Selasa, 23 Februari 2016

Cinta, Rindu dan Cemburu



Cinta itu...
Ujian hidup
bagaimana kamu bisa bersabar dalam rindu
dan bersyukur oleh cemburu



Siang itu di ruang makan saya acuhkan dirinya saya tinggalkan ruang makan dengan kondisi sangat tidak berselera. Saya acuhkan dia yang masih sibuk menerima panggilan telepon dari teman kantor. Sabtu pekan ini hari libur jadwal dia off (libur kerja) bukankah seharusnya adalah waktu dia dan keluarganya? Tidak bisakah teman kantornya itu memahami tidak hanya kerjaan yang menjadi “urusannya” ada keluarga; anak dan istrinya?

Perasaan saya sangat cemburu saat itu. salahkan saya yang cemburu pada kantor nya? pada rekan kerja nya?

Benar saja.
Cinta itu ujian hidup
Bagaimana kita mampu bersabar dalam rindu
Dan bersyukur oleh cemburu

Cinta inilah yang membuat saya rindu pada waktu-waktu suami bercengkrama dengan saya pun dengan anak-anak, berbincang hangat, berdiskusi, bercanda dan bermanja-manja.

Cinta ini jugalah yang membuat saya menerbangkan rindu hanya berkirim pesan ucap say kangen, cinta inilah yang membuat saya memahami waktu-waktu kesibukan suami dan menahan diri sejenak bahwa saya rindu waktu bersama suami saat dia disibukkan dengan amanah dan pekerjaan kantornya. Ya, rindu perasaan dari cinta kami yang terpupuk tidak bisa digantikan dengan apapun dan hal lainnya kecuali ingin cepat-cepat bertemu, bercerita, berbincang, bercanda daaaaaan bermanja-manja walaupun lebih sering kemanjaan itu juga saya rindukan kemanjaan suami pada istrinya. 

kali ini bagaimana membuat suami mengerti bahwa saya sedang rindu dan cemburu?

Saya diamkan beberapa saat. tidak bertanya apapun sambil pelan-pelan saya menata hati saya memilih menyendiri di kamar. Lepas suami menerima telepon penting dari kantor. dia mendekati saya mencoba membuka komunikasi lagi dengan istrinya.

“Kenapa cinta? Marah ya abi terima telepon dari kantor?,” tanyanya lembut

“Iya. Aku cemburu!!,” jawabku tanpa banyak basa-basi

“Maaf ya sudah buat cemburu. Mau abi peluk?,” ungkapnya merajuk

Dia paling tau betul kalau sudah dipeluk mungkin amarahku bisa mereda tapi kali ini tidak. Entah kenapa saya sedemikian cemburu. Saya katakan pada suami saya butuh waktu dan tidak ingin dipeluk.

“Benar gak mau abi peluk?,” lagi-lagi merajuk
“Iya.”
“Ya udah abi kedepan ya.”
“Heumm.”

Rindu akan waktu saya bercengkrama, berdua, bermesra, bercanda, bermanja dengan suami karena kecemburuan saya seketika berubah dari hangat menjadi dingin. Seisi rumah seperti tidak nyaman berada berdekatan dan inilah yang membuat kita berjarak. Hal ini juga yang disadari oleh suami bahwa kecemburuan istri telah membuatnya berjarak dengan cepat iya kembali lagi ke kamar dan membujuk saya.

“Umi, cinta.. maaf ya. Abi salah sudah buat umi cemburu. Boleh abi tau kenapa umi cemburu?,” tanyanya

Sini kita duduk berdekatan. coba sampaikan kenapa umi cemburu? Sambil ekspresinya buru-buru pengen peluk sang istri tapi tak bisa karena hati saya masih terasa dingin.

Hmmm....sepertinya saya memang perlu komunikasikan perasaan cemburu ini pada suami?,"Ungkap saya membatin


"Aku paham dan berusaha setiap waktu memahami kondisi abi baik sebagai suami dan karyawan. Pun terhadap waktu jam kerja abi dengan tidak banyak bertanya atau merengek kapan abi pulang walaupun aku juga rindu pertemuan dengan suami. Maka, ketika abi sampaikan padaku bahwa hari ini adalah waktu abi libur kerja aku ingin abi benar-benar libur dari segala persoalan di kantor apapun itu. 1 hari saja me time dengan suami juga dengan anak-anak. Bisakah? Kalaupun ada hal-hal darurat terkait kantor bolehkah komunikasi terlebih dahulu dengan istri? Selama 3 pekan tiap sabtu abi selalu masuk. Tentu berbeda jika tadi pagi abi sampaikan abi masuk kerja, tidak akan kutunggu waktu kita bermanja bersama,” ungkap saya menjelaskan padanya


“Oh begitu. tapi, ini darurat mi. abi harus ke kantor karena kunci ruangan lupa dan terbawa sama abi. Jadi abi harus ke kantor memberikan kunci ke rekan kerja.” Jawabnya menjelaskan.


Sampai penjelasannya itu saya tidak berkata lagi. memilih diam. Saya persilakan suami mau melakukan aktivitas apa. Tidak lama setelah kami berkomunikasi, telepon suami berdering kembali dari rekan kerjanya mengkonfirmasi bahwa ada kunci cadangan jadi suami tidak perlu ke kantor untuk memberikan kunci.

Dalam hati saya mengucap syukur.

Setelahnya suami benar-benar minta maaf karena waktu me time kami “ada gangguan” saya dibujuk, dirayu dan segala macam usahanya demi untuk melihat sang istri tersenyum sumringah.

Berhasilkah? 
tentu berhasil!

saya pun tidak ingin berlama-lama dalam kecemburuan terlebih kehilangan waktu bersama suami.hehe


Jika cemburu, saya sampaikan pada suami; saya cemburu pada hal ini dan hal itu, begitupun dengannya dia akan cemburu pada saya untuk hal ini dan itu. maka ini yang kemudian menjadi "pakem" kami  sama-sama mengkondisikan diri bahwa saya menghindari ini dan itu karena pasangan saya cemburu pada hal ini dan itu. saya berusaha menjauhi pada hal-hal apa aja yang suami saya tidak suka dan menyebabkan ia cemburu pun sebaliknya :D


Apakah suami menafikkan perasaan cemburunya sang istri? 
"Masa kaya gitu aja cemburu ini kan cuma urusan sepele."
Alhamdulillah tidak demikian.


Bagi saya bukan apa yang menjadikan suami dan istri cemburu tapi pada komunikasi yang baik saat keduanya sedang dirundung cemburu dan ini yang sulit (menurut saya) sebab kita kadang bisa berpikir tidak logis dengan api yang terus membakar kondisi hati karena kecemburuan menjadi-jadi. Apinya memang tidak terlihat tapi panasnya sangat jelas terasa membakar bahkan bisa jadi salah-salah pihak ketiga yang jadi sasaran kecemburuan suami/istri entah barangkah dan parahnya jika pihak ketiga itu adalah orang! Duh kasian! karena cemburunya kita pada suami/istri yang tidak bisa terkontrol membuat kita kurang kendali, menduga-duga, berprasangka, menuduh dan hal-hal lainnya. 

"Ya Rabbi jaga hati kami tetap mengingatMu dan bersamaMu dalam segala cuaca hati."



Sulitkah menyampaikan pada pasangan. Maaf saya cemburu pada hal ini dan itu yang kamu lakukan? selanjutnya komunikasikan dengan baik. 



Ketika Cemburu Menyapa Hati


Salahkah aku yang cemburu?


saya teringat dari kisah Aisyah istri yang paling dicintai Rasulullah setelah khodijah. Siapa bilang istri Rasulullah tidak pernah cemburu? Lagi-lagi ini bukan alibi saya padanya bahwa saya layak cemburu dan kamu harus tau cemburunya saya. hohoo... tentu tidak demikian ^_^


Bagaimana kisahnya?

Suatu malam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam secara diam diam keluar dari rumah Aisyah. Maka sikap Rasulullah ini menjadikan Aisyah sedemikian merasa cemburu. Sekembalinya beliau dari luar rumah, Rasulullah memahami sikap Aisyah yang sedang hanyut dalam rasa cemburu. Segera beliau bertanya kepada Aisyah: apakah engkau sedang ditimpa rasa cemburu?
Mendapat pertanyaan seperti ini, Aisyah menjawab:
Mana mungkin wanita seperti aku tidak terus ditimpa rasa cemburu karena memiliki suami seperti engkau (suami idaman setiap wanita)? Riwayat Muslim 
Saking cemburunya Aisyah, Rasulullah hanya tersenyum seraya berkata “Apakah engkau masih meragukanku wahai Ummu Abdillah?” sampai-sampai sang ayah Abu Bakar r.a mendengar perkataan Aisyah dan kesal, lalu dia mendatangi Aisyah dan hendak menamparnya.
Cinta itu membutuhkan jiwa besar dan lapang dada karena ternyata istriku/suamiku sering dirundung cemburu. Berumahtangga itu…belajarnya setiap waktu, setiap saat. Saat suka dukanya, sumringahnya, ramai dan sepi nya.
Maka, cinta itu telah mengajarkanku belajar mengelola hati agar tak cepat emosi tatkala kecemburuanku menjadi-jadi. Bagaimana saya harus berhadapan dengan “Kecemburuan dan Kerinduan”

Karena cinta yang berlebihan itulah yang membuat aku merindu hingga dibuat cemburu. Ini baru pada makhluk bagaimana rasanya jika Allah cemburu pada kita? sebab kita terlampau sibuk memikirkan makluk dari kholiknya.

Karena kecemburuan dan kerinduan ini yang merekatkan cinta, menambah sakinah dan hari-hari kita terasa lebih berwarna untuk kembali bermanja-manja dengan suami tercinta.


Terima kasih cinta,
Yang memahamiku….
Juga kerinduanku…
Lengkap dengan kecemburuanku….

Dan aku juga begitu…
Padamu….
Belahan jiwaku….

Imam yang Allah titipkan untuk meluruskan segala kebengkokanku…



Bogor, 24 Februari 2016
Ditengah tumpukan kerjaan tanpa deadline ^_^


Cinta itu...
Ujian hidup
bagaimana kamu bisa bersabar dalam rindu
dan bersyukur oleh cemburu



Siang itu di ruang makan saya acuhkan dirinya saya tinggalkan ruang makan dengan kondisi sangat tidak berselera. Saya acuhkan dia yang masih sibuk menerima panggilan telepon dari teman kantor. Sabtu pekan ini hari libur jadwal dia off (libur kerja) bukankah seharusnya adalah waktu dia dan keluarganya? Tidak bisakah teman kantornya itu memahami tidak hanya kerjaan yang menjadi “urusannya” ada keluarga; anak dan istrinya?

Perasaan saya sangat cemburu saat itu. salahkan saya yang cemburu pada kantor nya? pada rekan kerja nya?

Benar saja.
Cinta itu ujian hidup
Bagaimana kita mampu bersabar dalam rindu
Dan bersyukur oleh cemburu

Cinta inilah yang membuat saya rindu pada waktu-waktu suami bercengkrama dengan saya pun dengan anak-anak, berbincang hangat, berdiskusi, bercanda dan bermanja-manja.

Cinta ini jugalah yang membuat saya menerbangkan rindu hanya berkirim pesan ucap say kangen, cinta inilah yang membuat saya memahami waktu-waktu kesibukan suami dan menahan diri sejenak bahwa saya rindu waktu bersama suami saat dia disibukkan dengan amanah dan pekerjaan kantornya. Ya, rindu perasaan dari cinta kami yang terpupuk tidak bisa digantikan dengan apapun dan hal lainnya kecuali ingin cepat-cepat bertemu, bercerita, berbincang, bercanda daaaaaan bermanja-manja walaupun lebih sering kemanjaan itu juga saya rindukan kemanjaan suami pada istrinya. 

kali ini bagaimana membuat suami mengerti bahwa saya sedang rindu dan cemburu?

Saya diamkan beberapa saat. tidak bertanya apapun sambil pelan-pelan saya menata hati saya memilih menyendiri di kamar. Lepas suami menerima telepon penting dari kantor. dia mendekati saya mencoba membuka komunikasi lagi dengan istrinya.

“Kenapa cinta? Marah ya abi terima telepon dari kantor?,” tanyanya lembut

“Iya. Aku cemburu!!,” jawabku tanpa banyak basa-basi

“Maaf ya sudah buat cemburu. Mau abi peluk?,” ungkapnya merajuk

Dia paling tau betul kalau sudah dipeluk mungkin amarahku bisa mereda tapi kali ini tidak. Entah kenapa saya sedemikian cemburu. Saya katakan pada suami saya butuh waktu dan tidak ingin dipeluk.

“Benar gak mau abi peluk?,” lagi-lagi merajuk
“Iya.”
“Ya udah abi kedepan ya.”
“Heumm.”

Rindu akan waktu saya bercengkrama, berdua, bermesra, bercanda, bermanja dengan suami karena kecemburuan saya seketika berubah dari hangat menjadi dingin. Seisi rumah seperti tidak nyaman berada berdekatan dan inilah yang membuat kita berjarak. Hal ini juga yang disadari oleh suami bahwa kecemburuan istri telah membuatnya berjarak dengan cepat iya kembali lagi ke kamar dan membujuk saya.

“Umi, cinta.. maaf ya. Abi salah sudah buat umi cemburu. Boleh abi tau kenapa umi cemburu?,” tanyanya

Sini kita duduk berdekatan. coba sampaikan kenapa umi cemburu? Sambil ekspresinya buru-buru pengen peluk sang istri tapi tak bisa karena hati saya masih terasa dingin.

Hmmm....sepertinya saya memang perlu komunikasikan perasaan cemburu ini pada suami?,"Ungkap saya membatin


"Aku paham dan berusaha setiap waktu memahami kondisi abi baik sebagai suami dan karyawan. Pun terhadap waktu jam kerja abi dengan tidak banyak bertanya atau merengek kapan abi pulang walaupun aku juga rindu pertemuan dengan suami. Maka, ketika abi sampaikan padaku bahwa hari ini adalah waktu abi libur kerja aku ingin abi benar-benar libur dari segala persoalan di kantor apapun itu. 1 hari saja me time dengan suami juga dengan anak-anak. Bisakah? Kalaupun ada hal-hal darurat terkait kantor bolehkah komunikasi terlebih dahulu dengan istri? Selama 3 pekan tiap sabtu abi selalu masuk. Tentu berbeda jika tadi pagi abi sampaikan abi masuk kerja, tidak akan kutunggu waktu kita bermanja bersama,” ungkap saya menjelaskan padanya


“Oh begitu. tapi, ini darurat mi. abi harus ke kantor karena kunci ruangan lupa dan terbawa sama abi. Jadi abi harus ke kantor memberikan kunci ke rekan kerja.” Jawabnya menjelaskan.


Sampai penjelasannya itu saya tidak berkata lagi. memilih diam. Saya persilakan suami mau melakukan aktivitas apa. Tidak lama setelah kami berkomunikasi, telepon suami berdering kembali dari rekan kerjanya mengkonfirmasi bahwa ada kunci cadangan jadi suami tidak perlu ke kantor untuk memberikan kunci.

