari ini dan itu karena pasangan saya cemburu pada hal ini dan itu. saya berusaha menjauhi pada hal-hal apa aja yang suami saya tidak suka dan menyebabkan ia cemburu pun sebaliknya :D


Apakah suami menafikkan perasaan cemburunya sang istri? 
"Masa kaya gitu aja cemburu ini kan cuma urusan sepele."
Alhamdulillah tidak demikian.


Bagi saya bukan apa yang menjadikan suami dan istri cemburu tapi pada komunikasi yang baik saat keduanya sedang dirundung cemburu dan ini yang sulit (menurut saya) sebab kita kadang bisa berpikir tidak logis dengan api yang terus membakar kondisi hati karena kecemburuan menjadi-jadi. Apinya memang tidak terlihat tapi panasnya sangat jelas terasa membakar bahkan bisa jadi salah-salah pihak ketiga yang jadi sasaran kecemburuan suami/istri entah barangkah dan parahnya jika pihak ketiga itu adalah orang! Duh kasian! karena cemburunya kita pada suami/istri yang tidak bisa terkontrol membuat kita kurang kendali, menduga-duga, berprasangka, menuduh dan hal-hal lainnya. 

"Ya Rabbi jaga hati kami tetap mengingatMu dan bersamaMu dalam segala cuaca hati."



Sulitkah menyampaikan pada pasangan. Maaf saya cemburu pada hal ini dan itu yang kamu lakukan? selanjutnya komunikasikan dengan baik. 



Ketika Cemburu Menyapa Hati


Salahkah aku yang cemburu?


saya teringat dari kisah Aisyah istri yang paling dicintai Rasulullah setelah khodijah. Siapa bilang istri Rasulullah tidak pernah cemburu? Lagi-lagi ini bukan alibi saya padanya bahwa saya layak cemburu dan kamu harus tau cemburunya saya. hohoo... tentu tidak demikian ^_^


Bagaimana kisahnya?

Suatu malam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam secara diam diam keluar dari rumah Aisyah. Maka sikap Rasulullah ini menjadikan Aisyah sedemikian merasa cemburu. Sekembalinya beliau dari luar rumah, Rasulullah memahami sikap Aisyah yang sedang hanyut dalam rasa cemburu. Segera beliau bertanya kepada Aisyah: apakah engkau sedang ditimpa rasa cemburu?
Mendapat pertanyaan seperti ini, Aisyah menjawab:
Mana mungkin wanita seperti aku tidak terus ditimpa rasa cemburu karena memiliki suami seperti engkau (suami idaman setiap wanita)? Riwayat Muslim 
Saking cemburunya Aisyah, Rasulullah hanya tersenyum seraya berkata “Apakah engkau masih meragukanku wahai Ummu Abdillah?” sampai-sampai sang ayah Abu Bakar r.a mendengar perkataan Aisyah dan kesal, lalu dia mendatangi Aisyah dan hendak menamparnya.
Cinta itu membutuhkan jiwa besar dan lapang dada karena ternyata istriku/suamiku sering dirundung cemburu. Berumahtangga itu…belajarnya setiap waktu, setiap saat. Saat suka dukanya, sumringahnya, ramai dan sepi nya.
Maka, cinta itu telah mengajarkanku belajar mengelola hati agar tak cepat emosi tatkala kecemburuanku menjadi-jadi. Bagaimana saya harus berhadapan dengan “Kecemburuan dan Kerinduan”

Karena cinta yang berlebihan itulah yang membuat aku merindu hingga dibuat cemburu. Ini baru pada makhluk bagaimana rasanya jika Allah cemburu pada kita? sebab kita terlampau sibuk memikirkan makluk dari kholiknya.

Karena kecemburuan dan kerinduan ini yang merekatkan cinta, menambah sakinah dan hari-hari kita terasa lebih berwarna untuk kembali bermanja-manja dengan suami tercinta.


Terima kasih cinta,
Yang memahamiku….
Juga kerinduanku…
Lengkap dengan kecemburuanku….

Dan aku juga begitu…
Padamu….
Belahan jiwaku….

Imam yang Allah titipkan untuk meluruskan segala kebengkokanku…



Bogor, 24 Februari 2016
Ditengah tumpukan kerjaan tanpa deadline ^_^

Amarah dan Doa Ibunda



Doamu penerang sumpahmu mulia
Ikhlas dan ridomu bagi untuk anaknya
Jasamu tak dapat dibalaskan harta
Meski lautan emas sebagai gantinya

Lantunan lirik nasyid IBU dari Ar-Royyan mengingatkan saya akan amarah dan do'a ibunda dari serangkaian kisah menangani anak-anak yang rewel, tantrum, dll.