Dalam hati saya mengucap syukur.

Setelahnya suami benar-benar minta maaf karena waktu me time kami “ada gangguan” saya dibujuk, dirayu dan segala macam usahanya demi untuk melihat sang istri tersenyum sumringah.

Berhasilkah? 
tentu berhasil!

saya pun tidak ingin berlama-lama dalam kecemburuan terlebih kehilangan waktu bersama suami.hehe


Jika cemburu, saya sampaikan pada suami; saya cemburu pada hal ini dan hal itu, begitupun dengannya dia akan cemburu pada saya untuk hal ini dan itu. maka ini yang kemudian menjadi "pakem" kami  sama-sama mengkondisikan diri bahwa saya menghindari ini dan itu karena pasangan saya cemburu pada hal ini dan itu. saya berusaha menjauhi pada hal-hal apa aja yang suami saya tidak suka dan menyebabkan ia cemburu pun sebaliknya :D


Apakah suami menafikkan perasaan cemburunya sang istri? 
"Masa kaya gitu aja cemburu ini kan cuma urusan sepele."
Alhamdulillah tidak demikian.


Bagi saya bukan apa yang menjadikan suami dan istri cemburu tapi pada komunikasi yang baik saat keduanya sedang dirundung cemburu dan ini yang sulit (menurut saya) sebab kita kadang bisa berpikir tidak logis dengan api yang terus membakar kondisi hati karena kecemburuan menjadi-jadi. Apinya memang tidak terlihat tapi panasnya sangat jelas terasa membakar bahkan bisa jadi salah-salah pihak ketiga yang jadi sasaran kecemburuan suami/istri entah barangkah dan parahnya jika pihak ketiga itu adalah orang! Duh kasian! karena cemburunya kita pada suami/istri yang tidak bisa terkontrol membuat kita kurang kendali, menduga-duga, berprasangka, menuduh dan hal-hal lainnya. 

"Ya Rabbi jaga hati kami tetap mengingatMu dan bersamaMu dalam segala cuaca hati."



Sulitkah menyampaikan pada pasangan. Maaf saya cemburu pada hal ini dan itu yang kamu lakukan? selanjutnya komunikasikan dengan baik. 



Ketika Cemburu Menyapa Hati


Salahkah aku yang cemburu?


saya teringat dari kisah Aisyah istri yang paling dicintai Rasulullah setelah khodijah. Siapa bilang istri Rasulullah tidak pernah cemburu? Lagi-lagi ini bukan alibi saya padanya bahwa saya layak cemburu dan kamu harus tau cemburunya saya. hohoo... tentu tidak demikian ^_^


Bagaimana kisahnya?

Suatu malam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam secara diam diam keluar dari rumah Aisyah. Maka sikap Rasulullah ini menjadikan Aisyah sedemikian merasa cemburu. Sekembalinya beliau dari luar rumah, Rasulullah memahami sikap Aisyah yang sedang hanyut dalam rasa cemburu. Segera beliau bertanya kepada Aisyah: apakah engkau sedang ditimpa rasa cemburu?
Mendapat pertanyaan seperti ini, Aisyah menjawab:
Mana mungkin wanita seperti aku tidak terus ditimpa rasa cemburu karena memiliki suami seperti engkau (suami idaman setiap wanita)? Riwayat Muslim 
Saking cemburunya Aisyah, Rasulullah hanya tersenyum seraya berkata “Apakah engkau masih meragukanku wahai Ummu Abdillah?” sampai-sampai sang ayah Abu Bakar r.a mendengar perkataan Aisyah dan kesal, lalu dia mendatangi Aisyah dan hendak menamparnya.
Cinta itu membutuhkan jiwa besar dan lapang dada karena ternyata istriku/suamiku sering dirundung cemburu. Berumahtangga itu…belajarnya setiap waktu, setiap saat. Saat suka dukanya, sumringahnya, ramai dan sepi nya.
Maka, cinta itu telah mengajarkanku belajar mengelola hati agar tak cepat emosi tatkala kecemburuanku menjadi-jadi. Bagaimana saya harus berhadapan dengan “Kecemburuan dan Kerinduan”

Karena cinta yang berlebihan itulah yang membuat aku merindu hingga dibuat cemburu. Ini baru pada makhluk bagaimana rasanya jika Allah cemburu pada kita? sebab kita terlampau sibuk memikirkan makluk dari kholiknya.

Karena kecemburuan dan kerinduan ini yang merekatkan cinta, menambah sakinah dan hari-hari kita terasa lebih berwarna untuk kembali bermanja-manja dengan suami tercinta.


Terima kasih cinta,
Yang memahamiku….
Juga kerinduanku…
Lengkap dengan kecemburuanku….

Dan aku juga begitu…
Padamu….
Belahan jiwaku….

Imam yang Allah titipkan untuk meluruskan segala kebengkokanku…



Bogor, 24 Februari 2016
Ditengah tumpukan kerjaan tanpa deadline ^_^

Amarah dan Doa Ibunda



Doamu penerang sumpahmu mulia
Ikhlas dan ridomu bagi untuk anaknya
Jasamu tak dapat dibalaskan harta
Meski lautan emas sebagai gantinya

Lantunan lirik nasyid IBU dari Ar-Royyan mengingatkan saya akan amarah dan do'a ibunda dari serangkaian kisah menangani anak-anak yang rewel, tantrum, dll.


Dua bocah perempuan mungil kami sedang bermain-main. Ya, putri kembar kami yang berusia 3 tahun 8 bulan seperti tidak pernah ada lelah di raut wajahnya. lari kesana kemari tidak peduli apa yang tengah dirasa uminya. selesai main lego lanjut main masak-masakan, jika sudah bosan mereka narik-narik saya minta ambilkan buku. belum selesai baca buku mereka minta ini dan itu. 

dari ruangan yang satu pindah ke ruangan yang lain. belum selesai merapikan ruangan yang satu, ruangan lainnya sudah berantakan lagi. begitulah setiap hari, kadang mereka mau membereskan mainan sendiri tidak jarang juga harus diingatkan berkali-kali.setengah jam sebelum adzan dzuhur rumah belum selesai saya rapikan. saya sampaikan pada mereka sebentar lagi adzan yuk kita sama-sama rapikan. mereka tidak mau. saya coba bujuk lagi bahwa saya akan turut serta membantu mereka merapikan. mereka juga tidak mau. tidak ada kesepakatan saat itu sedang waktu terus melaju dan saya harus cepat-cepat merapikan seluruh ruangan agar nyaman digunakan untuk sholat.

"Baik kalau tidak mau. umi akan rapikan setelah ini tidak main lagi ya. kecuali, kalau khansa dan kaisah mau bantu umi merapikan mainan khansa dan kaisah umi izinkan main lagi." ucap saya pada mereka.

entah kalimat saya yang terlalu panjang tetap saja mereka tidak bergeming asyik melanjutkan robekan-robekan kertas. pelan-pelan saya bereskan mulai dari ruang kamar dulu yang akan saya gunakan untuk sholat. saya kumpulkan mainan mereka kemudian saya taruh di box mainan. setelah selesai saya lanjut ambil sapu trus ngepel. belum beranjak dari kamar tiba-tiba di ruangan lain suara teriakan kaisah memecah konsentrasi saya.

"Umiiiiii....kakak tuh...umiiiii orang aku gak mau main. aku gak mau di ledek." teriaknya ketakutan

Dan.....selanjutnya apa yang terjadi?

si kakak, terus saja meledek adiknya yang sudah ketakutan. sampai si adik nangis kejer dan teriak-teriak.

"Kaaaaaa.....adiknya sudah takut. berhenti meledek dede ya." ucap saya padanya.

Alhamdulillah sudah mereda. si kakak tidak meledek adiknya lagi. saya memahami sebetulnya sang kakak hanya ingin main dengan adiknya karena dedek gak mau main dan dia sudah mengkonfirmasi bahwa dia tidak mau diajak bercanda/diledek teriakannya hanya sebagai bentuk ekspersinya. selanjutnya saya biarkan mereka melerai sendiri. saya memilih lanjut merapikan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya :D

Beranjak saya ambil sapu dan alat pel. si kakak teriak lagi.

"Umiiiii....aku kebelet nih mau pipis." ungkapnya.

"Iya...Nak. Khansa ke kamar mandi dulu ya, trus buka celana nanti kalau sudah panggil umi." (posisi sudah pw saat itu sedang ngepel). saya tengok kebelangan dia sudah pipis dilantai. menghela nafaaaaasss dulu.

"Ya sudah sekarang kakak ke kamar mandi ya. umi bereskan pipis khansa dulu di lantai. okeh?", tawaran saya padanya. dan dia mengangguk mengiyakan berjalan ke kamar mandi.
disaat yang sama saya tidak menyadari bahwa kaisah ditempat berbeda ikut pipis dicelana. hwuaaaaaa....entah kenapa mereka selalu barengan sampai pipispun gak mau ketinggalan.

"
Astaghfirullahal ‘Adzim! kaisaaah kenapa pipis juga dilantai?" sudah gak bisa ditahan ya?", tanya saya meminta menjelasan sang adik. "Ya sudah langsung ke kamar mandi."


di kamar mandi, kakak khansa PUP & najisnya berceceran sampai ke luar kamar mandi karena dia inisiatif menyiram sendiri. sedang adik kaisah menumpah semua sampo dalam bak yang berisi air penuh sambil ngobok-ngobok.

"Astaghiruuuuullahal adziiiim....khansaaaaaaa....kaisaaaaaaah..jadikan anakku profesor, doktor, hafidzah ya Allah..amiin." amarah saya mulai meninggi, tatapan saya tajam. saya tatap mereka lekat-lekat berharap kedua putriku memahami "kegelisahan" uminya saat itu.

"kakak tau harus PUP dimana?" sampai pertanyaan ini saya memilih diam menahan amarah saya agar tidak meletup-letup tidak berkesudahan.

Mereka kaget dengan kalimat istighfar saya yang keras saat itu seperti saya sedang menghentikan saraf neuronnya yang sedang bersambung, berdekatan oleh sebab kalimat saya yang meninggi.

Masih di kamar mandi saya peluk dalam-dalam kedua buah hati saya. saya menangis. 

"Maafkan umi ya, Nak. sudah buat kakak dan dede jadi takut" sambil saya tatap wajah mereka yang sudah ngembang air mata. buru-buru saya beresin, saya mandiin saya rapikan mereka. setelah selesai saya meminta pengertian mereka menunggu agar tidak keluar kamar/ turun dari kasur karena saya harus merapikan ruangan yang terkena najis.

pernahkah bunda mengalami demikian? 

saya, seorang ibu yang biasa sama seperti ibu lainnya. 

dalam kondisi marah yang selalu saya ingat dan sangat saja jaga adalah kata-kata yang saya lontarkan oleh sebab saya kesal, ngondok, bete, dll karena ulah mereka. 

masih teringat betul beberapa kisah teladan terus membuntuti saya manakala saya kesal pada anak-anak saya tidak boleh melontarkan/mengucapkan kalimat negatif. karena ucapan saya sebagai seorang ibu adalah doa. dimana salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anaknya.

Amarah dan Doa Ibunda

Kini saya sudah menjadi Ibu. dari 2 putri kembar yang Allah titipkan dan amanahkan pada kami. setiap kata-kata saya adalah do'a untuk mereka. ada banyak harapan yang mengkristalkan doa untuk mereka, berharap pada Allah Yang Memiliki Jiwa mereka kelak mengabulkan setiap do'a yang baik yang dilantunkan oleh sosok ibu yang banyak kekhilafan ini. entah dari do'a yang mana yang Allah ijabah. apakah dari do'a yang terlantukan oleh sebab kemarahan yang sangat karena "ulah sang anak" atau do'a yang mana?

Biarlah Allah sang pemilik diri yang mengetahui. Rabb...kabulkanlah setiap doa-doa yang kami lantunkan untuk anak kami. agar kelak mereka menjadi insan yang mulia, yang menjaga ayat-ayat cintamu sebagai hafidzah dan bermanfaat untuk agama, umat, dan Islam mu.


Bogor, 23 Februari 2016

di saat rerintikan hujan membasahi bumi-Mu *lanjut berdoa lagi ^_^




Doamu penerang sumpahmu mulia
Ikhlas dan ridomu bagi untuk anaknya
Jasamu tak dapat dibalaskan harta
Meski lautan emas sebagai gantinya

Lantunan lirik nasyid IBU dari Ar-Royyan mengingatkan saya akan amarah dan do'a ibunda dari serangkaian kisah menangani anak-anak yang rewel, tantrum, dll.


Dua bocah perempuan mungil kami sedang bermain-main. Ya, putri kembar kami yang berusia 3 tahun 8 bulan seperti tidak pernah ada lelah di raut wajahnya. lari kesana kemari tidak peduli apa yang tengah dirasa uminya. selesai main lego lanjut main masak-masakan, jika sudah bosan mereka narik-narik saya minta ambilkan buku. belum selesai baca buku mereka minta ini dan itu. 

dari ruangan yang satu pindah ke ruangan yang lain. belum selesai merapikan ruangan yang satu, ruangan lainnya sudah berantakan lagi. begitulah setiap hari, kadang mereka mau membereskan mainan sendiri tidak jarang juga harus diingatkan berkali-kali.setengah jam sebelum adzan dzuhur rumah belum selesai saya rapikan. saya sampaikan pada mereka sebentar lagi adzan yuk kita sama-sama rapikan. mereka tidak mau. saya coba bujuk lagi bahwa saya akan turut serta membantu mereka merapikan. mereka juga tidak mau. tidak ada kesepakatan saat itu sedang waktu terus melaju dan saya harus cepat-cepat merapikan seluruh ruangan agar nyaman digunakan untuk sholat.

"Baik kalau tidak mau. umi akan rapikan setelah ini tidak main lagi ya. kecuali, kalau khansa dan kaisah mau bantu umi merapikan mainan khansa dan kaisah umi izinkan main lagi." ucap saya pada mereka.

entah kalimat saya yang terlalu panjang tetap saja mereka tidak bergeming asyik melanjutkan robekan-robekan kertas. pelan-pelan saya bereskan mulai dari ruang kamar dulu yang akan saya gunakan untuk sholat. saya kumpulkan mainan mereka kemudian saya taruh di box mainan. setelah selesai saya lanjut ambil sapu trus ngepel. belum beranjak dari kamar tiba-tiba di ruangan lain suara teriakan kaisah memecah konsentrasi saya.

"Umiiiiii....kakak tuh...umiiiii orang aku gak mau main. aku gak mau di ledek." teriaknya ketakutan

Dan.....selanjutnya apa yang terjadi?

si kakak, terus saja meledek adiknya yang sudah ketakutan. sampai si adik nangis kejer dan teriak-teriak.

"Kaaaaaa.....adiknya sudah takut. berhenti meledek dede ya." ucap saya padanya.

Alhamdulillah sudah mereda. si kakak tidak meledek adiknya lagi. saya memahami sebetulnya sang kakak hanya ingin main dengan adiknya karena dedek gak mau main dan dia sudah mengkonfirmasi bahwa dia tidak mau diajak bercanda/diledek teriakannya hanya sebagai bentuk ekspersinya. selanjutnya saya biarkan mereka melerai sendiri. saya memilih lanjut merapikan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya :D

Beranjak saya ambil sapu dan alat pel. si kakak teriak lagi.

"Umiiiii....aku kebelet nih mau pipis." ungkapnya.

"Iya...Nak. Khansa ke kamar mandi dulu ya, trus buka celana nanti kalau sudah panggil umi." (posisi sudah pw saat itu sedang ngepel). saya tengok kebelangan dia sudah pipis dilantai. menghela nafaaaaasss dulu.

"Ya sudah sekarang kakak ke kamar mandi ya. umi bereskan pipis khansa dulu di lantai. okeh?", tawaran saya padanya. dan dia mengangguk mengiyakan berjalan ke kamar mandi.
disaat yang sama saya tidak menyadari bahwa kaisah ditempat berbeda ikut pipis dicelana. hwuaaaaaa....entah kenapa mereka selalu barengan sampai pipispun gak mau ketinggalan.

"
Astaghfirullahal ‘Adzim! kaisaaah kenapa pipis juga dilantai?" sudah gak bisa ditahan ya?", tanya saya meminta menjelasan sang adik. "Ya sudah langsung ke kamar mandi."


di kamar mandi, kakak khansa PUP & najisnya berceceran sampai ke luar kamar mandi karena dia inisiatif menyiram sendiri. sedang adik kaisah menumpah semua sampo dalam bak yang berisi air penuh sambil ngobok-ngobok.

"Astaghiruuuuullahal adziiiim....khansaaaaaaa....kaisaaaaaaah..jadikan anakku profesor, doktor, hafidzah ya Allah..amiin." amarah saya mulai meninggi, tatapan saya tajam. saya tatap mereka lekat-lekat berharap kedua putriku memahami "kegelisahan" uminya saat itu.

"kakak tau harus PUP dimana?" sampai pertanyaan ini saya memilih diam menahan amarah saya agar tidak meletup-letup tidak berkesudahan.

Mereka kaget dengan kalimat istighfar saya yang keras saat itu seperti saya sedang menghentikan saraf neuronnya yang sedang bersambung, berdekatan oleh sebab kalimat saya yang meninggi.

Masih di kamar mandi saya peluk dalam-dalam kedua buah hati saya. saya menangis. 

"Maafkan umi ya, Nak. sudah buat kakak dan dede jadi takut" sambil saya tatap wajah mereka yang sudah ngembang air mata. buru-buru saya beresin, saya mandiin saya rapikan mereka. setelah selesai saya meminta pengertian mereka menunggu agar tidak keluar kamar/ turun dari kasur karena saya harus merapikan ruangan yang terkena najis.

pernahkah bunda mengalami demikian? 

saya, seorang ibu yang biasa sama seperti ibu lainnya. 

dalam kondisi marah yang selalu saya ingat dan sangat saja jaga adalah kata-kata yang saya lontarkan oleh sebab saya kesal, ngondok, bete, dll karena ulah mereka. 

masih teringat betul beberapa kisah teladan terus membuntuti saya manakala saya kesal pada anak-anak saya tidak boleh melontarkan/mengucapkan kalimat negatif. karena ucapan saya sebagai seorang ibu adalah doa. dimana salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anaknya.

Amarah dan Doa Ibunda

Kini saya sudah menjadi Ibu. dari 2 putri kembar yang Allah titipkan dan amanahkan pada kami. setiap kata-kata saya adalah do'a untuk mereka. ada banyak harapan yang mengkristalkan doa untuk mereka, berharap pada Allah Yang Memiliki Jiwa mereka kelak mengabulkan setiap do'a yang baik yang dilantunkan oleh sosok ibu yang banyak kekhilafan ini. entah dari do'a yang mana yang Allah ijabah. apakah dari do'a yang terlantukan oleh sebab kemarahan yang sangat karena "ulah sang anak" atau do'a yang mana?

Biarlah Allah sang pemilik diri yang mengetahui. Rabb...kabulkanlah setiap doa-doa yang kami lantunkan untuk anak kami. agar kelak mereka menjadi insan yang mulia, yang menjaga ayat-ayat cintamu sebagai hafidzah dan bermanfaat untuk agama, umat, dan Islam mu.


Bogor, 23 Februari 2016

di saat rerintikan hujan membasahi bumi-Mu *lanjut berdoa lagi ^_^


Minggu, 21 Februari 2016

Seru! Liburan Edukasi Murah Ala Backpacker Family

Setiap orang, setiap keluarga punya cara tersendiri untuk memanfaatkan waktu liburan akhir pekannya. Liburan akhir pekan edisi kali ini agak spesial, sangat spesial. Kenapa saya katakan demikian karena perjalanan kami kali ini mengajak anak-anak liburan edukasi ala backpacker.
Yups. Prinsip kami kemanapun kami pergi melakukan perjalanan mengajak seluruh anggota kerluarga kecil kami (2 putri kembar kami) harus ada nilai edukasinya. Mau itu perjalanan dengan budget mahal ataupun yang murah meriah.
Apa sih liburan edukasi ala backpacker family?
Umumnya, kita kenal istilah backpacker adalah aktivitas liburan dengan menggunakan tas ransel. prinsipnya backpacking adalah aktivitas perjalanan yang dilakukan independen tidak menggunakan jasa travel dan biasanya menggunakan budget lebih murah. pilihan perjalanan murah ala backpacker ini dipilih bukan karena mereka pelit atau miskin, tapi karena mereka benar-benar paham cara mengatur pengeluaran. sehingga uang yang mereka miliki benar-benar mereka gunakan hanya untuk hal-hal yang memang dibutuhkan. tapi kami juga masih belajar sih mengatur setiap pengeluarannya selain itu biar anak-anak dapet pengalaman baru yang lebih berharga. trus keasyikan lainnya kita punya kendali penuh untuk waktu perjalanan mau berapa lama, mau kemana aja, bebas euy! :D
Okeh sampai disini sekilas tentang apa itu liburan edukasi ala backpacker family versi kami. mulai ceritanya ya...
Setiap pekan menuju hari H- Weekend biasanya saya selalu kasih listing ke suami. jadwal sabtu dan minggu mau aktivitas apa aja dan kemana aja serta bersama siapa aja? entah itu silaturahim ke rumah orangtua, mertua, silaturahim ke rumah teman, ke majlis ilmu, rapat, agenda-agenda lain, ke tempat updgrade skill, pun ketempat-tempat wisata yang ingin kami kunjungi. Setelah deal antara saya dan suami. biasanya hari jum'at kami sudah sampaikan ke anak-anak bahwa wekend ini kita akan kemana? tentu, anak-anak senang sekali seperti dapet kabar bahagia dan ekspresi mereka biasaya loncat-loncat sambil bilang ye...ye.. aku mau ke rumah eyang..aku mau jalan-jalan. ini baru kami kasih kabar gemira liburan belum benar-benar liburannya.hehe
kembali ke Liburan Edukasi ala Backpacker Family
hari jum'at kami sudah fix untuk agenda weekend. sudah diputuskan  hari minggu liburan edukasi ke festival peduli sampah di kebun raya bogor pilihan metode liburannya jatuh pada bakcpacker. kenapa kami pilih ini? karena kami ingin anak-anak belajar mempersiapkan segela perbekalannya sendiri (tentu dengan support dari kami sebagai orangtua). biar kembar lebih tau Homeshooling dirumah sama umi yang sering umi kasih materi tentang PS " Pungut Sampah".


Aktivitas kembar di rumah kembar ikut pisahin sampah organik dan non organik. sudah tau mana sampah organik dan non organis. Kembar tau apa itu bank sampah dan fungsi bank sampah. Nah kalau disini kembar bisa liat langsung ke tempat produksi pengelolaan sampah.


Minggu, 21 Februari 2016 Pukul 06.00 pagi

anak-anak sudah bangun, langsung mandi sendiri dengan tetap dipantau kami (diingatkan sudah pakai sabun belum? gosok gigi? sampohan? baru nanti kami bilas lagi). Setelah anak-anak selesai mandi, baju untuk jalan-jalan sudah tersedia mereka pakai baju sendiri sambi sesekali kami masih bantu jika ada yang kurang okeh (salah masukin yg harusnya buat kanan jadi kiri atau terbalik). sambil anak-anak ditenami abinya saya buru-buru langsung masuk dapur. agak bingung mau masak apa? pengen yang simple-simpel tapi kenyangin gak bikin laper. saya cek stok bahan-bahan di dapur masih bisa buat cheese cake dan sphageti.


saya olah sphageti duluan yang lebih mudah. bumbunya gak pakai yang instan ngolah sendiri. 15 menit spageti mateng. lanjut saya mau adonin cheese cake (makanan kesukaan kembar request mereka juga). 5 menit ngadonin dengan resepnya nanti saya posting ya, 20 menit ngopen. chese cake done!

kira2 seperti ini yg saya buat, edisi last posting gak sempet foto kuenya :D

Jam6.40 saya ketukang sayur cari bahan untuk makanan yang akan kami bawa selama perjalanan liburan edukasi murah ala backpacker. agak lama milih ditukang sayur cari bahan dengan tetep mempertimbangkan gizi tapi yang cepet masaknya. akhirnya pilihan saya jatuh pada toge tumis tauco dan ungkep ikan salem. pulang ke rumah buru-buru saya olah. 20 menit masakan untuk makan siang selesai. suami sampai bingung ini istri masak cepet banget lebih cepet dari dia biasa mandi :P

Jam7.30 kami sarapan pakai cheese cake. saya lanjut siapin perbekalan selama perjalanan. masuk-masukin makanan ke wadahnya (saya pakai wadah dari tulipware bawa bekel gak takut lauk sayur tumpah), di ruang lain suami juga ikut persiapin bekel dia cari karpet, termos khusus backpacker, cari gula, teh, kopi dan susu. 2 putri kembar kami ikut sibuk persiapin bekal juga. pilih-pilih tas mana yang harus mereka bawa, juga isi-isinya. yang udah-udah kalau kami kasih tau mau liburan mereka semangat banget siapin perbekalannya sendiri (gak mau dibantu) mulai dari buku tulis, buku cerita, alat tulisnya lengkap, belum lagi tempat makannya satu set kalau bisa semua punya mereka mau dibawa semua. Nah, berhubung ini perjalanan ala backpaker pengennya yang simpel-simpel jadi kami kasih tau ke anak-anak mana yang kira-kira kembar butuhkan saja untuk dibawa selama sekolah edukasi (kembar lebih suka sebutan sekolah edukasi daripada liburan :D). Selebihnya barang-barang yang kurang perlu di simpan di rumah. ini bukan alibi si emak dan bapaknya ya...hehe ya, lumayan agak rempong juga bawa printilan kembar.

Aktivitas siapin bekelnya ini agak makan waktu hampir 30 menit. Lama banget ya? kami perlu menjelaskan berkali-kali barang apa yang perlu dan dibutuhkan selama perjalanan boleh kembar bawa dan mereka tetep keukeh euy mau bawa semua barang. setelah mereka sepakat barulah kami jalan.

Jam8.20 menit start dari rumah.

para backpacker biasanya selalu menggunakan transportasi umum atau transportasi yang biasa digunakan penduduk lokal. berhubung kami juga masih penduduk lokal jadi kami menggunakan transportasi Commuter Line yang tersedia dari stasiun citayem menuju stasiun bogor. motor kami parkir di stasiun citayem lanjut naik commuter line. budget kereta kami pilih selain murah karena efisiensi waktu juga. sebetulnya mengejar untuk bisa ikut workshop jam8 ya minimal gak telat-telat banget.hehe

kira-kira 10-20 menit kami tiba di stasiun bogor. dari stasiun kami naik angkot 02 jurusan sukasari. kami minta sopir turunkan di kebun raya bogor. baru aja kami duduk dengan kondisi mepet-mepetan (kakak bilang angkotnya gak luas umi aku gak bisa gerak :D) eh udah turun aja ternyata deket banget euy. suami bilang, jalan kaki juga bisa ini mah. hohoo



Pintu 2

Alhamudulillah akhirnya sampai juga di Kebun Raya Bogor. harga tiketnya cuma 14ribu per orang, usia 4 tahun kebawah GRATIS!!



biar gak tersesat, lihat peta dulu yuuk :D

Okeh kita lihat peta dulu ya edisi perdana saya dan suami baru pernah kesini biar gak tersesat selama perjalanan harus ada panduan peta dan petunjuk arah.sambil kami kasih penjelasan kedua putri kembar kami peta ini gunanya apa dan berfungsi pada saat kondisi apa aja? maklum, anak-anak termasuk yang kritis suka tanya banyak hal ini dan itu.

dari sini kami menuju Istana Kepresidenan yg terletak sebelah kanan pintu utama 1. Pengennya silaturahim ke rumah presiden kalau bisa mau bincang-bincang apalah daya emang kamu siapa? rumah presiden tutup alias gak dibuka untuk umum kami hanya bisa melihat dari kejauhan. abis foto-foto numpang ngeksis :D lanjut ke tempat Festival Peduli Sampah

Bersambung....




Setiap orang, setiap keluarga punya cara tersendiri untuk memanfaatkan waktu liburan akhir pekannya. Liburan akhir pekan edisi kali ini agak spesial, sangat spesial. Kenapa saya katakan demikian karena perjalanan kami kali ini mengajak anak-anak liburan edukasi ala backpacker.
Yups. Prinsip kami kemanapun kami pergi melakukan perjalanan mengajak seluruh anggota kerluarga kecil kami (2 putri kembar kami) harus ada nilai edukasinya. Mau itu perjalanan dengan budget mahal ataupun yang murah meriah.
Apa sih liburan edukasi ala backpacker family?
Umumnya, kita kenal istilah backpacker adalah aktivitas liburan dengan menggunakan tas ransel. prinsipnya backpacking adalah aktivitas perjalanan yang dilakukan independen tidak menggunakan jasa travel dan biasanya menggunakan budget lebih murah. pilihan perjalanan murah ala backpacker ini dipilih bukan karena mereka pelit atau miskin, tapi karena mereka benar-benar paham cara mengatur pengeluaran. sehingga uang yang mereka miliki benar-benar mereka gunakan hanya untuk hal-hal yang memang dibutuhkan. tapi kami juga masih belajar sih mengatur setiap pengeluarannya selain itu biar anak-anak dapet pengalaman baru yang lebih berharga. trus keasyikan lainnya kita punya kendali penuh untuk waktu perjalanan mau berapa lama, mau kemana aja, bebas euy! :D
Okeh sampai disini sekilas tentang apa itu liburan edukasi ala backpacker family versi kami. mulai ceritanya ya...
Setiap pekan menuju hari H- Weekend biasanya saya selalu kasih listing ke suami. jadwal sabtu dan minggu mau aktivitas apa aja dan kemana aja serta bersama siapa aja? entah itu silaturahim ke rumah orangtua, mertua, silaturahim ke rumah teman, ke majlis ilmu, rapat, agenda-agenda lain, ke tempat updgrade skill, pun ketempat-tempat wisata yang ingin kami kunjungi. Setelah deal antara saya dan suami. biasanya hari jum'at kami sudah sampaikan ke anak-anak bahwa wekend ini kita akan kemana? tentu, anak-anak senang sekali seperti dapet kabar bahagia dan ekspresi mereka biasaya loncat-loncat sambil bilang ye...ye.. aku mau ke rumah eyang..aku mau jalan-jalan. ini baru kami kasih kabar gemira liburan belum benar-benar liburannya.hehe
kembali ke Liburan Edukasi ala Backpacker Family
hari jum'at kami sudah fix untuk agenda weekend. sudah diputuskan  hari minggu liburan edukasi ke festival peduli sampah di kebun raya bogor pilihan metode liburannya jatuh pada bakcpacker. kenapa kami pilih ini? karena kami ingin anak-anak belajar mempersiapkan segela perbekalannya sendiri (tentu dengan support dari kami sebagai orangtua). biar kembar lebih tau Homeshooling dirumah sama umi yang sering umi kasih materi tentang PS " Pungut Sampah".