Dua bocah perempuan mungil kami sedang bermain-main. Ya, putri kembar kami yang berusia 3 tahun 8 bulan seperti tidak pernah ada lelah di raut wajahnya. lari kesana kemari tidak peduli apa yang tengah dirasa uminya. selesai main lego lanjut main masak-masakan, jika sudah bosan mereka narik-narik saya minta ambilkan buku. belum selesai baca buku mereka minta ini dan itu. 

dari ruangan yang satu pindah ke ruangan yang lain. belum selesai merapikan ruangan yang satu, ruangan lainnya sudah berantakan lagi. begitulah setiap hari, kadang mereka mau membereskan mainan sendiri tidak jarang juga harus diingatkan berkali-kali.setengah jam sebelum adzan dzuhur rumah belum selesai saya rapikan. saya sampaikan pada mereka sebentar lagi adzan yuk kita sama-sama rapikan. mereka tidak mau. saya coba bujuk lagi bahwa saya akan turut serta membantu mereka merapikan. mereka juga tidak mau. tidak ada kesepakatan saat itu sedang waktu terus melaju dan saya harus cepat-cepat merapikan seluruh ruangan agar nyaman digunakan untuk sholat.

"Baik kalau tidak mau. umi akan rapikan setelah ini tidak main lagi ya. kecuali, kalau khansa dan kaisah mau bantu umi merapikan mainan khansa dan kaisah umi izinkan main lagi." ucap saya pada mereka.

entah kalimat saya yang terlalu panjang tetap saja mereka tidak bergeming asyik melanjutkan robekan-robekan kertas. pelan-pelan saya bereskan mulai dari ruang kamar dulu yang akan saya gunakan untuk sholat. saya kumpulkan mainan mereka kemudian saya taruh di box mainan. setelah selesai saya lanjut ambil sapu trus ngepel. belum beranjak dari kamar tiba-tiba di ruangan lain suara teriakan kaisah memecah konsentrasi saya.

"Umiiiiii....kakak tuh...umiiiii orang aku gak mau main. aku gak mau di ledek." teriaknya ketakutan

Dan.....selanjutnya apa yang terjadi?

si kakak, terus saja meledek adiknya yang sudah ketakutan. sampai si adik nangis kejer dan teriak-teriak.

"Kaaaaaa.....adiknya sudah takut. berhenti meledek dede ya." ucap saya padanya.

Alhamdulillah sudah mereda. si kakak tidak meledek adiknya lagi. saya memahami sebetulnya sang kakak hanya ingin main dengan adiknya karena dedek gak mau main dan dia sudah mengkonfirmasi bahwa dia tidak mau diajak bercanda/diledek teriakannya hanya sebagai bentuk ekspersinya. selanjutnya saya biarkan mereka melerai sendiri. saya memilih lanjut merapikan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya :D

Beranjak saya ambil sapu dan alat pel. si kakak teriak lagi.

"Umiiiii....aku kebelet nih mau pipis." ungkapnya.

"Iya...Nak. Khansa ke kamar mandi dulu ya, trus buka celana nanti kalau sudah panggil umi." (posisi sudah pw saat itu sedang ngepel). saya tengok kebelangan dia sudah pipis dilantai. menghela nafaaaaasss dulu.

"Ya sudah sekarang kakak ke kamar mandi ya. umi bereskan pipis khansa dulu di lantai. okeh?", tawaran saya padanya. dan dia mengangguk mengiyakan berjalan ke kamar mandi.
disaat yang sama saya tidak menyadari bahwa kaisah ditempat berbeda ikut pipis dicelana. hwuaaaaaa....entah kenapa mereka selalu barengan sampai pipispun gak mau ketinggalan.

"
Astaghfirullahal ‘Adzim! kaisaaah kenapa pipis juga dilantai?" sudah gak bisa ditahan ya?", tanya saya meminta menjelasan sang adik. "Ya sudah langsung ke kamar mandi."


di kamar mandi, kakak khansa PUP & najisnya berceceran sampai ke luar kamar mandi karena dia inisiatif menyiram sendiri. sedang adik kaisah menumpah semua sampo dalam bak yang berisi air penuh sambil ngobok-ngobok.

"Astaghiruuuuullahal adziiiim....khansaaaaaaa....kaisaaaaaaah..jadikan anakku profesor, doktor, hafidzah ya Allah..amiin." amarah saya mulai meninggi, tatapan saya tajam. saya tatap mereka lekat-lekat berharap kedua putriku memahami "kegelisahan" uminya saat itu.

"kakak tau harus PUP dimana?" sampai pertanyaan ini saya memilih diam menahan amarah saya agar tidak meletup-letup tidak berkesudahan.