Aktivitas kembar di rumah kembar ikut pisahin sampah organik dan non organik. sudah tau mana sampah organik dan non organis. Kembar tau apa itu bank sampah dan fungsi bank sampah. Nah kalau disini kembar bisa liat langsung ke tempat produksi pengelolaan sampah.


Minggu, 21 Februari 2016 Pukul 06.00 pagi

anak-anak sudah bangun, langsung mandi sendiri dengan tetap dipantau kami (diingatkan sudah pakai sabun belum? gosok gigi? sampohan? baru nanti kami bilas lagi). Setelah anak-anak selesai mandi, baju untuk jalan-jalan sudah tersedia mereka pakai baju sendiri sambi sesekali kami masih bantu jika ada yang kurang okeh (salah masukin yg harusnya buat kanan jadi kiri atau terbalik). sambil anak-anak ditenami abinya saya buru-buru langsung masuk dapur. agak bingung mau masak apa? pengen yang simple-simpel tapi kenyangin gak bikin laper. saya cek stok bahan-bahan di dapur masih bisa buat cheese cake dan sphageti.


saya olah sphageti duluan yang lebih mudah. bumbunya gak pakai yang instan ngolah sendiri. 15 menit spageti mateng. lanjut saya mau adonin cheese cake (makanan kesukaan kembar request mereka juga). 5 menit ngadonin dengan resepnya nanti saya posting ya, 20 menit ngopen. chese cake done!

kira2 seperti ini yg saya buat, edisi last posting gak sempet foto kuenya :D

Jam6.40 saya ketukang sayur cari bahan untuk makanan yang akan kami bawa selama perjalanan liburan edukasi murah ala backpacker. agak lama milih ditukang sayur cari bahan dengan tetep mempertimbangkan gizi tapi yang cepet masaknya. akhirnya pilihan saya jatuh pada toge tumis tauco dan ungkep ikan salem. pulang ke rumah buru-buru saya olah. 20 menit masakan untuk makan siang selesai. suami sampai bingung ini istri masak cepet banget lebih cepet dari dia biasa mandi :P

Jam7.30 kami sarapan pakai cheese cake. saya lanjut siapin perbekalan selama perjalanan. masuk-masukin makanan ke wadahnya (saya pakai wadah dari tulipware bawa bekel gak takut lauk sayur tumpah), di ruang lain suami juga ikut persiapin bekel dia cari karpet, termos khusus backpacker, cari gula, teh, kopi dan susu. 2 putri kembar kami ikut sibuk persiapin bekal juga. pilih-pilih tas mana yang harus mereka bawa, juga isi-isinya. yang udah-udah kalau kami kasih tau mau liburan mereka semangat banget siapin perbekalannya sendiri (gak mau dibantu) mulai dari buku tulis, buku cerita, alat tulisnya lengkap, belum lagi tempat makannya satu set kalau bisa semua punya mereka mau dibawa semua. Nah, berhubung ini perjalanan ala backpaker pengennya yang simpel-simpel jadi kami kasih tau ke anak-anak mana yang kira-kira kembar butuhkan saja untuk dibawa selama sekolah edukasi (kembar lebih suka sebutan sekolah edukasi daripada liburan :D). Selebihnya barang-barang yang kurang perlu di simpan di rumah. ini bukan alibi si emak dan bapaknya ya...hehe ya, lumayan agak rempong juga bawa printilan kembar.

Aktivitas siapin bekelnya ini agak makan waktu hampir 30 menit. Lama banget ya? kami perlu menjelaskan berkali-kali barang apa yang perlu dan dibutuhkan selama perjalanan boleh kembar bawa dan mereka tetep keukeh euy mau bawa semua barang. setelah mereka sepakat barulah kami jalan.

Jam8.20 menit start dari rumah.

para backpacker biasanya selalu menggunakan transportasi umum atau transportasi yang biasa digunakan penduduk lokal. berhubung kami juga masih penduduk lokal jadi kami menggunakan transportasi Commuter Line yang tersedia dari stasiun citayem menuju stasiun bogor. motor kami parkir di stasiun citayem lanjut naik commuter line. budget kereta kami pilih selain murah karena efisiensi waktu juga. sebetulnya mengejar untuk bisa ikut workshop jam8 ya minimal gak telat-telat banget.hehe

kira-kira 10-20 menit kami tiba di stasiun bogor. dari stasiun kami naik angkot 02 jurusan sukasari. kami minta sopir turunkan di kebun raya bogor. baru aja kami duduk dengan kondisi mepet-mepetan (kakak bilang angkotnya gak luas umi aku gak bisa gerak :D) eh udah turun aja ternyata deket banget euy. suami bilang, jalan kaki juga bisa ini mah. hohoo



Pintu 2

Alhamudulillah akhirnya sampai juga di Kebun Raya Bogor. harga tiketnya cuma 14ribu per orang, usia 4 tahun kebawah GRATIS!!



biar gak tersesat, lihat peta dulu yuuk :D

Okeh kita lihat peta dulu ya edisi perdana saya dan suami baru pernah kesini biar gak tersesat selama perjalanan harus ada panduan peta dan petunjuk arah.sambil kami kasih penjelasan kedua putri kembar kami peta ini gunanya apa dan berfungsi pada saat kondisi apa aja? maklum, anak-anak termasuk yang kritis suka tanya banyak hal ini dan itu.

dari sini kami menuju Istana Kepresidenan yg terletak sebelah kanan pintu utama 1. Pengennya silaturahim ke rumah presiden kalau bisa mau bincang-bincang apalah daya emang kamu siapa? rumah presiden tutup alias gak dibuka untuk umum kami hanya bisa melihat dari kejauhan. abis foto-foto numpang ngeksis :D lanjut ke tempat Festival Peduli Sampah

Bersambung....




Rabu, 17 Februari 2016

Sang Arsitek

Umi : kakak, ini gambar apa? 


(Sambil narik nafas panjang melihat tembok ruanganku di kantor sudah berubah jadi "kertas kerja" lukisan anakku. tahan..... Sabar umi.....Tunggu penjelasan!

kenapa saya katakan demikian? Bisa saja mungkin kita membentak anak dalam kondisi seperti itu, entah karena perasaan tidak nyaman kita pada rekan kerja, atasan karena ruangan yg seharusnya rapi telah berubah menjadi kapal pecah.

Dengan menunggu penjelasan si anak, kita membuka ruang untuk berkomunikasi dengan baik agar memahami cara berpikir si anak. okeh, saya mulai dialog dengan si kakak.

Kk : aku gambar gedung bertingkat dibawahnya ada rumah aku di bojong,"
Umi : oh, trus yg lingkaran itu apa?
Kk : jalan tol mau ke rumah eyang,"
Umi : masya Allah baguus. Trus yg punya gedungnya siapa?
Kk : umi & abi. Kk yg buatin nanti ya ada sawahnya."

Sepertinya ini memang background rumah eyang (orangtua saya) dari sana kita bisa lihat gedung bertingkat Kementrian Pertanian di Jl. Harsono RM, ada tol tb simatupang dan sawah. benar sekali, memang rumah orangtua saya letaknya persis berada di sebrang gedung kementan diapit oleh Ring Road Tol TB Simatupang.

Sampai penjelasan ini,saya paham. bahwa gambar coretannya bukan sekedar gambar melainkan sebuah desain imajinasi yang kakak ciptakan. buat karya si kakak sudah bagus tinggal diasa lagi sesuai tempatnya. hihiii. Bagi kk, mencoret di dinding seperti melukis enak sekali.
😭
Umi : kakak, ini gambar apa? 


(Sambil narik nafas panjang melihat tembok ruanganku di kantor sudah berubah jadi "kertas kerja" lukisan anakku. tahan..... Sabar umi.....Tunggu penjelasan!

kenapa saya katakan demikian? Bisa saja mungkin kita membentak anak dalam kondisi seperti itu, entah karena perasaan tidak nyaman kita pada rekan kerja, atasan karena ruangan yg seharusnya rapi telah berubah menjadi kapal pecah.

Dengan menunggu penjelasan si anak, kita membuka ruang untuk berkomunikasi dengan baik agar memahami cara berpikir si anak. okeh, saya mulai dialog dengan si kakak.

Kk : aku gambar gedung bertingkat dibawahnya ada rumah aku di bojong,"
Umi : oh, trus yg lingkaran itu apa?
Kk : jalan tol mau ke rumah eyang,"
Umi : masya Allah baguus. Trus yg punya gedungnya siapa?
Kk : umi & abi. Kk yg buatin nanti ya ada sawahnya."

Sepertinya ini memang background rumah eyang (orangtua saya) dari sana kita bisa lihat gedung bertingkat Kementrian Pertanian di Jl. Harsono RM, ada tol tb simatupang dan sawah. benar sekali, memang rumah orangtua saya letaknya persis berada di sebrang gedung kementan diapit oleh Ring Road Tol TB Simatupang.

Sampai penjelasan ini,saya paham. bahwa gambar coretannya bukan sekedar gambar melainkan sebuah desain imajinasi yang kakak ciptakan. buat karya si kakak sudah bagus tinggal diasa lagi sesuai tempatnya. hihiii. Bagi kk, mencoret di dinding seperti melukis enak sekali.
😭

Eksekusi Brownies Kukus Choco with Cheese ala Magicom by Umikembar

Awalnya anakku minta jajan, pulang kerja tarik-tarik uminya ke al** minimarket yg terletak di bawah kantorku. Hmm... selain boros, beberapa harganya lebih mihil daripada saya beli di warung kelontong alias warung batak semacam suplier sembako yang lumayan lengkap disekitar sini.


Selain itu saya agak phobia (ketakutan dengan sangat) hehe ini bukan lebay loh dengan jajanan yg berseliweran di jalan. selain gak sehat bahan-bahannya gak pernah tau terbuat dari apa. udah banyak deh informasi yang masuk ke telinga saya dengan jajanan bakso yang tiba2 pas di makan ada bulunya entah itu sapi apa si siti. aarrghhh.. duh! rasanya ketakutan saya bercampur-campur, geli membayangkan kalo tetiba anakku jajan sembarangan trus makan seperti itu. pun, saya termasuk ibu yang agak "ketat" soal jajanan. saking ketatnya saya lebih milih anak nangis biar guling-guling pun saya biarkan sambil nunggu saya buatin cemilan dari rumah. hehe

Moms, ini buka kelebayan saya sebagai ibu mungkin karena pengalaman saya dimana golongan darah O agak sensitif sama makanan (gak bisa sembarangan jajan dan makan) reaksinya tanpa kompromi! huhuu... nah, kebayang kalau kedua anakku pas makan setelah nya langsung mules2, dll.

Okeh, edisi buat cemilan kali ini untuk nutup mulut anakku yg bawel, nangis sampe guling2 kepikiran buat yang simpel aja. bahan-bahan yang ada di dapur aja saya pengen olah. sambil inget-inget di rumah sudah ada terigu, margarine, keju, coklat. akhirnya yang mendekati bahan-bahan ini adalah "BROWNIES COKLAT" hohoo... alasan aja ya, moms :D



Pengen banget masak brownies (selain karena saya suka cokelat). okeh fix lah pulang kerja buru-buru ke rumah langsung eksekusi ke dapur. sambil memburu waktu pas kakanda (Abinya anak2) pulang cemilan masih hangat sudah siap hidangkan.



Adonin 250gram tepung jadi 18 potong, 10 potong ludes sm kembar, oke moms... ini penampakannya





Moms, saya ambil resep ini dari grup fb yg bersilewaran di beranda nama grup nya Langsung Enak. Cucok banget deh masaknya mudah gampang. langsung enak, langsung ludes.

Ini resepnya saya copas, punten saya lupa cantumkan sumbernya nanti kalau sudah ingat dan ketemu postingannya saya tambahkan lagi ya.

Resep Sederhana Brownies Kukus Choco with Cheese


Bahan :
Telor 1 butir

3 sdm gula pasir
3 sdm tepung terigu protein sedang/tinggi
3 sdm coklat bubuk
3 sdm minyak goreng/margarine
1/4 sdt baking powder
1 saset SKM (Susu kental manis) coklat

Cara Buat :

- Panaskan pengukus nasi / magic com
- sambil panaskan pengukus/ magic com, siapkan cetakan lalu olesi dg minyak/ margarine agar tidak lengket dan mudah copot saat diangkat
- aduk telur + gula pasir dg garpu/wisk sampai larut
- masukkan baking powder aduk sampai berbusa
- sedikit demi sedikit masukkan tepung + coklat bubuk & susu bubuk, aduk sampai merata
- masukkan susu kental manis coklat aduk sampai rata
- adonan siap dituang ke dalam loyang/cetakan (saya menggunakan mangkok aluminium diameter 7cm)
- Lalu kukus tunggu sekitar 25 - 30 menit

TIPS :
Saat adonan mau dimasukkan pengukus/ magic com dalam kondisi sudah panas (air sudah mendidih), kemudian tutup pengukus lapisi dg serbet/kain agar embun tidak menetes ke adonan.

Ssssttttt...... saat mengkukus harap bersabar jangan dibuka-buka ya biar adonan matang & mengembang dengan sempurna. Hehehehe

SELAMAT MENCOBA

dari berbagai sumber di praktekkan oleh umikembar 
😉
Awalnya anakku minta jajan, pulang kerja tarik-tarik uminya ke al** minimarket yg terletak di bawah kantorku. Hmm... selain boros, beberapa harganya lebih mihil daripada saya beli di warung kelontong alias warung batak semacam suplier sembako yang lumayan lengkap disekitar sini.


Selain itu saya agak phobia (ketakutan dengan sangat) hehe ini bukan lebay loh dengan jajanan yg berseliweran di jalan. selain gak sehat bahan-bahannya gak pernah tau terbuat dari apa. udah banyak deh informasi yang masuk ke telinga saya dengan jajanan bakso yang tiba2 pas di makan ada bulunya entah itu sapi apa si siti. aarrghhh.. duh! rasanya ketakutan saya bercampur-campur, geli membayangkan kalo tetiba anakku jajan sembarangan trus makan seperti itu. pun, saya termasuk ibu yang agak "ketat" soal jajanan. saking ketatnya saya lebih milih anak nangis biar guling-guling pun saya biarkan sambil nunggu saya buatin cemilan dari rumah. hehe

Moms, ini buka kelebayan saya sebagai ibu mungkin karena pengalaman saya dimana golongan darah O agak sensitif sama makanan (gak bisa sembarangan jajan dan makan) reaksinya tanpa kompromi! huhuu... nah, kebayang kalau kedua anakku pas makan setelah nya langsung mules2, dll.