Mereka kaget dengan kalimat istighfar saya yang keras saat itu seperti saya sedang menghentikan saraf neuronnya yang sedang bersambung, berdekatan oleh sebab kalimat saya yang meninggi.

Masih di kamar mandi saya peluk dalam-dalam kedua buah hati saya. saya menangis. 

"Maafkan umi ya, Nak. sudah buat kakak dan dede jadi takut" sambil saya tatap wajah mereka yang sudah ngembang air mata. buru-buru saya beresin, saya mandiin saya rapikan mereka. setelah selesai saya meminta pengertian mereka menunggu agar tidak keluar kamar/ turun dari kasur karena saya harus merapikan ruangan yang terkena najis.

pernahkah bunda mengalami demikian? 

saya, seorang ibu yang biasa sama seperti ibu lainnya. 

dalam kondisi marah yang selalu saya ingat dan sangat saja jaga adalah kata-kata yang saya lontarkan oleh sebab saya kesal, ngondok, bete, dll karena ulah mereka. 

masih teringat betul beberapa kisah teladan terus membuntuti saya manakala saya kesal pada anak-anak saya tidak boleh melontarkan/mengucapkan kalimat negatif. karena ucapan saya sebagai seorang ibu adalah doa. dimana salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anaknya.

Amarah dan Doa Ibunda

Kini saya sudah menjadi Ibu. dari 2 putri kembar yang Allah titipkan dan amanahkan pada kami. setiap kata-kata saya adalah do'a untuk mereka. ada banyak harapan yang mengkristalkan doa untuk mereka, berharap pada Allah Yang Memiliki Jiwa mereka kelak mengabulkan setiap do'a yang baik yang dilantunkan oleh sosok ibu yang banyak kekhilafan ini. entah dari do'a yang mana yang Allah ijabah. apakah dari do'a yang terlantukan oleh sebab kemarahan yang sangat karena "ulah sang anak" atau do'a yang mana?

Biarlah Allah sang pemilik diri yang mengetahui. Rabb...kabulkanlah setiap doa-doa yang kami lantunkan untuk anak kami. agar kelak mereka menjadi insan yang mulia, yang menjaga ayat-ayat cintamu sebagai hafidzah dan bermanfaat untuk agama, umat, dan Islam mu.


Bogor, 23 Februari 2016

di saat rerintikan hujan membasahi bumi-Mu *lanjut berdoa lagi ^_^




Doamu penerang sumpahmu mulia
Ikhlas dan ridomu bagi untuk anaknya
Jasamu tak dapat dibalaskan harta
Meski lautan emas sebagai gantinya

Lantunan lirik nasyid IBU dari Ar-Royyan mengingatkan saya akan amarah dan do'a ibunda dari serangkaian kisah menangani anak-anak yang rewel, tantrum, dll.


Dua bocah perempuan mungil kami sedang bermain-main. Ya, putri kembar kami yang berusia 3 tahun 8 bulan seperti tidak pernah ada lelah di raut wajahnya. lari kesana kemari tidak peduli apa yang tengah dirasa uminya. selesai main lego lanjut main masak-masakan, jika sudah bosan mereka narik-narik saya minta ambilkan buku. belum selesai baca buku mereka minta ini dan itu. 

dari ruangan yang satu pindah ke ruangan yang lain. belum selesai merapikan ruangan yang satu, ruangan lainnya sudah berantakan lagi. begitulah setiap hari, kadang mereka mau membereskan mainan sendiri tidak jarang juga harus diingatkan berkali-kali.setengah jam sebelum adzan dzuhur rumah belum selesai saya rapikan. saya sampaikan pada mereka sebentar lagi adzan yuk kita sama-sama rapikan. mereka tidak mau. saya coba bujuk lagi bahwa saya akan turut serta membantu mereka merapikan. mereka juga tidak mau. tidak ada kesepakatan saat itu sedang waktu terus melaju dan saya harus cepat-cepat merapikan seluruh ruangan agar nyaman digunakan untuk sholat.

"Baik kalau tidak mau. umi akan rapikan setelah ini tidak main lagi ya. kecuali, kalau khansa dan kaisah mau bantu umi merapikan mainan khansa dan kaisah umi izinkan main lagi." ucap saya pada mereka.

entah kalimat saya yang terlalu panjang tetap saja mereka tidak bergeming asyik melanjutkan robekan-robekan kertas. pelan-pelan saya bereskan mulai dari ruang kamar dulu yang akan saya gunakan untuk sholat. saya kumpulkan mainan mereka kemudian saya taruh di box mainan. setelah selesai saya lanjut ambil sapu trus ngepel. belum beranjak dari kamar tiba-tiba di ruangan lain suara teriakan kaisah memecah konsentrasi saya.