Okeh, edisi buat cemilan kali ini untuk nutup mulut anakku yg bawel, nangis sampe guling2 kepikiran buat yang simpel aja. bahan-bahan yang ada di dapur aja saya pengen olah. sambil inget-inget di rumah sudah ada terigu, margarine, keju, coklat. akhirnya yang mendekati bahan-bahan ini adalah "BROWNIES COKLAT" hohoo... alasan aja ya, moms :D



Pengen banget masak brownies (selain karena saya suka cokelat). okeh fix lah pulang kerja buru-buru ke rumah langsung eksekusi ke dapur. sambil memburu waktu pas kakanda (Abinya anak2) pulang cemilan masih hangat sudah siap hidangkan.



Adonin 250gram tepung jadi 18 potong, 10 potong ludes sm kembar, oke moms... ini penampakannya





Moms, saya ambil resep ini dari grup fb yg bersilewaran di beranda nama grup nya Langsung Enak. Cucok banget deh masaknya mudah gampang. langsung enak, langsung ludes.

Ini resepnya saya copas, punten saya lupa cantumkan sumbernya nanti kalau sudah ingat dan ketemu postingannya saya tambahkan lagi ya.

Resep Sederhana Brownies Kukus Choco with Cheese


Bahan :
Telor 1 butir

3 sdm gula pasir
3 sdm tepung terigu protein sedang/tinggi
3 sdm coklat bubuk
3 sdm minyak goreng/margarine
1/4 sdt baking powder
1 saset SKM (Susu kental manis) coklat

Cara Buat :

- Panaskan pengukus nasi / magic com
- sambil panaskan pengukus/ magic com, siapkan cetakan lalu olesi dg minyak/ margarine agar tidak lengket dan mudah copot saat diangkat
- aduk telur + gula pasir dg garpu/wisk sampai larut
- masukkan baking powder aduk sampai berbusa
- sedikit demi sedikit masukkan tepung + coklat bubuk & susu bubuk, aduk sampai merata
- masukkan susu kental manis coklat aduk sampai rata
- adonan siap dituang ke dalam loyang/cetakan (saya menggunakan mangkok aluminium diameter 7cm)
- Lalu kukus tunggu sekitar 25 - 30 menit

TIPS :
Saat adonan mau dimasukkan pengukus/ magic com dalam kondisi sudah panas (air sudah mendidih), kemudian tutup pengukus lapisi dg serbet/kain agar embun tidak menetes ke adonan.

Ssssttttt...... saat mengkukus harap bersabar jangan dibuka-buka ya biar adonan matang & mengembang dengan sempurna. Hehehehe

SELAMAT MENCOBA

dari berbagai sumber di praktekkan oleh umikembar 
😉

TIPS MEMBACA ARTI CORETAN ( DOODLES ) ANAK ANDA

Halo Mama dan Papa! 
Taukah anda bahwa ada makna tersembunyi dibalik coretan, gambaran atau lukisan anak-anak anda? Begitu anak anda yang berusia sekitar 2-5 tahun sudah mampu memegang alat tulis ataupun lukis, kita dapat mengetahui apa yang sedang ia sampaikan mengenai dirinya sendiri. 

(sumber gambar : dari sini  )

Sebelumnya ;

• Biarkan anak anda menggambar apapun yang ingin digambarnya
• Sediakan alat-alat dan media gambar yang ada yang dimiliki
• Biarkan anak memilih warna dan mewarnai sesuai pilihannya

Anda dapat mengeceknya sendiri dirumah melalui hal-hal berikut ini :

1. Apakah si kecil senang bereksperimen?

Bila ia bereksperimen dengan beberapa alat tulis maupun gambar yang disediakan dihadapannya, maka ini menandakan bahwa si kecil memiliki keingin tahuan yang besar terhadap hal-hal baru, ingin mencoba hal-hal baru yang menarik baginya, begitupun keinginannya untuk mengeksplorasi lingkungannya maupun lingkungan yang baru baginya. Sebaliknya, apabila si kecil memilih hanya satu benda atau alat tulis maupun gambar yang ada dihadapannya dan mengabaikan alat tulis lainnya, maka kemungkinan besar ia memiliki kebutuhan yang kuat akan rasa aman dan nyaman baginya untuk mengeksplorasi apa yang menjadi ketertarikannya didalam lingkungannya sebelum akhirnya ia berani untuk bereksplorasi diluar lingkungan yang dikenalnya dan mengekspresikan dirinya keluar.

2.  Berapa banyakkah ruang dalam kertas yang digunakan?

     Bila si kecil memenuhi hampir seluruh ruang dalam kertas kosong yang anda berikan, maka kemungkinan besar ia memiliki ketertarikan untuk pergi, melihat, melakukan banyak hal dan memanfaatkan dengan baik setiap ruang yang ada dalam lingkungannya berada. Ia cenderung adalah seorang anak yang extrovert, menikmati berada diantara banyak orang atau teman, karena bagi seorang anak yang ekstrovert berada diantara banyak orang justru membuatnya mendapat energi yang lebih besar dan ekspresif. Sebaliknya, apabila si kecil lebih senang menggambar/melukis di bagian tertentu pada kertas, dan gambarnya pun tidak begitu besar, maka ia cenderung introvert yang justru bila berada diantara banyak orang energi dan konsentrasinya akan melemah seiring kemampuannya berekspresi, seorang anak yang introvert akan lebih senang atau bisa menikmati kesendiriannya hanya dengan orang-orang terdekatnya yang membuatnya merasa aman/nyaman, dengan kata lain bila ia harus bekerja seorang diri hal itu tidak menjadi masalah baginya, atau justru akan membuatnya lebih leluasa dalam berekspresi, kreatif dan berenergi.

3.  Apakah si kecil suka menggunakan banyak warna atau sebaliknya?

     Seorang anak yang memilih untuk menggunakan banyak warna dalam menggambar menandakan semangatnya yang besar untuk mengeksplorasi banyak hal baru maupun lingkungannya termasuk lingkungan yang baru, dan bila didukung dengan ukuran gambar yang juga cukup besar, maka sangat mungkin bahwa rasa percaya diri dan keberaniannya untuk mengekspresikan diri pada lingkungan luar yang lebih luas sudah mulai terbangun.

4. Apakah si kecil tidak sabaran?

Apabila si kecil seringkali menggambar dengan terburu-buru, terlihat berantakan, tidak suka detail dan sangat cepat selesai atau mengaku merasa sudah lelah padahal ia baru menggambar sebentar, maka kemungkinan besar bahwa ia kurang menaruh perhatian/kurang tertarik dengan hal-hal/kegiatan yang bersifat detail dengan ruang gerak yang dibatasi.

5. Apakah si kecil senang menggambar?

     Seorang anak yang senang menggambar pada medianya,menggunakan setiap ruang yang ada pada media gambar/lukis untuk diisi,berukuran cukup besar dan juga menyukai detail pada gambarannya, kemungkinan besar ia sudah siap untuk belajar menggunakan konsentrasi yang lebih dan bersosialisasi lebih luas seperti di sekolah, namun walau bagaimanapun juga sebaiknya tetap dipantau dan didampingi dalam perkembangan kreatifitasnya agar kemampuan anak dalam berekspresi dapat maksimal dalam menghasilkan karya-karyanya yang positif seiring dengan kemampuannya beradaptasi disekolah seperti yang diharapkan baik oleh orangtua dan terutama oleh anak itu sendiri.



Tangan Kanan Atau Tangan Kiri?  

Pada usia sekitar 3 atau 4 tahun,seorang anak umumnya mulai menunjukkan pilihannya dalam menggunakan tangan untuk menulis. 

Bila pada usia 5 tahun seorang anak masih berganti ganti tangan dalam menulis dan mampu melakukannya dengan cukup baik baik dengan tangan kanan maupun tangan kiri,dan anda tidak yakin bila ia adalah pengguna tangan kanan atau tangan kiri,maka ada kemungkinan bahwa anak tersebut adalah termasuk kedalam 5 persen populasi yang ambidextrous atau sangat handal.  

Lebih dari 30 tahun yang lalu,banyak orangtua serta guru yang masih memaksakan anak-anak atau siswanya untuk menulis dengan menggunakan tangan kanan. Perlu diketahui bahwa memaksa seorang anak untuk menulis dengan hanya tangan kanan dapat menyebabkan gangguan dalam emosi dan perkembangan anak tersebut,dan hanya akan menciptakan ketidakmampuan dalam belajar yang cukup akut bagi anak tersebut.               
  
Usia memasuki 7 tahun  

Pada usia 7 tahun, sangat wajar apabila tulisan anak anda masih kurang rapih dan kurang beraturan bentuknya,hal tersebut dikarenakan perkembangan neuromuscular anak pada usisa ini belum matang,itu sebabnya pada usia ini anak diajarkan mencetak/menjiplak bentuk-bentuk huruf atau tulisan untuk mempermudah serta melatih kemampuan otot anak dalam menulis. 

Kebanyakan anak diusia awal sekolah umumnya memiliki tulisan yang besar,canggung dan menurun. Anda tidak perlu khawatir karena diusia ini selain anak-anak sedang berlatih dan mematangkan otot-otot tangannya yang memang belum berkembang secara sempurna membuat mereka lebih cepat merasa letih dalam menulis apalagi tulisan yang banyak/panjang,namun anda akan melihat kemajuan yang bertahap pada anak-anak anda seiring usia mereka.       

Usia pra remaja hingga remaja

( 12 - 18 tahun )

Diusia ini sangat umum bagi anak-anak yang sebelumnya memiliki tulisan tangan yang lebih rapih mendadak menjadi kurang rapih dan terlihat lebih berantakan. Tidak perlu terlalu cemas karena secara teori tubuh anak diusia ini mengalami perubahan-perubahan hormonal, hal ini berpengaruh juga pada tulisan tangan anak anda. Uniknya, disaat yang sama pula biasanya orangtua ataupun guru merasa anak atau murid mereka lebih sulit dipahami dan emosi mereka dapat berubah dalam sekejap tanpa sebab yang pasti yang mereka sendiri tidak mengerti kenapa. Namun hal ini akan berangsur menjadi stabil seiring pertumbuhan usia dan fisik mereka dan kemudian mereka akan lebih memahami diri mereka sendiri secara bertahap.

Tentu saja seluruh penjelasan diatas tidak mutlak sama berlaku pada setiap anak karena setiap anak berbeda begitupun lingkungan yang membentuk mereka, maka akan sangat bijaksana apabila sambil anda mempelajari dan memahaminya anda juga didampingi pihak profesional.

Poin-poin diatas memang bisa dijadikan acuan pendamping, namun bukan hal yang mutlak, karena anak-anak mampu berubah sesuai perkembangannya. Terapi gambar atau doodles apabila diperlukan dan diinginkan juga dapat membantu/mendukung anak berkembang lebih seimbang pada sisi yang dibutuhkan, apapun dan bagaimanapun gambar, coretan atau lukisan anak adalah suatu hal yang harus kita hargai, dukung dan perhatikan sebagai hasil karya ekspresi, eksistensi dan terutama, komunikasi. Itu sebabnya jangan lupa tanyakan pada anak mengenai cerita dan tokoh yang ia gambar. 

Semoga tips diatas dapat bermanfaat dalam memahami si kecil agar kita dapat membantunya memenuhi kebutuhannya yang sesuai dengan minat dan bakatnya, selamat mencoba!

Laksmira Ratna Bayuardi, Dip.Child Psy., MHA
laksmira.bayuardi@gmail.com


Notes :
Makasih mba laksmiraaa lope u untuk sharing tulisannya. cikgu kami yg sabar dg segala kerewelan kami minta di artikan tulisan anak2 kami. sambil belajar di kelas rumbel Grafologi.
Halo Mama dan Papa! 
Taukah anda bahwa ada makna tersembunyi dibalik coretan, gambaran atau lukisan anak-anak anda? Begitu anak anda yang berusia sekitar 2-5 tahun sudah mampu memegang alat tulis ataupun lukis, kita dapat mengetahui apa yang sedang ia sampaikan mengenai dirinya sendiri. 

(sumber gambar : dari sini  )

Sebelumnya ;

• Biarkan anak anda menggambar apapun yang ingin digambarnya
• Sediakan alat-alat dan media gambar yang ada yang dimiliki
• Biarkan anak memilih warna dan mewarnai sesuai pilihannya

Anda dapat mengeceknya sendiri dirumah melalui hal-hal berikut ini :

1. Apakah si kecil senang bereksperimen?

Bila ia bereksperimen dengan beberapa alat tulis maupun gambar yang disediakan dihadapannya, maka ini menandakan bahwa si kecil memiliki keingin tahuan yang besar terhadap hal-hal baru, ingin mencoba hal-hal baru yang menarik baginya, begitupun keinginannya untuk mengeksplorasi lingkungannya maupun lingkungan yang baru baginya. Sebaliknya, apabila si kecil memilih hanya satu benda atau alat tulis maupun gambar yang ada dihadapannya dan mengabaikan alat tulis lainnya, maka kemungkinan besar ia memiliki kebutuhan yang kuat akan rasa aman dan nyaman baginya untuk mengeksplorasi apa yang menjadi ketertarikannya didalam lingkungannya sebelum akhirnya ia berani untuk bereksplorasi diluar lingkungan yang dikenalnya dan mengekspresikan dirinya keluar.

2.  Berapa banyakkah ruang dalam kertas yang digunakan?

     Bila si kecil memenuhi hampir seluruh ruang dalam kertas kosong yang anda berikan, maka kemungkinan besar ia memiliki ketertarikan untuk pergi, melihat, melakukan banyak hal dan memanfaatkan dengan baik setiap ruang yang ada dalam lingkungannya berada. Ia cenderung adalah seorang anak yang extrovert, menikmati berada diantara banyak orang atau teman, karena bagi seorang anak yang ekstrovert berada diantara banyak orang justru membuatnya mendapat energi yang lebih besar dan ekspresif. Sebaliknya, apabila si kecil lebih senang menggambar/melukis di bagian tertentu pada kertas, dan gambarnya pun tidak begitu besar, maka ia cenderung introvert yang justru bila berada diantara banyak orang energi dan konsentrasinya akan melemah seiring kemampuannya berekspresi, seorang anak yang introvert akan lebih senang atau bisa menikmati kesendiriannya hanya dengan orang-orang terdekatnya yang membuatnya merasa aman/nyaman, dengan kata lain bila ia harus bekerja seorang diri hal itu tidak menjadi masalah baginya, atau justru akan membuatnya lebih leluasa dalam berekspresi, kreatif dan berenergi.

3.  Apakah si kecil suka menggunakan banyak warna atau sebaliknya?

     Seorang anak yang memilih untuk menggunakan banyak warna dalam menggambar menandakan semangatnya yang besar untuk mengeksplorasi banyak hal baru maupun lingkungannya termasuk lingkungan yang baru, dan bila didukung dengan ukuran gambar yang juga cukup besar, maka sangat mungkin bahwa rasa percaya diri dan keberaniannya untuk mengekspresikan diri pada lingkungan luar yang lebih luas sudah mulai terbangun.