"Umiiiiii....kakak tuh...umiiiii orang aku gak mau main. aku gak mau di ledek." teriaknya ketakutan

Dan.....selanjutnya apa yang terjadi?

si kakak, terus saja meledek adiknya yang sudah ketakutan. sampai si adik nangis kejer dan teriak-teriak.

"Kaaaaaa.....adiknya sudah takut. berhenti meledek dede ya." ucap saya padanya.

Alhamdulillah sudah mereda. si kakak tidak meledek adiknya lagi. saya memahami sebetulnya sang kakak hanya ingin main dengan adiknya karena dedek gak mau main dan dia sudah mengkonfirmasi bahwa dia tidak mau diajak bercanda/diledek teriakannya hanya sebagai bentuk ekspersinya. selanjutnya saya biarkan mereka melerai sendiri. saya memilih lanjut merapikan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya :D

Beranjak saya ambil sapu dan alat pel. si kakak teriak lagi.

"Umiiiii....aku kebelet nih mau pipis." ungkapnya.

"Iya...Nak. Khansa ke kamar mandi dulu ya, trus buka celana nanti kalau sudah panggil umi." (posisi sudah pw saat itu sedang ngepel). saya tengok kebelangan dia sudah pipis dilantai. menghela nafaaaaasss dulu.

"Ya sudah sekarang kakak ke kamar mandi ya. umi bereskan pipis khansa dulu di lantai. okeh?", tawaran saya padanya. dan dia mengangguk mengiyakan berjalan ke kamar mandi.
disaat yang sama saya tidak menyadari bahwa kaisah ditempat berbeda ikut pipis dicelana. hwuaaaaaa....entah kenapa mereka selalu barengan sampai pipispun gak mau ketinggalan.

"
Astaghfirullahal ‘Adzim! kaisaaah kenapa pipis juga dilantai?" sudah gak bisa ditahan ya?", tanya saya meminta menjelasan sang adik. "Ya sudah langsung ke kamar mandi."


di kamar mandi, kakak khansa PUP & najisnya berceceran sampai ke luar kamar mandi karena dia inisiatif menyiram sendiri. sedang adik kaisah menumpah semua sampo dalam bak yang berisi air penuh sambil ngobok-ngobok.

"Astaghiruuuuullahal adziiiim....khansaaaaaaa....kaisaaaaaaah..jadikan anakku profesor, doktor, hafidzah ya Allah..amiin." amarah saya mulai meninggi, tatapan saya tajam. saya tatap mereka lekat-lekat berharap kedua putriku memahami "kegelisahan" uminya saat itu.

"kakak tau harus PUP dimana?" sampai pertanyaan ini saya memilih diam menahan amarah saya agar tidak meletup-letup tidak berkesudahan.

Mereka kaget dengan kalimat istighfar saya yang keras saat itu seperti saya sedang menghentikan saraf neuronnya yang sedang bersambung, berdekatan oleh sebab kalimat saya yang meninggi.

Masih di kamar mandi saya peluk dalam-dalam kedua buah hati saya. saya menangis. 

"Maafkan umi ya, Nak. sudah buat kakak dan dede jadi takut" sambil saya tatap wajah mereka yang sudah ngembang air mata. buru-buru saya beresin, saya mandiin saya rapikan mereka. setelah selesai saya meminta pengertian mereka menunggu agar tidak keluar kamar/ turun dari kasur karena saya harus merapikan ruangan yang terkena najis.

pernahkah bunda mengalami demikian? 

saya, seorang ibu yang biasa sama seperti ibu lainnya. 

dalam kondisi marah yang selalu saya ingat dan sangat saja jaga adalah kata-kata yang saya lontarkan oleh sebab saya kesal, ngondok, bete, dll karena ulah mereka. 

masih teringat betul beberapa kisah teladan terus membuntuti saya manakala saya kesal pada anak-anak saya tidak boleh melontarkan/mengucapkan kalimat negatif. karena ucapan saya sebagai seorang ibu adalah doa. dimana salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anaknya.

Amarah dan Doa Ibunda

Kini saya sudah menjadi Ibu. dari 2 putri kembar yang Allah titipkan dan amanahkan pada kami. setiap kata-kata saya adalah do'a untuk mereka. ada banyak harapan yang mengkristalkan doa untuk mereka, berharap pada Allah Yang Memiliki Jiwa mereka kelak mengabulkan setiap do'a yang baik yang dilantunkan oleh sosok ibu yang banyak kekhilafan ini. entah dari do'a yang mana yang Allah ijabah. apakah dari do'a yang terlantukan oleh sebab kemarahan yang sangat karena "ulah sang anak" atau do'a yang mana?