4. Apakah si kecil tidak sabaran?

Apabila si kecil seringkali menggambar dengan terburu-buru, terlihat berantakan, tidak suka detail dan sangat cepat selesai atau mengaku merasa sudah lelah padahal ia baru menggambar sebentar, maka kemungkinan besar bahwa ia kurang menaruh perhatian/kurang tertarik dengan hal-hal/kegiatan yang bersifat detail dengan ruang gerak yang dibatasi.

5. Apakah si kecil senang menggambar?

     Seorang anak yang senang menggambar pada medianya,menggunakan setiap ruang yang ada pada media gambar/lukis untuk diisi,berukuran cukup besar dan juga menyukai detail pada gambarannya, kemungkinan besar ia sudah siap untuk belajar menggunakan konsentrasi yang lebih dan bersosialisasi lebih luas seperti di sekolah, namun walau bagaimanapun juga sebaiknya tetap dipantau dan didampingi dalam perkembangan kreatifitasnya agar kemampuan anak dalam berekspresi dapat maksimal dalam menghasilkan karya-karyanya yang positif seiring dengan kemampuannya beradaptasi disekolah seperti yang diharapkan baik oleh orangtua dan terutama oleh anak itu sendiri.



Tangan Kanan Atau Tangan Kiri?  

Pada usia sekitar 3 atau 4 tahun,seorang anak umumnya mulai menunjukkan pilihannya dalam menggunakan tangan untuk menulis. 

Bila pada usia 5 tahun seorang anak masih berganti ganti tangan dalam menulis dan mampu melakukannya dengan cukup baik baik dengan tangan kanan maupun tangan kiri,dan anda tidak yakin bila ia adalah pengguna tangan kanan atau tangan kiri,maka ada kemungkinan bahwa anak tersebut adalah termasuk kedalam 5 persen populasi yang ambidextrous atau sangat handal.  

Lebih dari 30 tahun yang lalu,banyak orangtua serta guru yang masih memaksakan anak-anak atau siswanya untuk menulis dengan menggunakan tangan kanan. Perlu diketahui bahwa memaksa seorang anak untuk menulis dengan hanya tangan kanan dapat menyebabkan gangguan dalam emosi dan perkembangan anak tersebut,dan hanya akan menciptakan ketidakmampuan dalam belajar yang cukup akut bagi anak tersebut.               
  
Usia memasuki 7 tahun  

Pada usia 7 tahun, sangat wajar apabila tulisan anak anda masih kurang rapih dan kurang beraturan bentuknya,hal tersebut dikarenakan perkembangan neuromuscular anak pada usisa ini belum matang,itu sebabnya pada usia ini anak diajarkan mencetak/menjiplak bentuk-bentuk huruf atau tulisan untuk mempermudah serta melatih kemampuan otot anak dalam menulis. 

Kebanyakan anak diusia awal sekolah umumnya memiliki tulisan yang besar,canggung dan menurun. Anda tidak perlu khawatir karena diusia ini selain anak-anak sedang berlatih dan mematangkan otot-otot tangannya yang memang belum berkembang secara sempurna membuat mereka lebih cepat merasa letih dalam menulis apalagi tulisan yang banyak/panjang,namun anda akan melihat kemajuan yang bertahap pada anak-anak anda seiring usia mereka.       

Usia pra remaja hingga remaja

( 12 - 18 tahun )

Diusia ini sangat umum bagi anak-anak yang sebelumnya memiliki tulisan tangan yang lebih rapih mendadak menjadi kurang rapih dan terlihat lebih berantakan. Tidak perlu terlalu cemas karena secara teori tubuh anak diusia ini mengalami perubahan-perubahan hormonal, hal ini berpengaruh juga pada tulisan tangan anak anda. Uniknya, disaat yang sama pula biasanya orangtua ataupun guru merasa anak atau murid mereka lebih sulit dipahami dan emosi mereka dapat berubah dalam sekejap tanpa sebab yang pasti yang mereka sendiri tidak mengerti kenapa. Namun hal ini akan berangsur menjadi stabil seiring pertumbuhan usia dan fisik mereka dan kemudian mereka akan lebih memahami diri mereka sendiri secara bertahap.

Tentu saja seluruh penjelasan diatas tidak mutlak sama berlaku pada setiap anak karena setiap anak berbeda begitupun lingkungan yang membentuk mereka, maka akan sangat bijaksana apabila sambil anda mempelajari dan memahaminya anda juga didampingi pihak profesional.

Poin-poin diatas memang bisa dijadikan acuan pendamping, namun bukan hal yang mutlak, karena anak-anak mampu berubah sesuai perkembangannya. Terapi gambar atau doodles apabila diperlukan dan diinginkan juga dapat membantu/mendukung anak berkembang lebih seimbang pada sisi yang dibutuhkan, apapun dan bagaimanapun gambar, coretan atau lukisan anak adalah suatu hal yang harus kita hargai, dukung dan perhatikan sebagai hasil karya ekspresi, eksistensi dan terutama, komunikasi. Itu sebabnya jangan lupa tanyakan pada anak mengenai cerita dan tokoh yang ia gambar. 

Semoga tips diatas dapat bermanfaat dalam memahami si kecil agar kita dapat membantunya memenuhi kebutuhannya yang sesuai dengan minat dan bakatnya, selamat mencoba!

Laksmira Ratna Bayuardi, Dip.Child Psy., MHA
laksmira.bayuardi@gmail.com


Notes :
Makasih mba laksmiraaa lope u untuk sharing tulisannya. cikgu kami yg sabar dg segala kerewelan kami minta di artikan tulisan anak2 kami. sambil belajar di kelas rumbel Grafologi.

Listrik Naik? Tips Hemat Listrik 1.300 watt Ala Umi Kembar

Harga bbm naik, kebutuhan pokok naik ditambah kenaikan tarif listrik juga. Huaaaa...terkadang ibu-ibu bisa dibuat pusing dengan kenaikan tarif listrik pasalnya tentu ini pengaruh pada anggaran belanja yang harusnya masuk kantong ternyata harus terpotong karena dialokasikan untuk bayar tagihan listrik. Rasanya seperti kesetrum listrik. hehe

Dengan kondisi seperti ini ada baiknya Moms dan seluruh anggota keluarga memiliki kesadaran untuk menjalani hidup tanpa harus kehilangan kesenangan. solusinya Yuk Hemat Listrik. Coba mom hitung berapa rupiah sih pengeluaran Listrik keluarga dalam sebulan? 500rb? 200rb? 100rb? atau bahkan mungkin bisa berhemat lagi dari itu.

Sedikit cerita, November 2014 saat itu kami harus pindah rumah karena kondisi rumah sebelumnya rawan banjir. rumah kami di daerah Tajurhalang Bogor masih dalam tahap renovasi akhirnya kami ditawarkan oleh mertua untuk menempati rumahnya yang baru dibeli di daerah Cipayung Depok Jawa Barat.

Sangat beruntung saat itu kondisi rumah yang kami tempati masih menggunakan Meteran Listrik yang lama dengan daya listrik 900 watt. Meteran jenis ini masih mendapatkan subsidi dari Pemerintah. 

Singkat cerita sebulan berlalu tagihan listrik kami saat itu hanya berkisar 30.000,- sampai 40.000,- saat ditanya oleh mertua dan orangtua. Spontan mereka kaget! Kok bisa? Agaknya mengejutkan karena mereka tau perabotan rumah kami hampir lengkap ada frezer (kami gak pakai kulkas karena buat usaha) ada TV, dll yang semua nya menggunakan listrik.

Dengan kondisi daya watt yang pas-pasan mengharuskan saya berhemat. kenapa harus berhemat? karena pasti kalau saya colokin semua perabotan yang menggunakan listrik hasilnya daya listrik gak kuat otomatis jadi sering turun.

Nah berbeda setelah kami pindah rumah ke Perumahan Grahatama Indah 3 Tajurhalang meteran dengan menggunakan token seperti yang sekarang kami gunakan tidak mendapat subsidi dari pemerintah.

Moms tau perbandingannya cukup lumayan juga loh untuk pemakaian daya listri yang sama misalnya 900 watt dengan token bisa sekitar 100rb - 150rb berbeda dengan meteran lama dengan daya listrik yang sama kami hanya menghabiskan biaya paling besar 40rb.

Per tahun 2015 kemarin terkait aturan PLN daya listrik 900 watt dinaikkan menjadi 1.300 Watt. Tentu efeknya biaya pra bayar listrik naik.

Sebelum saya kasih tips berhemat, yuk moms berhitung anggaran dulu untuk pemakaian listrik keluarga dalam sebulan dirumah ini saya ambil dari sini 

Berikut beberapa tips yang kami lakukan untuk berhemat :

1. TV LED 34 Inch Samsung

Beralih ke LED! Sekarang memang sudah gak familiar ya TV tabung selain membutuhkan daya listrik lebih dari 100 watt untuk beroperasi boros tempat juga sepertinya. hehe. apalagi dengan type rumah 36 dengan 2 kamar, 1 ruang tamu ditambah perabotan seabrek. kalau kami masih menggunakan TV tabung akan banyak memakai ruang. harus beli rak tv. Nah TV LED ini juga jadi solusi. 

Dari awal kami menikah sebetulnya sepakat untuk gak pakai TV alasannya sederhana karena kami gak begitu suka nonton sekedarnya aja apalagi sekarang ini tayangan tv gak bisa di sortir semua tontonan hampir gak layak ditonton. kalau mau dapat chanel yang bagus dengan kualitas tontonan yang lebih baik tentu harus beli TV kabel. Nah bukan malah berhemat tapi tambah hutang tagihan lagi.hehe

LED 34 Inch dengan teknologi LED terbaru pemakaian listrik cuma 55 Watt. nah untuk waktu nonton tv di batasi dibuat jadwal kapan kita nonton tv itupun biasanya saya setel hanya untuk nonton video anak-anak dengan menggunakan flashdisk. Udah pasti TV gak setiap hari di setel.


2. Penggunaan Lampu LED

Lagi-lagi LED! hehe itu karena ayah dan suami sering berinteraksi dengan para produsen dan supplier lampu LED merk tertentu. So, tiap hari seperti dicekokin promosi beralih ke lampu LED. Ya, akhirnya kemakan iklan deh. Nah, sedikit share pengalaman pakai lampu LED. 

Sebelumnya kami masih menggunakan lampu non LED dalam 3 bulan boros sering ganti setelah beralih ke LED 5 ruangan semua pakai lampu LED jadi lebih hemat hampir setahun lebih ini belum diganti dari kami tinggal di Cipayung Depok sampai kami menempati rumah sendiri di Bogor. Lampu Led ini kami boyong lagi. terhitung November 2014 sampai Februari 2016.

Penggunaan lampu LED ini juga dikhususkan pada tempat-tempat yang paling lama hidupnya, misalnya kami gunakan untuk lampu luar rumah yang menyala sampai pagi, lampu LED lebih hemat karena dalam penggunaannya jarang di matikan. awetnya jadi lebih terasa. Juga lampu untuk kamar mandi hampir setiap hari jarang dimatikan.


3. Dispenser

konsumsi daya menyala 250 watt, standbay 6 watt. kami mengurangi jumlah pemakaian menyala dan standbay dengan masak air pake panci kemudian kami simpan dalam termos ukuran 2 Liter.

4. Magicom
hanya standbay dari jam 13.00 sampai jam 20.00 saja selebihnya tidak digunakan.


Catatan :

ada beberapa peralatan listrik yang tidak kami gunakan misalnya oven solusinya kami ganti dengan penggunaan kompor (dikukus/magicjar). anggaran untuk beli gas dalam sebulan cuma 20 ribu rupiah. atau misalnya penggunaan kipas angin saat kami perlukan maka alat listrik yang lain atau lampu kami matikan. begitu juga penggunaan mesin air.

Sedikit saya ilustrasikan asumi biaya listrik kami dan alhamdulillah pas..

Jadi untuk 1.300 watt dalam sebulan saya hanya keluar 100rb itupun dari tanggal 15 bulan sebelumnya sampai tanggal 31 bulan berikutnya lebih 15 hari.


Oke, moms... demikian tips dari saya. silakan diasumsikan sendiri ya biaya pemakaian listriknya. semoga membantu para momy yang ingin menghemat. oya, hemat bukan berarti pelit ya efisiensi terhadap biaya yang tidak diperlukan. hehe


Harga bbm naik, kebutuhan pokok naik ditambah kenaikan tarif listrik juga. Huaaaa...terkadang ibu-ibu bisa dibuat pusing dengan kenaikan tarif listrik pasalnya tentu ini pengaruh pada anggaran belanja yang harusnya masuk kantong ternyata harus terpotong karena dialokasikan untuk bayar tagihan listrik. Rasanya seperti kesetrum listrik. hehe

Dengan kondisi seperti ini ada baiknya Moms dan seluruh anggota keluarga memiliki kesadaran untuk menjalani hidup tanpa harus kehilangan kesenangan. solusinya Yuk Hemat Listrik. Coba mom hitung berapa rupiah sih pengeluaran Listrik keluarga dalam sebulan? 500rb? 200rb? 100rb? atau bahkan mungkin bisa berhemat lagi dari itu.

Sedikit cerita, November 2014 saat itu kami harus pindah rumah karena kondisi rumah sebelumnya rawan banjir. rumah kami di daerah Tajurhalang Bogor masih dalam tahap renovasi akhirnya kami ditawarkan oleh mertua untuk menempati rumahnya yang baru dibeli di daerah Cipayung Depok Jawa Barat.

Sangat beruntung saat itu kondisi rumah yang kami tempati masih menggunakan Meteran Listrik yang lama dengan daya listrik 900 watt. Meteran jenis ini masih mendapatkan subsidi dari Pemerintah. 

Singkat cerita sebulan berlalu tagihan listrik kami saat itu hanya berkisar 30.000,- sampai 40.000,- saat ditanya oleh mertua dan orangtua. Spontan mereka kaget! Kok bisa? Agaknya mengejutkan karena mereka tau perabotan rumah kami hampir lengkap ada frezer (kami gak pakai kulkas karena buat usaha) ada TV, dll yang semua nya menggunakan listrik.

Dengan kondisi daya watt yang pas-pasan mengharuskan saya berhemat. kenapa harus berhemat? karena pasti kalau saya colokin semua perabotan yang menggunakan listrik hasilnya daya listrik gak kuat otomatis jadi sering turun.

Nah berbeda setelah kami pindah rumah ke Perumahan Grahatama Indah 3 Tajurhalang meteran dengan menggunakan token seperti yang sekarang kami gunakan tidak mendapat subsidi dari pemerintah.

Moms tau perbandingannya cukup lumayan juga loh untuk pemakaian daya listri yang sama misalnya 900 watt dengan token bisa sekitar 100rb - 150rb berbeda dengan meteran lama dengan daya listrik yang sama kami hanya menghabiskan biaya paling besar 40rb.