Biarlah Allah sang pemilik diri yang mengetahui. Rabb...kabulkanlah setiap doa-doa yang kami lantunkan untuk anak kami. agar kelak mereka menjadi insan yang mulia, yang menjaga ayat-ayat cintamu sebagai hafidzah dan bermanfaat untuk agama, umat, dan Islam mu.


Bogor, 23 Februari 2016

di saat rerintikan hujan membasahi bumi-Mu *lanjut berdoa lagi ^_^


Minggu, 21 Februari 2016

Seru! Liburan Edukasi Murah Ala Backpacker Family

Setiap orang, setiap keluarga punya cara tersendiri untuk memanfaatkan waktu liburan akhir pekannya. Liburan akhir pekan edisi kali ini agak spesial, sangat spesial. Kenapa saya katakan demikian karena perjalanan kami kali ini mengajak anak-anak liburan edukasi ala backpacker.
Yups. Prinsip kami kemanapun kami pergi melakukan perjalanan mengajak seluruh anggota kerluarga kecil kami (2 putri kembar kami) harus ada nilai edukasinya. Mau itu perjalanan dengan budget mahal ataupun yang murah meriah.
Apa sih liburan edukasi ala backpacker family?
Umumnya, kita kenal istilah backpacker adalah aktivitas liburan dengan menggunakan tas ransel. prinsipnya backpacking adalah aktivitas perjalanan yang dilakukan independen tidak menggunakan jasa travel dan biasanya menggunakan budget lebih murah. pilihan perjalanan murah ala backpacker ini dipilih bukan karena mereka pelit atau miskin, tapi karena mereka benar-benar paham cara mengatur pengeluaran. sehingga uang yang mereka miliki benar-benar mereka gunakan hanya untuk hal-hal yang memang dibutuhkan. tapi kami juga masih belajar sih mengatur setiap pengeluarannya selain itu biar anak-anak dapet pengalaman baru yang lebih berharga. trus keasyikan lainnya kita punya kendali penuh untuk waktu perjalanan mau berapa lama, mau kemana aja, bebas euy! :D
Okeh sampai disini sekilas tentang apa itu liburan edukasi ala backpacker family versi kami. mulai ceritanya ya...
Setiap pekan menuju hari H- Weekend biasanya saya selalu kasih listing ke suami. jadwal sabtu dan minggu mau aktivitas apa aja dan kemana aja serta bersama siapa aja? entah itu silaturahim ke rumah orangtua, mertua, silaturahim ke rumah teman, ke majlis ilmu, rapat, agenda-agenda lain, ke tempat updgrade skill, pun ketempat-tempat wisata yang ingin kami kunjungi. Setelah deal antara saya dan suami. biasanya hari jum'at kami sudah sampaikan ke anak-anak bahwa wekend ini kita akan kemana? tentu, anak-anak senang sekali seperti dapet kabar bahagia dan ekspresi mereka biasaya loncat-loncat sambil bilang ye...ye.. aku mau ke rumah eyang..aku mau jalan-jalan. ini baru kami kasih kabar gemira liburan belum benar-benar liburannya.hehe
kembali ke Liburan Edukasi ala Backpacker Family
hari jum'at kami sudah fix untuk agenda weekend. sudah diputuskan  hari minggu liburan edukasi ke festival peduli sampah di kebun raya bogor pilihan metode liburannya jatuh pada bakcpacker. kenapa kami pilih ini? karena kami ingin anak-anak belajar mempersiapkan segela perbekalannya sendiri (tentu dengan support dari kami sebagai orangtua). biar kembar lebih tau Homeshooling dirumah sama umi yang sering umi kasih materi tentang PS " Pungut Sampah".


Aktivitas kembar di rumah kembar ikut pisahin sampah organik dan non organik. sudah tau mana sampah organik dan non organis. Kembar tau apa itu bank sampah dan fungsi bank sampah. Nah kalau disini kembar bisa liat langsung ke tempat produksi pengelolaan sampah.


Minggu, 21 Februari 2016 Pukul 06.00 pagi

anak-anak sudah bangun, langsung mandi sendiri dengan tetap dipantau kami (diingatkan sudah pakai sabun belum? gosok gigi? sampohan? baru nanti kami bilas lagi). Setelah anak-anak selesai mandi, baju untuk jalan-jalan sudah tersedia mereka pakai baju sendiri sambi sesekali kami masih bantu jika ada yang kurang okeh (salah masukin yg harusnya buat kanan jadi kiri atau terbalik). sambil anak-anak ditenami abinya saya buru-buru langsung masuk dapur. agak bingung mau masak apa? pengen yang simple-simpel tapi kenyangin gak bikin laper. saya cek stok bahan-bahan di dapur masih bisa buat cheese cake dan sphageti.


saya olah sphageti duluan yang lebih mudah. bumbunya gak pakai yang instan ngolah sendiri. 15 menit spageti mateng. lanjut saya mau adonin cheese cake (makanan kesukaan kembar request mereka juga). 5 menit ngadonin dengan resepnya nanti saya posting ya, 20 menit ngopen. chese cake done!

kira2 seperti ini yg saya buat, edisi last posting gak sempet foto kuenya :D

Jam6.40 saya ketukang sayur cari bahan untuk makanan yang akan kami bawa selama perjalanan liburan edukasi murah ala backpacker. agak lama milih ditukang sayur cari bahan dengan tetep mempertimbangkan gizi tapi yang cepet masaknya. akhirnya pilihan saya jatuh pada toge tumis tauco dan ungkep ikan salem. pulang ke rumah buru-buru saya olah. 20 menit masakan untuk makan siang selesai. suami sampai bingung ini istri masak cepet banget lebih cepet dari dia biasa mandi :P

Jam7.30 kami sarapan pakai cheese cake. saya lanjut siapin perbekalan selama perjalanan. masuk-masukin makanan ke wadahnya (saya pakai wadah dari tulipware bawa bekel gak takut lauk sayur tumpah), di ruang lain suami juga ikut persiapin bekel dia cari karpet, termos khusus backpacker, cari gula, teh, kopi dan susu. 2 putri kembar kami ikut sibuk persiapin bekal juga. pilih-pilih tas mana yang harus mereka bawa, juga isi-isinya. yang udah-udah kalau kami kasih tau mau liburan mereka semangat banget siapin perbekalannya sendiri (gak mau dibantu) mulai dari buku tulis, buku cerita, alat tulisnya lengkap, belum lagi tempat makannya satu set kalau bisa semua punya mereka mau dibawa semua. Nah, berhubung ini perjalanan ala backpaker pengennya yang simpel-simpel jadi kami kasih tau ke anak-anak mana yang kira-kira kembar butuhkan saja untuk dibawa selama sekolah edukasi (kembar lebih suka sebutan sekolah edukasi daripada liburan :D). Selebihnya barang-barang yang kurang perlu di simpan di rumah. ini bukan alibi si emak dan bapaknya ya...hehe ya, lumayan agak rempong juga bawa printilan kembar.

Aktivitas siapin bekelnya ini agak makan waktu hampir 30 menit. Lama banget ya? kami perlu menjelaskan berkali-kali barang apa yang perlu dan dibutuhkan selama perjalanan boleh kembar bawa dan mereka tetep keukeh euy mau bawa semua barang. setelah mereka sepakat barulah kami jalan.

Jam8.20 menit start dari rumah.

para backpacker biasanya selalu menggunakan transportasi umum atau transportasi yang biasa digunakan penduduk lokal. berhubung kami juga masih penduduk lokal jadi kami menggunakan transportasi Commuter Line yang tersedia dari stasiun citayem menuju stasiun bogor. motor kami parkir di stasiun citayem lanjut naik commuter line. budget kereta kami pilih selain murah karena efisiensi waktu juga. sebetulnya mengejar untuk bisa ikut workshop jam8 ya minimal gak telat-telat banget.hehe

kira-kira 10-20 menit kami tiba di stasiun bogor. dari stasiun kami naik angkot 02 jurusan sukasari. kami minta sopir turunkan di kebun raya bogor. baru aja kami duduk dengan kondisi mepet-mepetan (kakak bilang angkotnya gak luas umi aku gak bisa gerak :D) eh udah turun aja ternyata deket banget euy. suami bilang, jalan kaki juga bisa ini mah. hohoo



Pintu 2

Alhamudulillah akhirnya sampai juga di Kebun Raya Bogor. harga tiketnya cuma 14ribu per orang, usia 4 tahun kebawah GRATIS!!



biar gak tersesat, lihat peta dulu yuuk :D

Okeh kita lihat peta dulu ya edisi perdana saya dan suami baru pernah kesini biar gak tersesat selama perjalanan harus ada panduan peta dan petunjuk arah.sambil kami kasih penjelasan kedua putri kembar kami peta ini gunanya apa dan berfungsi pada saat kondisi apa aja? maklum, anak-anak termasuk yang kritis suka tanya banyak hal ini dan itu.

dari sini kami menuju Istana Kepresidenan yg terletak sebelah kanan pintu utama 1. Pengennya silaturahim ke rumah presiden kalau bisa mau bincang-bincang apalah daya emang kamu siapa? rumah presiden tutup alias gak dibuka untuk umum kami hanya bisa melihat dari kejauhan. abis foto-foto numpang ngeksis :D lanjut ke tempat Festival Peduli Sampah

Bersambung....