Per tahun 2015 kemarin terkait aturan PLN daya listrik 900 watt dinaikkan menjadi 1.300 Watt. Tentu efeknya biaya pra bayar listrik naik.

Sebelum saya kasih tips berhemat, yuk moms berhitung anggaran dulu untuk pemakaian listrik keluarga dalam sebulan dirumah ini saya ambil dari sini 

Berikut beberapa tips yang kami lakukan untuk berhemat :

1. TV LED 34 Inch Samsung

Beralih ke LED! Sekarang memang sudah gak familiar ya TV tabung selain membutuhkan daya listrik lebih dari 100 watt untuk beroperasi boros tempat juga sepertinya. hehe. apalagi dengan type rumah 36 dengan 2 kamar, 1 ruang tamu ditambah perabotan seabrek. kalau kami masih menggunakan TV tabung akan banyak memakai ruang. harus beli rak tv. Nah TV LED ini juga jadi solusi. 

Dari awal kami menikah sebetulnya sepakat untuk gak pakai TV alasannya sederhana karena kami gak begitu suka nonton sekedarnya aja apalagi sekarang ini tayangan tv gak bisa di sortir semua tontonan hampir gak layak ditonton. kalau mau dapat chanel yang bagus dengan kualitas tontonan yang lebih baik tentu harus beli TV kabel. Nah bukan malah berhemat tapi tambah hutang tagihan lagi.hehe

LED 34 Inch dengan teknologi LED terbaru pemakaian listrik cuma 55 Watt. nah untuk waktu nonton tv di batasi dibuat jadwal kapan kita nonton tv itupun biasanya saya setel hanya untuk nonton video anak-anak dengan menggunakan flashdisk. Udah pasti TV gak setiap hari di setel.


2. Penggunaan Lampu LED

Lagi-lagi LED! hehe itu karena ayah dan suami sering berinteraksi dengan para produsen dan supplier lampu LED merk tertentu. So, tiap hari seperti dicekokin promosi beralih ke lampu LED. Ya, akhirnya kemakan iklan deh. Nah, sedikit share pengalaman pakai lampu LED. 

Sebelumnya kami masih menggunakan lampu non LED dalam 3 bulan boros sering ganti setelah beralih ke LED 5 ruangan semua pakai lampu LED jadi lebih hemat hampir setahun lebih ini belum diganti dari kami tinggal di Cipayung Depok sampai kami menempati rumah sendiri di Bogor. Lampu Led ini kami boyong lagi. terhitung November 2014 sampai Februari 2016.

Penggunaan lampu LED ini juga dikhususkan pada tempat-tempat yang paling lama hidupnya, misalnya kami gunakan untuk lampu luar rumah yang menyala sampai pagi, lampu LED lebih hemat karena dalam penggunaannya jarang di matikan. awetnya jadi lebih terasa. Juga lampu untuk kamar mandi hampir setiap hari jarang dimatikan.


3. Dispenser

konsumsi daya menyala 250 watt, standbay 6 watt. kami mengurangi jumlah pemakaian menyala dan standbay dengan masak air pake panci kemudian kami simpan dalam termos ukuran 2 Liter.

4. Magicom
hanya standbay dari jam 13.00 sampai jam 20.00 saja selebihnya tidak digunakan.


Catatan :

ada beberapa peralatan listrik yang tidak kami gunakan misalnya oven solusinya kami ganti dengan penggunaan kompor (dikukus/magicjar). anggaran untuk beli gas dalam sebulan cuma 20 ribu rupiah. atau misalnya penggunaan kipas angin saat kami perlukan maka alat listrik yang lain atau lampu kami matikan. begitu juga penggunaan mesin air.

Sedikit saya ilustrasikan asumi biaya listrik kami dan alhamdulillah pas..

Jadi untuk 1.300 watt dalam sebulan saya hanya keluar 100rb itupun dari tanggal 15 bulan sebelumnya sampai tanggal 31 bulan berikutnya lebih 15 hari.


Oke, moms... demikian tips dari saya. silakan diasumsikan sendiri ya biaya pemakaian listriknya. semoga membantu para momy yang ingin menghemat. oya, hemat bukan berarti pelit ya efisiensi terhadap biaya yang tidak diperlukan. hehe


Selasa, 16 Februari 2016

Logika & Romantisme Kata

Banyak suka tidak sedikit juga duka, perih, luka yang kita jalani bersama. Juga candaan dan air mata. suatu waktu kubertanya pada lelaki sholihku, kenapa dijalanan gak pernah pegangan tangan? malu? tuh liat yg pacaran belum sah aja gak malu pegangan tangan?," iseng tanyaku.

dan jawabnya lagi-lagi menenangkan. Romantisme kita? yang...cukup aku dan kamu. Dirumah istri, dijalanan kawan."




dan aku paham. perempuan umumnya memang lebih senang ketika keromantisan pasangannya itu diungkapkan, maksudnya adalah lebih senang saat pasangannya mengungkapkan "keromantisan" didepan khalayak. Padahal dari sikapnya, kelembutannya, kehangatannya, perhatiannya, responnya dari seorang bernama suami jelas sebuah keromantisan. dan terbukti perempuan lebih butuh pengakuan dengan sering mengkonfirmasi kamu cinta aku gak sih? dan banyak konfirmasi "cinta" lainnya hohoo.. ini agak lebay.

Aku paham. cintalah yang membuatmu dengan cepat memahami pasanganmu tanpa banyak berkata-kata,"

ini juga tentang keromantisan, sesekali pernah dibuat kesal oleh banyak tingkah lucu, polos yang menggemaskan saking polosnya saat itu rasanya ingin meninju lelaki sholihku. Saat tinjuan ini kulayangkan padanya seketika dibalas dengan pelukan. karena badanku kecil kali ya jadi gampang dipeluk. Duh! Leleh deh orang lagi iseng jadi gimana gitu.

Betapa tulang rusukmu yang bengkok ini memang sering kali “usil” tapi lagi-lagi selalu berbalas dengan kehangatan, kasih sayang. dan saat itu pelan-pelan kupahami bahwa cari Lelaki sholihku mencintai bukan dengan romantisme kata karena pasti susah diminta buat puisi aja mikirnya berjam-jam. haha (ini sudah pernah kucoba akhirnya aku menyerah karena lama menunggu berjam-jam itu puisi gak jadi juga)

aku masih mengeja rasa tentang cinta, kasih sayang dari Lelaki yang kini menjadi Belahan jiwaku, yang Allah kirimkan untuk meluruskan kebengkokanku, yang Allah amanahkan untuk menjadi Imamku. Ah... terima kasih cinta.

Bogor, Februari 2016
di Rumah kecil kita dari sinilah istana peradaban itu akan kita bangun bersama... Insya Allah
Banyak suka tidak sedikit juga duka, perih, luka yang kita jalani bersama. Juga candaan dan air mata. suatu waktu kubertanya pada lelaki sholihku, kenapa dijalanan gak pernah pegangan tangan? malu? tuh liat yg pacaran belum sah aja gak malu pegangan tangan?," iseng tanyaku.

dan jawabnya lagi-lagi menenangkan. Romantisme kita? yang...cukup aku dan kamu. Dirumah istri, dijalanan kawan."




dan aku paham. perempuan umumnya memang lebih senang ketika keromantisan pasangannya itu diungkapkan, maksudnya adalah lebih senang saat pasangannya mengungkapkan "keromantisan" didepan khalayak. Padahal dari sikapnya, kelembutannya, kehangatannya, perhatiannya, responnya dari seorang bernama suami jelas sebuah keromantisan. dan terbukti perempuan lebih butuh pengakuan dengan sering mengkonfirmasi kamu cinta aku gak sih? dan banyak konfirmasi "cinta" lainnya hohoo.. ini agak lebay.

Aku paham. cintalah yang membuatmu dengan cepat memahami pasanganmu tanpa banyak berkata-kata,"

ini juga tentang keromantisan, sesekali pernah dibuat kesal oleh banyak tingkah lucu, polos yang menggemaskan saking polosnya saat itu rasanya ingin meninju lelaki sholihku. Saat tinjuan ini kulayangkan padanya seketika dibalas dengan pelukan. karena badanku kecil kali ya jadi gampang dipeluk. Duh! Leleh deh orang lagi iseng jadi gimana gitu.

Betapa tulang rusukmu yang bengkok ini memang sering kali “usil” tapi lagi-lagi selalu berbalas dengan kehangatan, kasih sayang. dan saat itu pelan-pelan kupahami bahwa cari Lelaki sholihku mencintai bukan dengan romantisme kata karena pasti susah diminta buat puisi aja mikirnya berjam-jam. haha (ini sudah pernah kucoba akhirnya aku menyerah karena lama menunggu berjam-jam itu puisi gak jadi juga)

aku masih mengeja rasa tentang cinta, kasih sayang dari Lelaki yang kini menjadi Belahan jiwaku, yang Allah kirimkan untuk meluruskan kebengkokanku, yang Allah amanahkan untuk menjadi Imamku. Ah... terima kasih cinta.

Bogor, Februari 2016
di Rumah kecil kita dari sinilah istana peradaban itu akan kita bangun bersama... Insya Allah

Jumat, 19 Juli 2013

Welcome Ramadhan, Happy Mubarrok

Happy Ramadhan 1434H

Begitulah ucapan kegembiraan meluap dihatiku pasalnya tahun ini adalah tahun ke-2 Ramadhan bersama little my family. Memang ada yang berbeda dengan ramadhan tahun sebelumnya di Ramadhan tahun ini putri kembarku sudah berusia 1 tahun 1 bulan (13 bulan) mereka pun happy menikmati hari-hari Ramadhannya. 


Kk Khansa awal ramadhan panas tampaknya ia mulai menyesuaikan kondisi apalagi Kk Khansa mimik asi nya kuat mungkin gak enak kali ya ASI umi karena umi ikut puasa. beda dengan dede Kaisah awal ramadhan dia makin aktif apalagi saat buka puasa dede yg gak bisa diem mulai ngacak-ngacak makanan menu buka puasa. Ga ada lelahnya dari sahur sampai beduk buka puasa masih aja aktif.

Selain itu yg berbeda dengan Ramadhan tahun sebelumnya adalah karena tahun ini aku sudah bekerja, sebagai seorang ibu yang bekerja dengan kondisi masih menyusui 2 putri kembar tentu tidak mudah.  Happy Ramadhan Mubarrok.. semoga awal dan akhirnya sukses menjadi insan muttaqien.
Happy Ramadhan 1434H

Begitulah ucapan kegembiraan meluap dihatiku pasalnya tahun ini adalah tahun ke-2 Ramadhan bersama little my family. Memang ada yang berbeda dengan ramadhan tahun sebelumnya di Ramadhan tahun ini putri kembarku sudah berusia 1 tahun 1 bulan (13 bulan) mereka pun happy menikmati hari-hari Ramadhannya. 


Kk Khansa awal ramadhan panas tampaknya ia mulai menyesuaikan kondisi apalagi Kk Khansa mimik asi nya kuat mungkin gak enak kali ya ASI umi karena umi ikut puasa. beda dengan dede Kaisah awal ramadhan dia makin aktif apalagi saat buka puasa dede yg gak bisa diem mulai ngacak-ngacak makanan menu buka puasa. Ga ada lelahnya dari sahur sampai beduk buka puasa masih aja aktif.

Selain itu yg berbeda dengan Ramadhan tahun sebelumnya adalah karena tahun ini aku sudah bekerja, sebagai seorang ibu yang bekerja dengan kondisi masih menyusui 2 putri kembar tentu tidak mudah.  Happy Ramadhan Mubarrok.. semoga awal dan akhirnya sukses menjadi insan muttaqien.

Kamis, 18 Juli 2013

Tanpa definisi kata, Ikhtiarkan Saja! ^_^

Dipenghujung waktu sedikitpun memang tak ada ragu untuk 'deadline' waktu yang diberikan. Saat berazzam untuk menyegerakan tak banyak penundaan, sampai kiraNya Allah yang menentukan atas segala ikhtiar yang telah dilakukan. Berharap Allah berikan segala kemudahan.


"Karena dakwah segalanya Allah pertemukan...Insya Allah azzam mu akan terlaksana. Maka jangan kau umpat rasa untuk menghindari sesama nanti akan banyak agenda dakwah menanti kontribusi tanpa kejelasan aksi. Oke sayang, kalau begitu semoga Allah mempermudah segalanya..." Ucapnya sore itu.


Saya hanya terdiam. Lama. Tak jelas apa yang saya rasa saat pertama kali mengetahuinya. Sambil memegang juz pocket antara murojaah dan menerawang teringat orang tercinta di rumah. Ya Allah, akankah mereka pun ridho sebagaimana caramu lah yang mempertemukan ikhtiar ini.... lagi dan lagi saya hendak bertanya. memanggil hati yang begitu jernih..


Maka beginilah Ingin kuceritakan tentang cinta, karena cinta yang tak pernah terdefinisikan oleh kata, sebab cinta tak perlu banyak berkata-kata. karena resah, akhirnya banyak merangkai kata maafkan saja yah. hehheee




Cinta....
Sepanjang apa perjalanan yang jauh terbentang?
Duri dan batu terjal yang selalu saja mengganjal...
Kadang tak jarang harus melalui tebing dan bukit yang menghadang di depan.
Kutau Cinta, ujungnya bukanlah pada usia bukan pula dunia.


Cinta, kini ia menyapa lebih dekat...
mengharuskan memahami lebih dalam dari segala sesuatu yang tersirat.
Cinta, kini ia menyapa lebih lembut..

"Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu, nikmati perjalanannya.. berdiskusilah dengan bahasa bijaksana. Sebab jika cinta menyerumu dan seseorang mendapat hidayah karenamu itu lebih baik dari segala dunia dan isinya." Adakah yang tersungkur, lemah tak berdaya saat cinta menyapa bergelayut lembut padamu cinta?


Jika engkau cinta, maka Ia adalah paham...
Jika engkau cinta, maka ia adalah ikhlas...
menghiasi hati, semakin termotivasi untuk lebih banyak memberi.



Kau tau, cinta...
gunung itu, akan selalu tinggi dengan atau tanpa kau daki...
hutan itu, akan selalu lebat dengan atau tanpa kau jajaki...
lautan itu, akan selalu luas dengan atau tanpa kau arungi...
dan belukar itu, akan terus bersemak mengikuti tabiatnya yang sejati...
begitupun dengan cinta! tanpamu, tanpaku, tanpa siapapun ini akan tetap berjalan


Kemarilah, dengarlah cinta yang mulai berbisik dengan lembut ia kembali berkata
"Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu, nikmati perjalanannya.. berdiskusilah dengan bahasa bijaksana. Sebab jika cinta menyerumu dan seseorang mendapat hidayah karenamu itu lebih baik dari segala dunia dan isinya."


Ya ALLAH, pemilik segala kekuatan..
Engkau tiupkan ruh HAMASAH dan MILITANSI kepada siapapun yang Engkau kehendaki.
Engkau pula yang mencabut dan mengambilnya kembali dari siapapun yang Engkau kehendaki.
Jika hanya ada 1 kebaikan dalam hidup kami yang Engkau terima, maka DEMI kebaikan itu ya Alloh, JANGAN USIR kami dari JALAN DA'WAH ini, apapun yang terjadi.