Setiap orang, setiap keluarga punya cara tersendiri untuk memanfaatkan waktu liburan akhir pekannya. Liburan akhir pekan edisi kali ini agak spesial, sangat spesial. Kenapa saya katakan demikian karena perjalanan kami kali ini mengajak anak-anak liburan edukasi ala backpacker.
Yups. Prinsip kami kemanapun kami pergi melakukan perjalanan mengajak seluruh anggota kerluarga kecil kami (2 putri kembar kami) harus ada nilai edukasinya. Mau itu perjalanan dengan budget mahal ataupun yang murah meriah.
Apa sih liburan edukasi ala backpacker family?
Umumnya, kita kenal istilah backpacker adalah aktivitas liburan dengan menggunakan tas ransel. prinsipnya backpacking adalah aktivitas perjalanan yang dilakukan independen tidak menggunakan jasa travel dan biasanya menggunakan budget lebih murah. pilihan perjalanan murah ala backpacker ini dipilih bukan karena mereka pelit atau miskin, tapi karena mereka benar-benar paham cara mengatur pengeluaran. sehingga uang yang mereka miliki benar-benar mereka gunakan hanya untuk hal-hal yang memang dibutuhkan. tapi kami juga masih belajar sih mengatur setiap pengeluarannya selain itu biar anak-anak dapet pengalaman baru yang lebih berharga. trus keasyikan lainnya kita punya kendali penuh untuk waktu perjalanan mau berapa lama, mau kemana aja, bebas euy! :D
Okeh sampai disini sekilas tentang apa itu liburan edukasi ala backpacker family versi kami. mulai ceritanya ya...
Setiap pekan menuju hari H- Weekend biasanya saya selalu kasih listing ke suami. jadwal sabtu dan minggu mau aktivitas apa aja dan kemana aja serta bersama siapa aja? entah itu silaturahim ke rumah orangtua, mertua, silaturahim ke rumah teman, ke majlis ilmu, rapat, agenda-agenda lain, ke tempat updgrade skill, pun ketempat-tempat wisata yang ingin kami kunjungi. Setelah deal antara saya dan suami. biasanya hari jum'at kami sudah sampaikan ke anak-anak bahwa wekend ini kita akan kemana? tentu, anak-anak senang sekali seperti dapet kabar bahagia dan ekspresi mereka biasaya loncat-loncat sambil bilang ye...ye.. aku mau ke rumah eyang..aku mau jalan-jalan. ini baru kami kasih kabar gemira liburan belum benar-benar liburannya.hehe
kembali ke Liburan Edukasi ala Backpacker Family
hari jum'at kami sudah fix untuk agenda weekend. sudah diputuskan  hari minggu liburan edukasi ke festival peduli sampah di kebun raya bogor pilihan metode liburannya jatuh pada bakcpacker. kenapa kami pilih ini? karena kami ingin anak-anak belajar mempersiapkan segela perbekalannya sendiri (tentu dengan support dari kami sebagai orangtua). biar kembar lebih tau Homeshooling dirumah sama umi yang sering umi kasih materi tentang PS " Pungut Sampah".


Aktivitas kembar di rumah kembar ikut pisahin sampah organik dan non organik. sudah tau mana sampah organik dan non organis. Kembar tau apa itu bank sampah dan fungsi bank sampah. Nah kalau disini kembar bisa liat langsung ke tempat produksi pengelolaan sampah.


Minggu, 21 Februari 2016 Pukul 06.00 pagi

anak-anak sudah bangun, langsung mandi sendiri dengan tetap dipantau kami (diingatkan sudah pakai sabun belum? gosok gigi? sampohan? baru nanti kami bilas lagi). Setelah anak-anak selesai mandi, baju untuk jalan-jalan sudah tersedia mereka pakai baju sendiri sambi sesekali kami masih bantu jika ada yang kurang okeh (salah masukin yg harusnya buat kanan jadi kiri atau terbalik). sambil anak-anak ditenami abinya saya buru-buru langsung masuk dapur. agak bingung mau masak apa? pengen yang simple-simpel tapi kenyangin gak bikin laper. saya cek stok bahan-bahan di dapur masih bisa buat cheese cake dan sphageti.


saya olah sphageti duluan yang lebih mudah. bumbunya gak pakai yang instan ngolah sendiri. 15 menit spageti mateng. lanjut saya mau adonin cheese cake (makanan kesukaan kembar request mereka juga). 5 menit ngadonin dengan resepnya nanti saya posting ya, 20 menit ngopen. chese cake done!

kira2 seperti ini yg saya buat, edisi last posting gak sempet foto kuenya :D

Jam6.40 saya ketukang sayur cari bahan untuk makanan yang akan kami bawa selama perjalanan liburan edukasi murah ala backpacker. agak lama milih ditukang sayur cari bahan dengan tetep mempertimbangkan gizi tapi yang cepet masaknya. akhirnya pilihan saya jatuh pada toge tumis tauco dan ungkep ikan salem. pulang ke rumah buru-buru saya olah. 20 menit masakan untuk makan siang selesai. suami sampai bingung ini istri masak cepet banget lebih cepet dari dia biasa mandi :P

Jam7.30 kami sarapan pakai cheese cake. saya lanjut siapin perbekalan selama perjalanan. masuk-masukin makanan ke wadahnya (saya pakai wadah dari tulipware bawa bekel gak takut lauk sayur tumpah), di ruang lain suami juga ikut persiapin bekel dia cari karpet, termos khusus backpacker, cari gula, teh, kopi dan susu. 2 putri kembar kami ikut sibuk persiapin bekal juga. pilih-pilih tas mana yang harus mereka bawa, juga isi-isinya. yang udah-udah kalau kami kasih tau mau liburan mereka semangat banget siapin perbekalannya sendiri (gak mau dibantu) mulai dari buku tulis, buku cerita, alat tulisnya lengkap, belum lagi tempat makannya satu set kalau bisa semua punya mereka mau dibawa semua. Nah, berhubung ini perjalanan ala backpaker pengennya yang simpel-simpel jadi kami kasih tau ke anak-anak mana yang kira-kira kembar butuhkan saja untuk dibawa selama sekolah edukasi (kembar lebih suka sebutan sekolah edukasi daripada liburan :D). Selebihnya barang-barang yang kurang perlu di simpan di rumah. ini bukan alibi si emak dan bapaknya ya...hehe ya, lumayan agak rempong juga bawa printilan kembar.

Aktivitas siapin bekelnya ini agak makan waktu hampir 30 menit. Lama banget ya? kami perlu menjelaskan berkali-kali barang apa yang perlu dan dibutuhkan selama perjalanan boleh kembar bawa dan mereka tetep keukeh euy mau bawa semua barang. setelah mereka sepakat barulah kami jalan.

Jam8.20 menit start dari rumah.

para backpacker biasanya selalu menggunakan transportasi umum atau transportasi yang biasa digunakan penduduk lokal. berhubung kami juga masih penduduk lokal jadi kami menggunakan transportasi Commuter Line yang tersedia dari stasiun citayem menuju stasiun bogor. motor kami parkir di stasiun citayem lanjut naik commuter line. budget kereta kami pilih selain murah karena efisiensi waktu juga. sebetulnya mengejar untuk bisa ikut workshop jam8 ya minimal gak telat-telat banget.hehe

kira-kira 10-20 menit kami tiba di stasiun bogor. dari stasiun kami naik angkot 02 jurusan sukasari. kami minta sopir turunkan di kebun raya bogor. baru aja kami duduk dengan kondisi mepet-mepetan (kakak bilang angkotnya gak luas umi aku gak bisa gerak :D) eh udah turun aja ternyata deket banget euy. suami bilang, jalan kaki juga bisa ini mah. hohoo



Pintu 2

Alhamudulillah akhirnya sampai juga di Kebun Raya Bogor. harga tiketnya cuma 14ribu per orang, usia 4 tahun kebawah GRATIS!!



biar gak tersesat, lihat peta dulu yuuk :D

Okeh kita lihat peta dulu ya edisi perdana saya dan suami baru pernah kesini biar gak tersesat selama perjalanan harus ada panduan peta dan petunjuk arah.sambil kami kasih penjelasan kedua putri kembar kami peta ini gunanya apa dan berfungsi pada saat kondisi apa aja? maklum, anak-anak termasuk yang kritis suka tanya banyak hal ini dan itu.

dari sini kami menuju Istana Kepresidenan yg terletak sebelah kanan pintu utama 1. Pengennya silaturahim ke rumah presiden kalau bisa mau bincang-bincang apalah daya emang kamu siapa? rumah presiden tutup alias gak dibuka untuk umum kami hanya bisa melihat dari kejauhan. abis foto-foto numpang ngeksis :D lanjut ke tempat Festival Peduli Sampah

Bersambung....




Followers

Republika Online

dakwatuna.com

 
Catatan Bunda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template