Jangan biarkan kami gugur untuk kemudian Kau ganti dengan generasi lain yang lebih baik lagi. Sungguh Ya Alloh, betapa inginnya kami menjadi generasi itu. Izinkan kami bergabung dan masuk ke dalam barisannya, barisan mulia yang Kau cintai dan merekapun mencintaiMu,

Ya AllAh, kuatkanlah.....kuatkanlah....

Kaulah satu-satunya sumber kekuatan. teguhkan kepalan yang menyimpan cita cita perjuangan menuju mahligai keridhoanMu. tanpaMu, kami bukan siapa-siapa. tanpaMu,
kami tak berarti apa-apa. laa hawla wa laa quwwata illa billlaah....


Maka beginilah kuceritakan tentang cinta, yang tak terdefinisikan ribuan kata.
Karena cinta adalah dakwah, segalanya akan kuupayakan..




Terkejutnya tiada tara saat mendapat kabar "itu"

April 2011
Jatipadang homosweetku ^^,
Dipenghujung waktu sedikitpun memang tak ada ragu untuk 'deadline' waktu yang diberikan. Saat berazzam untuk menyegerakan tak banyak penundaan, sampai kiraNya Allah yang menentukan atas segala ikhtiar yang telah dilakukan. Berharap Allah berikan segala kemudahan.


"Karena dakwah segalanya Allah pertemukan...Insya Allah azzam mu akan terlaksana. Maka jangan kau umpat rasa untuk menghindari sesama nanti akan banyak agenda dakwah menanti kontribusi tanpa kejelasan aksi. Oke sayang, kalau begitu semoga Allah mempermudah segalanya..." Ucapnya sore itu.


Saya hanya terdiam. Lama. Tak jelas apa yang saya rasa saat pertama kali mengetahuinya. Sambil memegang juz pocket antara murojaah dan menerawang teringat orang tercinta di rumah. Ya Allah, akankah mereka pun ridho sebagaimana caramu lah yang mempertemukan ikhtiar ini.... lagi dan lagi saya hendak bertanya. memanggil hati yang begitu jernih..


Maka beginilah Ingin kuceritakan tentang cinta, karena cinta yang tak pernah terdefinisikan oleh kata, sebab cinta tak perlu banyak berkata-kata. karena resah, akhirnya banyak merangkai kata maafkan saja yah. hehheee




Cinta....
Sepanjang apa perjalanan yang jauh terbentang?
Duri dan batu terjal yang selalu saja mengganjal...
Kadang tak jarang harus melalui tebing dan bukit yang menghadang di depan.
Kutau Cinta, ujungnya bukanlah pada usia bukan pula dunia.


Cinta, kini ia menyapa lebih dekat...
mengharuskan memahami lebih dalam dari segala sesuatu yang tersirat.
Cinta, kini ia menyapa lebih lembut..

"Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu, nikmati perjalanannya.. berdiskusilah dengan bahasa bijaksana. Sebab jika cinta menyerumu dan seseorang mendapat hidayah karenamu itu lebih baik dari segala dunia dan isinya." Adakah yang tersungkur, lemah tak berdaya saat cinta menyapa bergelayut lembut padamu cinta?


Jika engkau cinta, maka Ia adalah paham...
Jika engkau cinta, maka ia adalah ikhlas...
menghiasi hati, semakin termotivasi untuk lebih banyak memberi.



Kau tau, cinta...
gunung itu, akan selalu tinggi dengan atau tanpa kau daki...
hutan itu, akan selalu lebat dengan atau tanpa kau jajaki...
lautan itu, akan selalu luas dengan atau tanpa kau arungi...
dan belukar itu, akan terus bersemak mengikuti tabiatnya yang sejati...
begitupun dengan cinta! tanpamu, tanpaku, tanpa siapapun ini akan tetap berjalan


Kemarilah, dengarlah cinta yang mulai berbisik dengan lembut ia kembali berkata
"Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu, nikmati perjalanannya.. berdiskusilah dengan bahasa bijaksana. Sebab jika cinta menyerumu dan seseorang mendapat hidayah karenamu itu lebih baik dari segala dunia dan isinya."


Ya ALLAH, pemilik segala kekuatan..
Engkau tiupkan ruh HAMASAH dan MILITANSI kepada siapapun yang Engkau kehendaki.
Engkau pula yang mencabut dan mengambilnya kembali dari siapapun yang Engkau kehendaki.
Jika hanya ada 1 kebaikan dalam hidup kami yang Engkau terima, maka DEMI kebaikan itu ya Alloh, JANGAN USIR kami dari JALAN DA'WAH ini, apapun yang terjadi.

Jangan biarkan kami gugur untuk kemudian Kau ganti dengan generasi lain yang lebih baik lagi. Sungguh Ya Alloh, betapa inginnya kami menjadi generasi itu. Izinkan kami bergabung dan masuk ke dalam barisannya, barisan mulia yang Kau cintai dan merekapun mencintaiMu,

Ya AllAh, kuatkanlah.....kuatkanlah....

Kaulah satu-satunya sumber kekuatan. teguhkan kepalan yang menyimpan cita cita perjuangan menuju mahligai keridhoanMu. tanpaMu, kami bukan siapa-siapa. tanpaMu,
kami tak berarti apa-apa. laa hawla wa laa quwwata illa billlaah....


Maka beginilah kuceritakan tentang cinta, yang tak terdefinisikan ribuan kata.
Karena cinta adalah dakwah, segalanya akan kuupayakan..




Terkejutnya tiada tara saat mendapat kabar "itu"

April 2011
Jatipadang homosweetku ^^,

Rabu, 27 Maret 2013

Cinta “Ber-Karakter” Refleksi Al Mahabbah Wa Tadhiyyah

Bismillahirrahmanirrahim.

Setiap hari setelah menikah ada tawaran keajaiban berlimpah. Saat memiliki kekuatan berkat karunia Allah yang membuat kita senang melihat senyumannya, mendengar suaranya. Dia pula memiliki kekuatan sama untuk mengenyahkan kesepian mengubah sesuatu yang awalnya biasa-biasa saja dalam hidup kita menjadi rasa-rasa istimewa. Sungguh, kehadiran suami bagi seorang istri adalah pintu kita menuju surga, di sini, di dunia.


Ada seseorang yang kini membersamai kita siang dan malam, wujud nyata dari sesosok yang telah memilih kita untuk menjaga kehormatan diri dan agama dengan menikahi kita. Ya, menikahi kita, sosok lain yang menginginkan hal serupa.

Adalah saya juga merasakannya sebagai karunia tersyukuri di setiap langkah. Setiap bangun pagi melafalkan kesyukuran atas setiap kesempatan yang masih Allah berikan berjumpa dan menunjukkan cinta dan kasih sayang pada kasih kekasihnya. Kini ada yang setia ber-muroja’ah bersama, atau saat-saat melafalkan dzikir al-ma’tsurat dia yang hadir kini menjadi teman setia menemani dalam ketaatan.

Tak terasa, sepertinya baru kemarin dia mengucapkan janji setia dalam ikatan yang kokoh mitsaqon gholizon. Mengawali amanah baru menjadi seorang istri atau suami sungguh tidaklah mudah.


Saat harus geleng-geleng kepala karena tingkahnya, atau juga mengucap tasbih, cemberut, tertawa, gembira subhanallah inilah yang menumbuhkan cinta, kasih sayang dan ketenangan dalam jiwa… bukankah justru dengannya Allah memandang dengan pandangan penuh rahmah?
Penuh kesyukuran mengembangkan senyum-senyum penuh kebahagiaan.


Sepekan setelah pernikahan, aktivitas masih sama tidak ada yang berubah kecuali status sudah menikah. Masing-masing sibuk dengan aktivitasnya. Kadang kala tak jarang juga ada yang meledek.
“Loh mbak masih bawa motor sendiri emang suaminya ke mana?” katanya. Paling saya hanya jawab. Itu suami saya ada di sebelah (karena kami bawa motor sendiri-sendiri).

Kini pertanyaannya, adakah kebahagiaan yang tengah kita rasakan yang membuat diri kita lebih “bernilai” setelah menikah? Sudahkah setiap tawa dan rona senyuman yang terkembang merekah membuat kita lebih “bertaqwa”? Sudahkah di setiap keriangan kita terhadap pasangan kita melahirkan keberkahan dariNya?


Kalau ini bahagia dan kebahagiaan, dimana letak barokah itu?
3 pekan berlalu dari tepian yang membuat nyaman. Ada pertanyaan yang kemudian muncul dalam benak. Bukankah wajar di awal pernikahan merasakan romantisme dan indahnya “cinta”? Tentu jawabannya ya. Dalam sekejap saja seperti terkena “sihir” oleh kekasih yang dicinta. Tapi kemudian teringatkan lagi terutama saat banyak agenda dan harus berpisah sementara.
Sungguh kalau dirimu terlalu sibuk dan larut dalam rumahtangga banyak kesempatan dakwah yang terbuang. Cobalah bertanya saat setelah menikah apakah dirimu masih sensitif terhadap permintaan, respon, perintah, dan panggilan dari Allah oleh banyak agenda-agenda “dakwah”? Jangan sampai ada kata penyesalan menikahi seorang aktivis dakwah.


Berkorban untuk benar-benar istiqamah memang harus bersabar dengan kesabaran luar biasa. Saya pun merasakan kok setelah menikah jadi cepat capek, ngantuk, dll-nya yah?
Ada kalimat yang membuat saya kembali mengevaluasi setelah beberapa pekan terlewati bersama kehadirannya “banyak alasan kita untuk bisa menghindari dari dakwah setelah menikah, tapi seharusnya seorang mukmin dengan loyalitas yang tinggi dengan segala kesibukannya sebelum menikah tidak membuat hilang kecintaannya terhadap dakwah.” Inilah cinta ber-karakter yang membuat saya terus belajar merefleksikan arti dari al-mahabbah wa tadhiyyah.


Rabbana maafkan atas banyak kekhilafan dan kelalaian sebab kami masih berproses memaknai hakikat pernikahan sebagai bukti ketaatan kami pada-Mu

Ditulis dari seorang yang sedang menempuh perjalanan menyusuri taman-taman perayaan “cinta” dari sebuah mitsaqon gholizon…


terpublis disini :
http://www.dakwatuna.com/2012/01/17630/cinta-ber-karakter-refleksi-al-mahabbah-wa-tadhiyyah/
Bismillahirrahmanirrahim.

Setiap hari setelah menikah ada tawaran keajaiban berlimpah. Saat memiliki kekuatan berkat karunia Allah yang membuat kita senang melihat senyumannya, mendengar suaranya. Dia pula memiliki kekuatan sama untuk mengenyahkan kesepian mengubah sesuatu yang awalnya biasa-biasa saja dalam hidup kita menjadi rasa-rasa istimewa. Sungguh, kehadiran suami bagi seorang istri adalah pintu kita menuju surga, di sini, di dunia.


Ada seseorang yang kini membersamai kita siang dan malam, wujud nyata dari sesosok yang telah memilih kita untuk menjaga kehormatan diri dan agama dengan menikahi kita. Ya, menikahi kita, sosok lain yang menginginkan hal serupa.

Adalah saya juga merasakannya sebagai karunia tersyukuri di setiap langkah. Setiap bangun pagi melafalkan kesyukuran atas setiap kesempatan yang masih Allah berikan berjumpa dan menunjukkan cinta dan kasih sayang pada kasih kekasihnya. Kini ada yang setia ber-muroja’ah bersama, atau saat-saat melafalkan dzikir al-ma’tsurat dia yang hadir kini menjadi teman setia menemani dalam ketaatan.

Tak terasa, sepertinya baru kemarin dia mengucapkan janji setia dalam ikatan yang kokoh mitsaqon gholizon. Mengawali amanah baru menjadi seorang istri atau suami sungguh tidaklah mudah.


Saat harus geleng-geleng kepala karena tingkahnya, atau juga mengucap tasbih, cemberut, tertawa, gembira subhanallah inilah yang menumbuhkan cinta, kasih sayang dan ketenangan dalam jiwa… bukankah justru dengannya Allah memandang dengan pandangan penuh rahmah?
Penuh kesyukuran mengembangkan senyum-senyum penuh kebahagiaan.


Sepekan setelah pernikahan, aktivitas masih sama tidak ada yang berubah kecuali status sudah menikah. Masing-masing sibuk dengan aktivitasnya. Kadang kala tak jarang juga ada yang meledek.
“Loh mbak masih bawa motor sendiri emang suaminya ke mana?” katanya. Paling saya hanya jawab. Itu suami saya ada di sebelah (karena kami bawa motor sendiri-sendiri).

Kini pertanyaannya, adakah kebahagiaan yang tengah kita rasakan yang membuat diri kita lebih “bernilai” setelah menikah? Sudahkah setiap tawa dan rona senyuman yang terkembang merekah membuat kita lebih “bertaqwa”? Sudahkah di setiap keriangan kita terhadap pasangan kita melahirkan keberkahan dariNya?


Kalau ini bahagia dan kebahagiaan, dimana letak barokah itu?
3 pekan berlalu dari tepian yang membuat nyaman. Ada pertanyaan yang kemudian muncul dalam benak. Bukankah wajar di awal pernikahan merasakan romantisme dan indahnya “cinta”? Tentu jawabannya ya. Dalam sekejap saja seperti terkena “sihir” oleh kekasih yang dicinta. Tapi kemudian teringatkan lagi terutama saat banyak agenda dan harus berpisah sementara.
Sungguh kalau dirimu terlalu sibuk dan larut dalam rumahtangga banyak kesempatan dakwah yang terbuang. Cobalah bertanya saat setelah menikah apakah dirimu masih sensitif terhadap permintaan, respon, perintah, dan panggilan dari Allah oleh banyak agenda-agenda “dakwah”? Jangan sampai ada kata penyesalan menikahi seorang aktivis dakwah.


Berkorban untuk benar-benar istiqamah memang harus bersabar dengan kesabaran luar biasa. Saya pun merasakan kok setelah menikah jadi cepat capek, ngantuk, dll-nya yah?
Ada kalimat yang membuat saya kembali mengevaluasi setelah beberapa pekan terlewati bersama kehadirannya “banyak alasan kita untuk bisa menghindari dari dakwah setelah menikah, tapi seharusnya seorang mukmin dengan loyalitas yang tinggi dengan segala kesibukannya sebelum menikah tidak membuat hilang kecintaannya terhadap dakwah.” Inilah cinta ber-karakter yang membuat saya terus belajar merefleksikan arti dari al-mahabbah wa tadhiyyah.


Rabbana maafkan atas banyak kekhilafan dan kelalaian sebab kami masih berproses memaknai hakikat pernikahan sebagai bukti ketaatan kami pada-Mu

Ditulis dari seorang yang sedang menempuh perjalanan menyusuri taman-taman perayaan “cinta” dari sebuah mitsaqon gholizon…


terpublis disini :
http://www.dakwatuna.com/2012/01/17630/cinta-ber-karakter-refleksi-al-mahabbah-wa-tadhiyyah/

Followers

Republika Online

dakwatuna.com

 
Catatan Bunda Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template